SAFE HOUSE : A BUDDY ACTION THAT DIGS DEEPER

SAFE HOUSE

Sutradara : Daniel Espinosa

Produksi : Relativity Media, Stuber Productions, Universal Pictures, 2012

Some talents deserved to be noticed. Dan belakangan, agaknya semakin banyak yang datang dari luar Hollywood. Mungkin Hollywood memang lagi senang-senangnya mencari warna baru buat film-film mereka. Now meet Daniel Espinosa. I wouldn’t say duet Denzel Washington dan Ryan Reynolds bukannya tak berjasa menghidupkan film aksi ini. Tapi totalitas sesungguhnya, adalah milik Espinosa. Sutradara asal Swedia yang banyak mendapat pujian dari kiprahnya dalam ‘Snabba Cash’ / ‘Easy Money’, film Swedia tahun 2010 yang kini sudah siap untuk diremake Hollywood. Sekilas, ‘Safe House’ memang terlihat sebagai buddy-action biasa yang tak jauh dari film-film Denzel belakangan, yang sering mengkolaborasikannya dengan peran utama lain. But wait ‘til you watch this. Tak percuma rasanya produser Scott Stuber, yang selama ini lebih dikenal lewat serangkaian komedi mediocre-nya untuk melangkah ke genre aksi dengan Espinosa sebagai salah satu senjatanya. Semakin jarang rasanya kita disuguhi film-film aksi dengan teknologi minim namun intensitasnya sehebat itu. Dan bagi Denzel, ini penyegaran setelah kolaborasinya dengan Tony Scott semakin terasa monoton.

Selain agen-agen lapangan, CIA memiliki agen-agen muda yang ditugaskan sebagai ‘housekeeper’, menjaga rumah perlindungan (Safe House) mereka yang tersebar di segala penjuru. Tugas ini biasanya sangat membosankan tanpa kasus-kasus penting yang singgah kesana, dimana agen-agen ini kerap hanya menunggu. Begitu juga agen Matt Weston (Ryan Reynolds) yang bertugas di sebuah Safe House di Cape Town, Afrika Selatan. Namun Weston tak menyangka ia bakal kedatangan tamu penting yang bakal merubah segalanya. Orang itu adalah Tobin Frost (Denzel Washington), musuh negara yang merupakan mantan agen CIA yang membelot menjual rahasia-rahasia negara. Dalam sebuah serangan, Frost melarikan diri ke konsulat Amerika disana. Maka pimpinan CIA Harlan Whitford (Sam Shepard) segera memindahkan Frost bersama informasi penting yang dibawanya, ke Safe House terdekat di bawah pengawasan dua agen senior, mentor Weston, David Barlow (Brendan Gleeson) dan operative agent Catherine Linklater (Vera Farmiga). Namun interogasi yang ditangani agen Daniel Kiefer (Robert Patrick) di Safe House itu jadi kacau-balau saat Vargas (Fares Fares), tentara bayaran yang sebelumnya menyerang Frost juga menyusul kesana.Weston pun tak punya pilihan lain selain melarikan Frost sambil menunggu Barlow dan Linklater menjemput mereka kesana, namun ia dipecundangi hingga sempat kehilangan jejak Frost. Weston pun terpaksa membuka identitasnya ke calon istrinya, Ana Moreau (Nora Arnezeder) yang lantas disuruh ikut menghilangkan jejak. Namun Frost yang terlalu licin untuk terus ditahan ini akhirnya berhasil mengelabui Weston. Melalui seorang kontak Frost, Carlos Villar (Ruben Blades), Weston akhirnya berhasil menemukan Frost dan membawanya ke Safe House terdekat yang dijaga oleh agen Keller (Joel Kinnaman). Disini justru Weston menyadari bahwa dirinya sudah terjebak dalam peringatan Frost sebelumnya, diantara agen-agen yang tak lagi bisa dipercayanya sebagai kawan atau lawan.

Meski masih belum melepas typecast-nya sebagai karakter penuh wibawa, Denzel Washington tetap muncul dengan kharismanya sebagai Tobin Frost yang tenang tapi menghanyutkan dibalik ketangguhan mantan agennya. Ryan Reynolds pun terlihat bagus saat bisa melepas atribut rebel-nya yang cenderung penuh humor. Ekspresinya di sepanjang film memerankan agen idealis yang dilanda kepanikan luarbiasa saat termakan ke-naif-annya sendiri menyatu dengan chemistry yang erat bersama Denzel Washington. Pemeran pendukungnya pun tak sekedar memasang nama mereka sebagai karakter tak penting. Gleeson, Farmiga berikut Shepard, masing-masing bermain dengan kualitas nama mereka. Namun ‘Safe House’, tak lantas jadi sebuah buddy movie kombinasi aktor hitam-putih yang rata-rata cheesy penuh komedi seperti biasanya. Sejak awal, tampilan seriusnya sudah terlihat bersama adegan aksi yang digelar Espinosa bersama tight editing dari Rick Pearson, editor langganan Paul Greengrass  (‘United ’93‘, ‘The Bourne Supremacy‘)yang juga membesut editing ‘Quantum Of Solace’. Shot-shot dinamisnya juga mengalir mengantarkan peningkatan intensitas menuju twist-twist kecil yang meski tertebak tapi tetap terasa menarik, tanpa perlu polesan CGI atau ledakan-ledakan eksplosif sebagai resep baku film aksi. Hanya dengan meletakkan sedikit baku tembak dan kejar-kejaran action klasik, Espinosa sudah berhasil menunjukkan kelasnya meracik sebuah film aksi. A buddy action that digs deeper. (dan)

About these ads

~ by danieldokter on February 29, 2012.

One Response to “SAFE HOUSE : A BUDDY ACTION THAT DIGS DEEPER”

  1. [...] Safe House [...]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 6,307 other followers

%d bloggers like this: