DON 2 : BADSHAH OF BOLLYWOOD BLOCKBUSTERS

DON 2

Sutradara : Farhan Akhtar

Produksi : Excel Entertainment & Reliance Entertainment, 2011

I bet, ‘Don’ (1978)-nya Amitabh Bachchan merupakan tontonan wajib buat penyuka film-film Bollywood. Untuk ukuran tahunnya, walau sempat dianggap mengekor trend film gangster pasca Godfather dan mafia-mafia Italia lainnya, film yang disutradarai Chandra Barod itu bukan hanya jadi sebuah action ala Bollywood yang seru, tapi twisting plotnya jadi sesuatu yang spesial. Status box officenya semakin meningkat jadi klasik di tahun-tahun berikutnya, dengan salah satu karakter paling memorable di sejarah Bollywood, serta lagu dan quote-quote yang terkenal disana. Thus, ketika seorang Farhan Akhtar, anak penulis aslinya, Javed Akhtar yang sekarang sudah jadi sutradara sekaligus aktor Bollywood berstatus acclaimed berniat mengangkat kembali karya klasik ini dengan sebuah kombinasi ke popularitas Shah Rukh Khan yang belum juga redup sampai sekarang, ‘Don’ (2006) yang bersubtitel ‘The Chase Begins Again’ itupun menuai sukses tak hanya di negaranya. Dengan cerdas, Farhan Akhtar membelit lagi plotnya mengikuti kemajuan sinema mereka dan trend film-film sekarang. Twist plus teknologi serba Western yang salah satunya diilhami film-film seperti ‘Mission: Impossible’.

Walau di negaranya dianggap melawan arus dengan membalik pakem ‘Crime Doesn’t Pay’ di film aslinya, rating rata-rata peredaran internasionalnya cukup dipenuhi pujian. Dan Farhan, sejak awal memang tak ingin asal-asalan menggagas sekuelnya. Apalagi kondisi kesehatan Shah Rukh yang mengalami cedera tulang punggung membuatnya terpaksa absen dari genre-genre action. Hingga akhirnya dua orang penulis Ameet Mehta dan Amrish Shah, yang sama-sama fans loyal film aslinya datang dengan draft yang menarik hatinya, ia pun mengangkat lagi level franchise ini dalam peredarannya sebagai Christmas blockbuster barusan. Twistnya ditambah, around the world setnya semakin lebar, hi-tech actionnya kini dibalut dengan gimmick 3D, penggalan lovestory yang tak boleh hilang, namun yang terpenting, karakterisasi kingpin legendaris ini tetap dipertahankan dalam benang merah ke style baru khas Shah Rukh Khan di remake 2006-nya. Flamboyan, mostly overacted, tapi tetap menarik fansnya yang segudang. And so, the chase continues, dan hasilnya? Oke. Sebagian kritikus di India memang tetap tak suka dengan ide sudut pandang villain’s victory itu, namun box officenya tetap bicara sejalan dengan antusiasme penonton. Praised by overseas critics, di box office AS pun Don 2 mencetak rekor pembukaan minggu pertama terbesar untuk sebuah film hindi.

Pasca pelariannya setelah mengelabui interpol di film pertama, Don (Shah Rukh Khan) kini menetap di Thailand sambil tetap menjalankan bisnis drugnya yang semakin maju, hingga mengusik kartel Eropa. Don kemudian dijebak dan terpaksa menyerahkan diri pada Roma (Priyanka Chopra) dan atasannya, Inspektur Malik (Om Puri) untuk dijebloskan ke penjara Malaysia. Disana, ia kembali bertemu dengan seterunya, Vardhaan (Boman Irani), namun Don dengan cepat menawarkan rencana baru yang membuat Vardhaan berbalik mengikutinya. Sasarannya adalah Diwan (Aly Khan), vice president DZB (Deutsch Zurich Bank), sebuah bank resmi pencetak Euro di Berlin, yang menyimpan kasus suap demi menjatuhkan kompetitornya, sementara bukti kejahatannya ada pada Vardhaan. Bersama Ayesha (Lara Dutta), partner baru Don, mereka merancang pelarian dari penjara Malaysia, bertolak ke Zurich dan segera memburu plat cetakan yang sudah dikirim Diwan ke bank sasaran di Berlin atas ancaman Don. Diwan sempat menjebak Don dengan menyewa pembunuh bayaran Jabbar (Nawab Shah), tapi Don yang lolos malah menarik Jabbar ke timnya. Terakhir, seorang hacker buronan, Sameer (Kunal Kapoor) ikut bergabung. The heist is on, namun tepat ketika Don berhasil merampok plat cetakan itu, ia harus adu intrik dengan Jabbar dan Vardhaan yang siap menjebaknya. Tapi bukan Don namanya kalau tak tahu siapa yang bisa terus setia berada di pihaknya, termasuk Roma yang meski menyimpan dendam namun tetap mencintai Don. Semua sudah diperhitungkannya dengan cermat. Just like its famous original quote, ‘Don ko pakadna mushkil hi nahin. Namumkin hai.’ Means ‘It’s not only difficult to catch Don. It’s impossible.

Sama seperti karakter Don yang tak pernah salah memperhitungkan sepak terjangnya, franchisenya sendiri sudah jadi kartu As buat Farhan. Nilai klasik film orisinilnya, kharisma fenomenal Shah Rukh Khan, berikut peningkatan level sinema Hindi yang semakin maju ke status internasional hingga efforts ke teknologinya, sekuel ini digagas jauh lebih mantap ketimbang blockbuster Shah Rukh satunya barusan, ‘Ra-One’. Comot sana comot sininya memang tetap berada di pakem Bollywood, namun Farhan tak lagi berusaha mengembalikan bagian-bagiannya jadi back to Bollywood’s classic basic. Melaju bak sebuah blockbuster internasional, dengan hanya satu adegan tari dan nyanyi di pub yang tak memberi kesan musikal klasik Bollywood, Farhan punya twisting plot yang cukup juara dengan adegan aksi teamwork ala ‘Mission:Impossible’ yang sama eksplosifnya. Barisan castnya pun cukup baik, dari Priyanka Chopra sebagai karakter yang masih tetap dipertahankan untuk hubungan lovestory unik Roma dan Don yang sudah dimulai di film asli dan remakenya, Om Puri, Boman Irani yang komikal, special cameo Hrithik Roshan serta dua nama yang sangat mencuri perhatian disini, Nawab Shah dan Kunal Kapoor. Gimmick 3D nya belum betul-betul sempurna tapi muncul meningkat ketimbang ‘Ra-One’, dengan treatment yang sejalan dengan excitement penonton terutama di opening showdown yang berlokasi di Thailand. Dan di kursi stunt dan fight director, ada sineas impor Wolfgang Stegemann yang sudah bekerja di sebaris film Hollywood mulai dari ‘V For Vendetta’, ‘Ninja Assassin’ hingga the upcoming ‘World War Z’. Terakhir, tentu saja dose of glamourity dari set around the world yang tak sekedar jadi tempelan hingga ke pemilihan kostum bak sebuah gelaran fashion show di tangan sinematografer Jason West (‘Delhi Belly‘). Penuh warna seperti Bollywood apa adanya, dengan elemen aksi, lovestory dan style yang berjalan tegak bersama-sama. You may get a little tired on Shah Rukh’s suave performance, tapi yang jelas, seperti gelar selebritas ‘Badshah (King)’ yang diembannya beberapa tahun terakhir, sekuel ini adalah ‘Badshah of Bollywood Blockbusters’. Sebuah bukti perkembangan pesat sinema mereka, and one you shall not missed, too. (dan)

~ by danieldokter on January 16, 2012.

7 Responses to “DON 2 : BADSHAH OF BOLLYWOOD BLOCKBUSTERS”

  1. ini sekuel dr Don 1 atau bukan dok?

  2. yup. ini sekuel dari Don-nya Shah Rukh Khan thn 2006. and truthfully, akan jauh beda feelnya kalo belum ntn yg pertama krn karakter2nya sebagian dari yg pertama juga.

  3. film ini emang keren utk ukuran film india. Udah ngerasa nonton film hollywood.😀

  4. […] Don 2 […]

  5. this is awesome. ngga tau kenapa om dok kasih rate agak rendah. 3,5 of 5. Apa karna ngebandingin sama Mission Impossible ya… atau karna tidak membawa budaya India sama sekali? Padahal ini world class movie sih. Masih kalah ratingnya ama Kahaani (haha)
    Penginnya sih ada Don 3, tapi kayaknya gk mungkin ya…😀

  6. lah. 3.5 udah artinya lebih dari bagus kok. 3 bagus, 4 very good🙂. ya after all kan Don ini film tanpa tendensi apa2. cuma pure popcorn aja. tapi bukan berarti gak bagus🙂

  7. film yang DON 2 lebih greget.. tapi yang penasaran. kisah cinta selanjutnya antara DON n ROMA..So sweet pas di detik2 terakhir..coba ada ya
    #penasaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: