THE THING : LOOKS MORE LIKE A REMAKE THAN A PREQUEL

THE THING

Sutradara : Matthijs Van Heijningen

Produksi : Strike Entertainment, Morgan Creek Productions, Universal Pictures, 2011

Dalam genre horor atau creature sci-fi, ‘The Thing’ (1982) karya John Carpenter itu adalah sebuah pencapaian klasik, pasti kita semua setuju. Namun wajar juga bila kebanyakan penonton terutama fans film aslinya tak setuju ketika sebuah karya berstatus klasik itu dibuat ulang. Kenyataannya, mau mengikuti trend atau tidak, sebagian besar memang gagal menyamai kualitas pendahulunya sehingga kerap terlihat sia-sia. Begitupun, in case of John Carpenter’s, ‘Halloween’ yang di-remake oleh Rob Zombie tempo hari, harus diakui juga sebagai sebuah keberhasilan. Now comes ‘The Thing’ versi 2011 yang digagas sutradara asal Belanda, Matthijs Van Heijningen, Jr. (credited as Matthijs Van Heijningen) , lebih sebagai prekuel ketimbang remake. Tapi tunggu dulu. Sineas dibaliknya agaknya jauh lebih menyisakan pertanyaan terutama di benak para fans film aslinya. Selain Heijningen yang cukup lama absen dari layar lebar setelah sebuah karya acclaimednya, ‘Red Rain’ (1996), skenario prekuel ini digarap oleh Eric Heisserer, yang sudah jelas-jelas gagal total dalam menghidupkan kembali sosok Freddy Kruger di remake ‘A Nightmare On Elm Street’ beberapa waktu lalu. Kita mungkin tak pernah tahu apa alasan produser memilih mereka, but let’s see the result.

As they claimed this as a prequel, kita dibawa kembali ke tahun 1982 dimana sebuah pesawat misterius dari luar bumi ditemukan di Antartika oleh sekelompok tim periset asal Norwegia. Paleontolog Amerika Kate Lloyd (Mary Elizabeth Winstead) kemudian direkrut oleh Dr. Sander Halvorson (Ulrich Thomsen) bersama asistennya, Adam Finch (Eric Christian Olsen) untuk melakukan investigasi terhadap penemuan tim tadi, yang ternyata juga menemukan sesosok makhluk asing terperangkap dalam bongkahan es yang diduga berasal dari pesawat tersebut. Kecerobohan Sander kemudian menyebabkan makhluk asing itu melarikan diri dan memakan  satu korban bersama seekor anjing. Makhluk itu kemudian berhasil dilumpuhkan namun hasil autopsi menemukan bahwa selnya tetap hidup dan berkemampuan menduplikasi wujud korbannya sebagai host baru. Pilot heli penyelamat Sam Carter (Joel Edgerton) dan Griggs (Paul Braunstein) bersama co-pilot Derek (Adewale Akinnuoye-Agbaje) dan salah satu anggota tim, Olav (Jan Gunnar Røise) yang memutuskan untuk meninggalkan basis mencari bantuan malah terdampar entah kemana bersama heli yang jatuh atas serangan Griggs yang sudah beralih rupa, sementara Kate mensinyalir salah satu dari mereka juga sudah diduplikasi makhluk asing itu. Korban mulai berjatuhan bersama kecurigaan satu sama lain yang kian meningkat, termasuk Carter dan Derek yang ternyata selamat dari kecelakaan kembali ke basis mereka.

Oke, Heisserer memang tak melakukan kesalahan se-fatal bangunan ulang pribadi Freddy Kruger dalam ‘A Nightmare On Elm Street’ versi baru, namun blundernya masih tersisa dalam pengembangan plot yang tak relevan pada penggambaran mitos asli ‘The Thing’ yang tak bisa menduplikasi material mati sementara duplikat korbannya justru muncul dengan pakaian yang sama.  Itu satu. Kemudian, Heijningen juga sepertinya tak bisa beranjak dari style Carpenter dengan pilihan source yang sama dengan ‘The Thing’ 1982, bagian novel karya John W. Campbell, Jr. bertitel ‘Who Goes There?’ yang secara konsisten menjadi dasar filmnya. Padahal, film yang menginspirasi ‘The Thing’, ‘The Thing From Another World’ produksi tahun 1951 justru hanya menggunakan karya Campbell, Jr. sebatas garis besarnya saja. Set dan adegannya, meski memang berlatar sama, nyaris serupa bahkan bagaikan copy-paste dengan karya Carpenter, begitu pula karakternya.

Meski prekuel ini memasukkan dua karakter wanita dibandingkan film 1982 yang tak punya satupun gender itu, karakter Joel Edgerton yang sekilas mirip sekali dengan Kurt Russell muda serta ditonjolkan lebih sebagai leading role, dan Akinnuoye-Agbaje  malah digagas dalam karakterisasi sama dengan Russell dan Keith David di film 1982-nya. Walaupun Heisserer masih menyisakan sedikit kecermatannya menyempalkan benang merah penghubung terutama di bagian-bagian akhir untuk menekankan bahwa ini adalah prekuel, namun feel yang menonjol tetap lebih pada sebuah remake ketimbang prekuel. Jadi begitulah, sebagai film yang berdiri sendiri, ‘The Thing’ versi 2011 ini mungkin masih memiliki keunggulan dari efek spesial yang tetap bagus meskipun tak lagi dikerjakan Rob Bottin bersama intensitas thrilling dalam guessing intrigue yang cukup terjaga dari awal hingga akhir. But the truth that some could not separate it from Carpenter’s classic, which they suggested us to, justru jadi bumerang paling besar untuk mengkategorikannya sebagai sebuah kegagalan. (dan)

~ by danieldokter on January 28, 2012.

One Response to “THE THING : LOOKS MORE LIKE A REMAKE THAN A PREQUEL”

  1. […] (SUMBER) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: