A SEPARATION (جدایی نادر از سیمین) : FOOTAGE OF HUMAN HEARTS

A SEPARATION (جدایی نادر از سیمین)

Sutradara : Asghar Farhadi

Produksi : FilmIran, Sony Pictures Classics, 2011

Banyak atau jarang mungkin yang pernah menikmati film-film dari negara-negara timur tengah bila Anda bukan penikmat festival-festival film. Dua dari industri terbesarnya adalah Turki danIran. Bukan mereka tak punya film komersil, apalagi Turki yang di era 50-70an penuh dengan copycat film-filmHollywood. Namun yang justru merambah sinema internasional belakangan adalah karya-karya yang punya cinematic style berbeda dengan apa yang kita lihat selama ini. Film-film ini, bagi mereka, kebanyakan bukanlah melulu sebuah media untuk penyampaian hiburan, tapi lebih ke gagasan. Karya-karya yang boleh jadi terlihat seperti sebuah usaha eksperimental dan memerlukan penelusuran lebih untuk bisa mengikutinya, sudah berkembang sejak awal tahun ‘70an menjadi gerakan new wave sineas-sineas muda yang kuat sekali dalam gagasan menunjukkan bahwa jauh dari anggapan-anggapan atribut negara dunia ketiga yang seringkali masih dipenuhi konflik, mau itu benar atau tidak, ada sebuah intelektualitas yang layak untuk ditampilkan, tanpa harus meninggalkan sisi budayanya yang bisa jadi masih terasa serba konvensional buat dunia luar. Bagi banyak sineas atau kritikus internasional, gerakan new wave ini adalah sebuah art cinema. Dan Iran, sudah sejak lama mendapat pengakuan itu, sebagai salah satu negara penyumbang art cinema terbesar dalam industrinya, dengan nama-nama seperti Abbas Kiarostami, Jafar Panahi, Majid Majidi (salah satu yang paling dikenal disini lewat ‘Children Of Heaven’ yang jadi nominee Oscar untuk kategori film asing di tahun 1998), Mokhsen Makmalbaf, dan banyak lagi, termasuk seorang sineas yang baru menghasilkan lima film tapi sudah melangkah ke banyak festival-festival berkelas internasional. He’s Asghar Farhadi.

A Separation’ atau ‘Jodái-e Náder az Simin’ yang baru saja keluar sebagai pemenang Best Foreign Language Film Oscar setelah Golden Bear Berlin Film Festival ke-61 dan Golden Globe barusan, juga sekaligus memperoleh rekor film Iran pertama yang memenangkan Oscar dan Golden Bear. Hype-nya sudah banyak terdengar sejak penghujung tahun lalu, dan Farhadi memang merupakan sineas art cinema atau Iranian new wave yang tak se-njelimet atau se-abstrak Kiarostami atau Makhmalbaf. Seperti Majid Majidi, ia jauh lebih komunikatif dalam kesederhanaan yang tak lantas jadi kelihatan absurd walau berada dalam pengkotakan yang sama. Sekilas, tema-tema pilihan mereka sesimpel hidup itu sendiri, sederhana secara teknis dan nyaris tanpa spark, namun pemirsanya akan larut dalam gelaran dialog-dialog panjang yang diterjemahkan seolah orang-orang di sekitar kita berkomunikasi secara sosial. Dan dibaliknya, ribuan gagasan tentang sebuah budaya hingga paradigma sudah menyatu sama kuat dengan konflik yang mereka gelar. Dalam ‘A Separation’, Farhadi menyorot ekses dari kehidupan keluarga yang goyah diambang sebuah perceraian atas masalah yang juga bukan berlebihan. Simple. Just like life itself.

Sebagai keluarga middle-class yang hidup di perkotaan Tehran dengan seorang putri berusia 14 tahun; Termeh (Sarina Farhadi ; putri sutradara Asghar Farhadi), Nader (Peyman Moaadi) dan Simin (Leila Hatami) tak punya pilihan selain bercerai saat Simin memutuskan untuk hengkang dari Tehran demi kehidupan lebih baik untuk Termeh. Pasalnya, Nader masih merasa memiliki kewajiban merawat sang ayah (Ali-Asghar Shahbazi) yang menderita penyakit Alzheimer dan tinggal bersama mereka. Alasan yang dianggap remeh oleh pihak pengadilan yang menolak permintaan Simin lantas mengharuskan mereka hidup terpisah. Simin kembali ke rumah orangtuanya, sementara Termeh tetap tinggal bersama Nader. Simin lantas merekomendasikan Razieh (Sareh Bayat), seorang wanita relijius dari daerah pinggiran yang tengah hamil untuk bekerja paruh waktu ditemani putri kecilnya membantu urusan rumah tangga sekaligus merawat ayah Nader. Benturan atas pemikiran Nader yang sudah selangkah lebih modern sebagai masyarakat kota mulai terjadi kala Razieh keberatan membawa ayah Nader ke kamar mandi, apalagi Razieh melawan aturan atas perlunya izin dari suaminya, Houjat (Shahab Hosseini), yang tengah berjuang membayar hutangnya pada kreditor. Konflik ini memuncak kala Nader mendapati ayahnya jatuh dengan satu tangan terikat ke tempat tidur atas kecerobohan Razieh meninggalkan rumah secara diam-diam. Kemarahan Nader yang sempat mendorong Razieh secara paksa keluar flatnya berujung pada sebuah tuntutan Houjat atas keguguran yang dialami Razieh. Nader yang mengaku tak tahu ia tengah hamil tetap membela diri selagi Simin mencoba mendamaikan dengan ganti rugi sepadan, dan Termeh terombang-ambing diantara kepercayaannya pada Nader. Sementara ini tak berarti Nader dan Simin membatalkan perceraiannya, dan Termeh pada akhirnya tetap harus memilih salah satu diantara keduanya.

Tak ada yang lebih baik dari sebuah film yang berhasil menempatkan komunikasi dialognya sewajar kehidupan sehari-hari tapi berpotensi luarbiasa membuat penonton terikat erat pada karakter dan konflik-konfliknya. Simpati, perduli sekaligus gregetan dengan emosi yang digelar sang filmmaker. Apa adanya dan tak pernah jadi berlebihan. Seperti Anda dulu jatuh hati pada kepolosan dua anak yang berjuang memperoleh kembali sepatunya dalam ’Children Of Heaven’-nya Majid Majidi, ’A Separation’ juga akan secepat itu menarik hati Anda sejak adegan-adegan awal digelar Farhadi. Saking nyatanya pengadeganan dan interaksi dialog antar karakternya yang masuk secara sempurna di tangan para pemerannya, tak pula digagas dengan teknik sinematis serba lebih namun punya detil sinematografi penting serta ultimately intimate pada tiap titik kesederhanaannya, Farhadi membuat tampilan ’A Separation’ nyaris seperti found footage yang jauh lebih nyata dari seabrek film-film found footage bergenre fantasi atau horor. Kita dibuat seolah tengah menyaksikan dokumentasi nyata dari sebuah kasus yang provokatif luarbiasa seperti pemirsa-pemirsa kepo yang kurang kerjaan namun tak bisa menahan mereka untuk terus mengikuti perkembangannya. Lengkap dengan sisi naif sebuah pola pikir dari keterkungkungan potret sebuah bangsa dan kepercayaan yang tak jauh-jauh juga dari kita. Sama seperti gambaran karakter-karakternya tanpa sisi hitam putih kontras namun selayaknya manusia biasa yang punya alasan dibalik setiap tindakan, kejujuran, kebohongan serta kecenderungan mereka mengikuti keputusan hati yang malah berujung ke titik dimana semuanya makin berantakan. Dan Farhadi merangkai kompleksitas isu dan kedalaman galian karakter itu dengan sebuah twist dan gelaran ending yang cukup nakal untuk memperjelas sisi abu-abu hati para karakternya tadi dengan sukses. So if you asked me, yes, ’A Separation’ absolutely adalah karya yang luarbiasa. Sayang memang, meski menang di kategori film berbahasa asing terbaik, ia harus mengalah pada ‘Midnight In Paris’ di kategori skenario asli yang sebenarnya jauh lebih unggul namun tak dimenangkan juri-juri AMPAS yang mungkin punya pertimbangan lain atas ketatnya persaingan dari kandidat yang pada dasarnya bagus-bagus itu. Masih tak percaya? Coba lihat ada berapa banyak list film terbaik tahun lalu yang mencantumkannya dalam urutan-urutan terhormat. Pada akhirnya, ia tak hanya bicara masalah ekses perceraian tapi melangkah jauh lebih dari itu. Ini adalah salah satu lagi bukti kekuatan sinema mereka. A footage of human hearts that simply stole yours, too. (dan)

~ by danieldokter on February 27, 2012.

3 Responses to “A SEPARATION (جدایی نادر از سیمین) : FOOTAGE OF HUMAN HEARTS”

  1. Dalam setiap film, skor pasti punya peran penting dalam membantu menyampaikan mood ke penonton, tapi pada film ini, meskipun (nyaris) tanpa skor, tetap bisa “mengakuisisi” mood penonton.

    Satu2nya yang terdengar sepanjang film,hanya suara siaran dari radio, baru kemudian ditutup pada credit title.🙂

  2. […] A SEPARATION […]

  3. […] A Separation (Iran) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: