THE DIRTY PICTURE : SILK, LUST AND COMPASSION

THE DIRTY PICTURE

Sutradara : Milan Luthria

Produksi : IBC Motion Picture, ALT Entertainment, 2011

If you’re into 80s Hindi or Tamil Movies, then you must know Silk Smitha. A South Indian actress, mostly known as an item actress before her few major roles. Dan oh ya, Silk yang bernama asli Vijayalakshmi ini bukan seorang dewi yang berparas rupawan. Ia tak cantik, dengan tubuh bongsor penuh tumpukan lemak pula (see pics below). But there’s something in her appearance. Selain selalu berani tampil berseksi-seksi yang melebihi batas resepsi rata-rata masyarakat mereka di era itu, sorot mata dan ekspresinya, suggested sex. So, sex appeal dan keberanian inilah yang akhirnya banyak membuatnya digelari segala macam, dari simbol seks sampai Marylin Monroe-nya perfilman mereka. Kisah hidupnya pun tak jauh beda. Dalam karirnya yang melanglang buana dari produksi daerah sampai nasional, kisah hidupnya dipenuhi affair dengan para sineas dari sutradara hingga bintang-bintang terkenal di perfilman mereka (one of them, Rajnikanth ; meski masih sebatas isu yang sangat merebak tanpa kejelasan) hingga akhirnya, pada September 1996, mayatnya ditemukan di apartemennya di Chennai, dengan dugaan bunuh diri.

Kontroversi itu kini dibawa ke layar lebar oleh duo produser istri dan anak dari aktor terkenal Hindi, Jeetendra, Shobha Kapoor dan Ekta Kapoor, dengan sutradara Milan Luthria. Penulis skripnya, Rajat Arora memang tak secara langsung membesut biografi Silk, meskipun menggunakan nama depan karakter yang sama, dan merubah sedikit banyaknya kisah hidup Silk, namun agaknya mereka tak bisa juga menghindari persepsi bahwa ‘The Dirty Picture’ yang mereka sebut sebagai semi biografi atau terinspirasi ini, memang mengarah kesana. Apalagi, rilisnya tepat di tanggal kelahiran Silk, 2 Desember tahun lalu. Thus, pembuatannya pun tak jauh-jauh dari kontroversi, termasuk dari keluarga Silk Smitha sendiri yang kabarnya mau melayangkan somasi karena tersinggung dengan penggambaran tak sesuai di film ini. Rajnikanth juga kabarnya tak senang meski karakternya diwakili internationally acclaimed actor, Naseeruddin Shah dan diplesetkan menjadi Suryakanth. Namun di sisi lainnya, kontroversi juga yang akhirnya membuat ‘The Dirty Picture’ muncul sebagai salah satu blockbuster yang paling ditunggu, terlebih karena pemeran Silk, Vidya Balan, yang sebenarnya tak punya kemiripan fisik namun mampu bertransformasi secara total meniru beberapa trademarknya tanpa malu-malu (termasuk menambah bobot, menonjolkan lemak seputar perutnya) dan berekspresi se-mengundang Silk. Hasilnya? Oh yes. Vidya Balan yang dari awal karir nasionalnya di ‘Parineeta’ dan ‘Lage Raho Munna Bhai’ sudah kelihatan punya bakat besar tanpa sekedar jual tampang ini memenangkan aktris terbaik Filmfare Awards yang paling bergengsi di perfilman Bollywood. ‘The Dirty Picture’ yang memperoleh rating bagus sekaligus sukses komersial ini pun dinominasikan sebagai film terbaik meskipun harus mengalah pada ‘Zindagi Na Milegi Dobara’nya Hrithik RoshanFarhan Akhtar.

Melarikan diri tepat sebelum pernikahannya, Reshma (Vidya Balan) mengejar mimpinya menjadi aktris namun kerap mendapat hinaan dari para casting director. Namun Reshma tak menyerah. Dalam suatu kesempatan, ia menarik perhatian lewat tarian erotisnya di sebuah syuting adegan lagu dalam film karya sutradara berkelas, Abraham (Emraan Hashmi). Abraham meledak saat mengetahui produser hendak mengkomersialisasi filmnya dengan tampilan Reshma dan kemudian bersikeras memotongnya. Film itu beredar dan hasilnya jauh dari yang diharapkan. Adalah produser Selva Ganesh (Rajesh Sharma) yang akhirnya menyambung kembali adegan itu untuk peredaran daerah, dan seketika, bioskop dipenuhi penonton yang datang hanya untuk melihat keseksian Reshma di satu adegan lagu itu. Namanya menanjak dan diganti Selva menjadi ‘Silk’. Silk kemudian berhasil menggoda aktor besar Suryakanth (Naseeruddin Shah) yang awalnya sempat mengejeknya. Malah, Surya kemudian menolak Abraham yang tak mau memakai Silk di filmnya dengan alasan komersil. Kiprah Silk dalam dunia perfilman makin besar dengan kolaborasinya bersama Surya dibalik affair mereka. Film-filmnya semakin dibanjiri penonton hingga mengudang kritikan media sampai demo atas nama moralitas. Adik Surya, penulis Ramakanth (Tusshar Kapoor ; putra Jeetendra dan adik Ekta Kapoor), kemudian berusaha mendekati Silk dengan ketulusan berbeda, namun Silk masih terlena dengan kepopulerannya dan malah semakin menantang sosialita media yang membesarkan affairnya dengan Surya-Rama sekaligus. Akibatnya karirnya mulai jatuh. Surya mencampakkannya. Silk mulai tenggelam dalam alkohol dengan tubuh kian melar dan hutang yang kian berlipat. Usahanya untuk comeback dengan dukungan Selva yang berakhir gagal mengakhiri semua, namun di saat yang sama, Abraham yang dulu menganggapnya musuh bebuyutan berbalik melihat kualitas manusiawi berbeda dalam diri Silk. Silk menyadari itu, tapi mungkin semua sudah terlambat.

Adalah Vidya Balan yang begitu berhasil menghidupkan karakter Silk menjadi highlight paling menarik dari plot dan konflik yang digelar dalam ‘The Dirty Picture’. Aktingnya total dengan gestur sex appeal dan body language luarbiasa dibalik cleavage yang dibiarkan terbuka di sepanjang film, hingga yang pernah mengenal Silk Smitha asli pun bisa merasakan feel yang sama dibalik tampilan jauh berbeda namun di-push Vidya ke batas tertinggi karir aktingnya. Sorot mata, gestur dan ekspresi itu worked as perfect menggambarkan tiap penggal turnover karakternya dari sosok penuh ambisi gadis kampung yang mau melakukan apa saja, keangkuhannya melawan arus ketika berada di atas hingga seorang wanita melewati usia menjual dengan penderitaan luarbiasa pahitnya. Mostly human. Aktor pendukung lain juga tampil cukup baik terutama Naseeruddin Shah yang menggambarkan karakternya se-komikal Rajnikanth di film-filmnya, begitu juga Tusshar Kapoor dan Emraan Hashmi. But beyond that show of sexy-ness and antimorality, sejauh pikiran Anda tak terlalu sempit menganggap ini adalah sebuah biografi atau semi-biografi, ada sebuah bangunan penuh sindiran yang tertata dengan keberanian lebih. A mocking to morality in movie industry dengan pelaku-pelakunya, dari subjek sampai pelengkap penderita seperti realita pahit yang sering kita temui di tiap media, tanpa sedikitpun jatuh ke tendensi film-film murahan Bollywood yang bertema sejenis. Walau feelnya bisa jadi berbeda, ini jauh lebih bicara ketimbang sebuah biografi yang bukan juga kelewat sama dengan kisah hidup Silk, sekaligus membuat pemirsa yang sebelumnya tak akrab dengan sosok Silk Smitha bisa mengikutinya dengan jalinan emosi sempurna dibalik dramatisasi serba Bollywood-nya. You might find yourself vacillated into lust and compassion at the same time.  Dalam sisi variatif sajian Bollywood yang tak sekedar menjual excitement ke sebuah kultur yang serba pop, itu artinya bagus! (dan)

~ by danieldokter on February 3, 2012.

2 Responses to “THE DIRTY PICTURE : SILK, LUST AND COMPASSION”

  1. aaaah…..makin bikin pengen saja

  2. haha.. then watch it. jangan lupa nonton dulu satu-dua film aslinya Silk Smitha atau liat klip2nya dia di youtube, biar makin terasa kerennya akting si Vidya Balan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: