THE COLD LIGHT OF DAY : A NOT SO BAD PUBLIC FRAUD

THE COLD LIGHT OF DAY

Sutradara : Mabrouk El Mechri

Produksi : Intrepid Pictures & Summit Entertainment, 2012

Once in a while, sebuah film bisa seakan-akan muncul entah darimana. Kalau skala produksinya kecil, taraf kualitasnya ‘straight to video’ dan cast-nya ‘you don’t know who’, wajar saja. Tapi ini berisi nama-nama yang sangat menjual. Ah, agaknya memang ini sudah zamannya, dimana nama besar cast dan crew itu tak lagi harus berarti sebuah blockbuster, meski ini juga bukan produksi indie kecil-kecilan yang sama sekali tak komersil ataupun berbau-bau award. Sisi baiknya, bagus atau jelek, penonton di luar AS biasanya mendapat kesempatan untuk menyaksikannya jauh lebih cepat, sementara rilisnya di AS, yang notabene negara asal produksinya, bahkan bisa terancam sangat terbatas atau langsung ke home video. Sedikit banyak miris juga melihat nama-nama yang masih menjamin jualan mereka ikut serta di dalamnya, tapi toh ini sebuah pilihan, kebutuhan finansial, atau bahkan mungkin juga eksplorasi. So jangan heran bila nama segede Bruce Willis rela-relanya dipatok jadi  sebuah selling point. Toh ia juga mau tampil di film-film lain yang jauh lebih kacau seperti ‘Catch 44’ atau ‘The Setup’. Public fraud? Bisa jadi.

Tapi ‘The Cold Light Of Day’ tak hanya punya Bruce Willis seorang. Ada Henry Cavill yang masih terus menjalani ujiannya setelah gagal di ‘Blood Creek’ dan ‘The Immortals’ sebelum menjadi ‘The Man Of Steel’ di franchise terbaru Superman tahun depan, Sigourney Weaver yang kembali tampil dengan aura aksi-aksiannya, aktor aksi Perancis Roschdy Zem serta sutradara Perancis asal Tunisia yang dipuji-puji atas kiprahnya membawa sisi lain seorang Jean Claude Van Damme dalam ‘JCVD’ tempo hari. Oh ya, salah satu penulisnya juga punya kredit cukup baik. Richard Price, novelis dan screenwriter yang sebelumnya sudah terlibat di film-film bagus seperti ‘The Color Of Money’, ‘Sea Of Love’, ‘Ransom’, ‘Shaft’, ‘Mad Dog And Glory’, hingga ‘American Gangster’ (uncredited) bahkan konseptor klip panjang Michael Jackson, ‘Bad’. Novel-novelnya juga sudah banyak diangkat ke layar lebar, dari ‘The Wanderers’, ‘Clockers’, dan ‘Freedomland’ diantaranya. So ok, ini rasanya pasti tak bakal hanya jadi sekedar sampah.

Will Shaw (Henry Cavill) yang menyusul keluarganya yang tengah berlibur di Madrid sebenarnya merasa terpaksa, apalagi perusahaan tempatnya bekerja mengalami kebangkrutan di tengah liburan itu. Ia juga tak pernah cocok dengan ayahnya, Martin (Bruce Willis) yang selalu berlaku keras padanya. Namun Will tak menyadari rahasia dibalik pekerjaan sang ayah sampai ia mendapati ibu serta saudara dan iparnya jadi korban penculikan plus sebuah bonus, wanita misterius bernama Lucia (Veroncia Echegui). Sekarang Will terjebak di tengah-tengah konspirasi tingkat tinggi, diantara rekan ayahnya, Joanne (Sigourney Weaver) yang berseberangan dengan Zahir (Roschdy Zem), orang Israel yang memimpin pasukan bersenjata lengkap. Dan ia harus mengambil keputusan tepat untuk bisa menyelamatkan keluarganya.

Premis action thriller spionase penuh twist berlapis yang sedikit punya nuansa mirip ‘Bourne Identity’ bercampur ‘Teen Agent/If Looks Could Kill’, karakter utama yang berada di tempat dan waktu yang salah ini sebenarnya sudah tampil menarik dengan pemaparan cukup rapi. Selipan adegan-adegan aksi dan kejar-kejaran yang cukup real dan menghentak dibalik gaya penyutradaraan Mabrouk yang tak jauh dari tone ‘JCVD’, shakycam yang merekam chaos demi chaos dengan cukup intens, juga hadir dengan solid. Namun sayangnya penampilan Cavill dengan aksen Amerika-nya, Weaver yang lumayan showstealer tapi tak cukup femme-fatale, Zem yang tak diberi ruang lebih untuk beraksi hingga Willis yang kelewat terbatas, semuanya hadir serba tanggung. Bahkan Veronica Echegui, pendatang baru yang punya latin sex-appeal sekelas Gal Gadot atau Genesis Rodriguez tak terekspos dengan cukup, dan ini akan lebih parah ke penonton yang datang dengan ekspektasi tinggi ke nama Bruce Willis. ‘The Cold Light Of Day’ malah lebih terjebak lagi ke segmen-segmen ceritanya yang meski sah saja, namun percayalah, bukan yang diharapkan banyak penontonnya. So be it. Di sisi action dan thriller spionasenya, ‘The Cold Light Of Day’ memang punya amunisi cukup eksplosif dari penyutradaraan Mabrouk, namun tampilan nama-nama gede itu tak muncul memberikan kepuasan sebesar yang diharapkan. Penipuan publik? Hanya sekelas medioker? Terserah Anda, tapi ‘The Cold Light Of Day’ jelas tak juga sejelek itu. (dan)

~ by danieldokter on April 24, 2012.

One Response to “THE COLD LIGHT OF DAY : A NOT SO BAD PUBLIC FRAUD”

  1. […] In The Cold Light Of Day […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: