BATTLESHIP : A FUN CRAP NAMED BLOCKBUSTERS

BATTLESHIP

Sutradara : Peter Berg

Produksi : Hasbro, Bluegrass Films, Film 44, Universal Pictures, 2012

Yep. Many people hates Michael Bay now. Tak perduli bagaimana dulu ia membuat semua haters itu terhanyut berulang-ulang menyaksikan ‘The Rock’. ‘Bad Boys’, ‘Armageddon’, or yes, film pertama ‘Transformers’ dengan ketakjuban luar biasa pada sebuah gelaran action dalam perwujudan sebuah blockbuster Hollywood yang penuh hingar-bingar, dan mengomel saat ‘The Island’ tak punya bombastisme action sekencang yang lain. Entah trend film dan penonton yang sudah berubah jadi ‘makin pintar’, belakangan ini, yang jelas, setelah Bay menekan gas lebih dalam lagi menyajikan hingar-bingar itu, cemoohan terhadapnya mulai datang bertubi-tubi. Like ‘Bay this and Bay that’, in negative ways. Tapi Bay tak pernah perduli. Dia tahu bahwa penonton, bahkan haters sekalipun, entah dengan suatu pengharapan bahwa Bay akan berubah, tetap akan datang ke bioskop untuk menonton film-filmnya. Dan box office records, tetap jadi bukti yang solid.

So yes, ‘Battleship’, yang diangkat dari naval boardgame konvensional Hasbro serta sudah berkali-kali diadaptasi menjadi game elektronik yang lebih canggih itu, memang dari jauh-jauh hari digagas Peter Berg dengan nafas sama. Berg yang awalnya adalah seorang aktor (if you remembered Wes Craven’s ‘Shocker’ atau kiprahnya di serial ‘Chicago Hope’) dan mulai menarik perhatian lewat penyutradaraannya di black comedy ‘Very Bad Things’ yang inovatif sebelum berpindah ke ranah blockbusters dengan ‘The Rundown’, ‘Hancock’, serta ‘The Kingdom’,  juga mengaku bahwa pendekatan yang digunakannya akan tak jauh beda dengan Michael Bay. Blockbuster Hollywood murni dengan satu tujuan. Pure fun, no matter how mindless it could be, dengan bujet pembuatan yang hampir seluruhnya juga dihabiskan ke sisi teknis untuk gempuran efek spesial tak tanggung-tanggung, hingga sekitar 200 juta dolar AS. Penggemar game-nya jelas akan punya ekspektasi berbeda dengan penonton yang sekedar mencari hiburan. Dan para haters, even with warnings that this is gonna be Bay-like blockbuster, kenyataannya, tetap ada di barisan terdepan penonton sejak jadwal penayangannya yang lebih dulu di wilayah Asia, termasuk Indonesia. Ah, anyway, Berg sudah memberi janji terhadap dua kategori penonton tadi, dan bukan yang datang dengan ekspektasi berbeda. Termasuk mengajak RnB sensation Rihanna beraksi sebagai prajurit jagoan di tengah ensembel castnya yang lumayan menjanjikan, namun menyisakan ujian bagi Taylor Kitsch setelah ‘John Carter’.

Menjadi adik dari seorang Commanding Naval Officer Stone Hopper (Alexander Skarsgård), Alex Hopper (Taylor Kitsch) yang urakan dan tak punya kerjaan tak bisa menolak keputusan sang kakak merekrutnya ke US Navy saat ulahnya mendapatkan chicken burrito demi menarik perhatian Samantha (Brooklyn Decker) berujung kacau. Pasalnya, selain harus berurusan dengan polisi, Samantha ternyata merupakan putri Admiral Shane (Liam Neeson), atasan Stone. Namun menjadi seorang marinir berpangkat Letnan tak lantas merubah sifat Alex. Dalam kompetisi tahunan RIMPAC yang melibatkan marinir seluruh dunia, ia kembali membuat ulah, berseteru dengan Kapten Nagata (Tadanobu Asano), Commanding Officer dari Kapal Tempur Myoko, Jepang. Akibatnya Stone pun tak bisa berbuat apa-apa ketika satuannya berniat mengeluarkan Alex, namun di saat yang sama, di tengah kompetisi naval itu berlangsung, sebuah serangan dari Planet G yang sejak lama disinyalir para ilmuwan memiliki bentuk kehidupan lain muncul ke depan mereka. Alex pun jadi satu-satunya harapan para marinir lain di saat kapal perang lain berhasil ditenggelamkan, untuk menggempur armada alien sekaligus menyelamatkan bumi dari kehancuran.

Selayaknya ‘Transformers’ dan mindless blockbuster lain yang menjual hingar-bingar aksi dan efek spesial hi-tech ala Hollywood dan Michael Bay itu, ‘Battleship’ sejak awal memang tak menyuguhkan plot berarti buat penonton yang datang dengan ekspektasi berlawanan. Karakterisasi tak penting serta dipenuhi dialog-dialog super cheesy dari duo penulis Jon dan Erich Hoeber itu pun sebenarnya sudah cukup membuat para haters mundur dari scene-scene awalnya. Tanpa benang merah jelas, tak konsisten serta sama ridiculous di tiap dialognya. But then again, ini bukan tujuan Berg membesut ‘Battleship’. Menu utamanya adalah sebuah pameran aksi dan efek spesial yang eksplosif, dan mau seberapa cheesy karakter-karakter serta dialog yang muncul ke layar, hanya ada dua tujuan untuk kompromismenya. Penggemar game, dan penonton yang datang untuk menyaksikan seru-seruan sebuah sci-fi action. Dan Berg sudah berhasil menyelipkan beberapa informasi penting dalam nafas game-nya ke dalam scene-scene pertempuran itu ; beberapa bentuk kapal perang battleship dan destroyer, tampilan rudal atau misil-misil yang berbeda serta penggunaan koordinat dibalik strategi taktikalnya, sekaligus membombardir aksi seru dan efek spesialnya (sebagian besar dikerjakan oleh tim ILM/Industrial Light And Magic -nya George Lucas) dalam kadar ‘over the top’ seperti yang dijanjikannya. Lengkap pula dengan skor Steve Jablonsky yang sangat mengingatkan ke ‘Transformers’ yang juga garapannya. So yes, in those terms, ‘Battleship’ tampil sebagai penerjemahan fantasi yang cukup solid dari boardgame simpel dengan pulpen dan kertas belaka. Just like what you (di luar para haters, tentunya) wish to see.

Tak ada juga yang salah di departemen aktingnya dalam konteks yang sama, yang lebih membutuhkan tampilan komikal ketimbang arthouse performance.  Chemistry dan karakter-karakter sampingan yang mampu mencuri perhatian dari sebaris bintang utamanya sudah cukup untuk membuatnya berjalan konsisten dengan mindless action tadi. Taylor Kitsch, boyscout baru Hollywood itu menerjemahkan turnover karakternya dengan cukup meyakinkan, Skarsgård tampil pas sebagai kakak bijaksana dengan chemistry kompak ke Kitsch, Neeson sebagai admiral penuh wibawa meski porsinya tak terlalu banyak, Brooklyn Decker yang menjual keseksian ala selatannya, hingga Rihanna yang diplot dalam debutnya sebagai heroine tangguh mirip Michelle Rodriguez di ‘Avatar’, walau posturnya sedikit terlalu mini sebagai seorang marinir. Sejumlah pemeran pendukungnya juga mampu mencuri perhatian dari Tadanobu Asano, John Tui sebagai Beast, naval officer berbadan gede, Jesse Plemons dari ‘Friday Night Lights’ yang sering disebut sebagai kembarannya Matt Damon, Gregory D. Gadson sebagai prajurit Mike Canales yang berkaki robot (aslinya adalah US Army Colonel yang pernah bertugas ke Kuwait dan Afghanistan) hingga veteran-veteran WWII yang muncul di kapal legendaris USS Missouri. So yes, some of you may consider things like these as craps, but in blockbuster ways, this is a fun one. I’d say, Peter Berg sudah memilih jalur terbaik untuk menuangkan atmosfer game-nya ke layar lebar. Selebihnya, hanya tergantung pada ekspektasi Anda. (dan)

~ by danieldokter on April 11, 2012.

One Response to “BATTLESHIP : A FUN CRAP NAMED BLOCKBUSTERS”

  1. […] Battleship […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: