THE WITNESS : THIS AIN’T NO JINX

THE WITNESS

Sutradara : Muhammad Yusuf

Produksi : Skylar Pictures & GMA Films, 2012

Speaking of Skylar Pictures, lupakan ‘Jinx’ (2010), produksi layar lebar perdana mereka yang juga disutradarai Muhammad Yusuf. Meski kita sadar mereka mencoba mendobrak genre perfilman nasional, hasil film itu tak lebih baik dari karya indie pemula yang terlalu banyak menyelipkan scene yang mubazir dalam gaya penceritaannya yang terbata-bata. Lupakan juga ‘Tebus’, juga disutradarai Yusuf, yang meski belum cukup baik, digembar-gemborkan sebagai thriller Indonesia pertama bahkan mereka tak tanggung-tanggung menawarkan 100 juta rupiah untuk orang yang berani mengkritiknya. ‘Surat Kecil Untuk Tuhan’, terobosan mereka selanjutnya, adalah kasus lain yang merupakan permainan aman untuk memperoleh kredit lebih, dan berhasil mengakrabi sebagian besar penonton kita yang suka terpancing dengan akting penuh rengekan terhadap tema-tema tragedi keluarga. Sekarang, Skylar melebarkan sayapnya dengan sebuah produksi joint venture, yang menurut sebagian produser merupakan trik pemasaran yang jauh lebih aman setelah dibuktikan oleh beberapa film. Salah satu kerjasama yang mulai berkembang sekarang adalah Filipina, mengingat produk-produk lama dan selera penonton mereka juga tak jauh beda dengan sinema kita. However, mau bagaimanapun hasilnya, tampang-tampang rupawan artis kita memang masih sangat menjanjikan untuk dijual ke wilayah Asia. Itu kenyataan.

So here comes ‘The Witness’, produksi joint venture Skylar dengan GMA Films Filipina, yang memasang aktris teve mereka, Gwen Zamora, sebagai bintang utamanya. Dua kesalahan pertama memang agaknya sudah membuat Muhammad Yusuf belajar lebih banyak, dan meski belum sempurna, mari menganggapnya sebagai sebuah sisi baik. Sebelum peredarannya disini, ‘The Witness’ sudah lebih dulu diedarkan di Filipina, dan memperoleh resepsi yang rata-rata baik serta hasil box office yang sangat lumayan pula. Dan Yusuf, masih tetap tak beranjak dari kombinasi tema yang digunakannya di dalam ‘Tebus’. Bangunan dasarnya adalah sebuah thriller, namun ada sempalan drama, action hingga horor di dalamnya. Soundtrack berikut dua theme song-nya juga memakai band Filipina yang cukup dikenal disana, ‘Before I Die’ dan ‘Aurora’ dari Pika Airplay dan Izzal Peterson, berikut versi promosi ‘Before I Die’ yang juga dinyanyikan biduan Filipina, Derrick Monasterio.

Angel Williams (Gwen Zamora), asisten manager sebuah hotel yang baru saja pindah dari Manila ke Jakarta seketika dihadapkan ke sebuah tragedi berdarah dari seorang lelaki yang datang untuk membantai seluruh keluarganya dengan sebuah senapan laras panjang. Angel yang juga ikut terluka parah akhirnya mulai menelusuri tragedi itu setelah ia sadar, dari serangkaian visi yang seakan terus-menerus memberikan petunjuk padanya. Namun ini sekaligus berarti Angel harus menghadapi ketakutannya untuk berhadapan sekali lagi dengan sang pembunuh.

 

Usaha Beby Hasibuan yang juga menulis skenario ‘Tebus’ dan ‘Surat Kecil Untuk Tuhan’ untuk mengkombinasikan tampilan permukaan ‘The Witness’ berupa thriller-slasher dengan drama dan sedikit unsur supranatural sebagai latarnya agaknya bisa dibilang cukup rapi. Tak bermain-main dengan twist ‘whodunit’, Beby lebih memilih untuk memaparkan motif yang bisa membuatnya leluasa menyempalkan sisi supranatural meski sedikit menjadi terlalu draggy di second act-itu, sementara bagian dramanya meski tak jauh dari klise-klise otak penulis kita dalam menciptakan konflik tapi cukup well-blended  tanpa harus jadi overloaded. Toh di bagian-bagian akhir ia bisa kembali dengan feel thriller yang menghentak.

 

Penyutradaraan Muhammad Yusuf juga cukup jauh mengalami perbaikan dibanding film-film sebelumnya. Storytelling-nya cukup baik dan mengundang rasa penasaran, pace di awal dan akhirnya terasa efektif, dan yang terpenting, tak seperti ‘Tebus’ yang pupus entah kemana, empati yang dibangunnya ke karakter-karakter dalam ‘The Witness’ bisa tersambung dengan baik pada penonton untuk perduli nasib mereka satu-persatu. Untuk sebuah thriller, ini adalah unsur yang paling dibutuhkan agar part-part suspense-nya bisa memancing emosi penonton, and somehow I’m sure, ditambah dengan sound shotgun yang terhandle cukup rapi tanpa desingan tak wajar seperti biasanya film-film kita, penonton akan merasa gregetan terutama di pembuka dan klimaks film ini ketika Gwen menghadapi si pembunuh.

Di departemen akting, pendukung-pendukungnya juga bermain dengan cukup baik. Gwen Zamora meskipun lebih terkesan menonjolkan tangis dan teriakan namun porsi aktingnya cukup pas, and the point is, ia bisa membawa pesonanya sebagai main role tampil ke depan, begitu juga dengan Kimberly Ryder. Agung Saga yang sebelumnya bermain cukup lumayan dalam D’Love juga berchemistry cukup baik dengan Kimberly, dan Pierre Gruno yang kali ini mendapat porsi lumayan besar juga memerankan turnover karakternya dengan pas. Hanya Feby Febiola dan Marcellino Lefrandt yang terkesan muncul hanya sebagai tempelan kurang berarti.

Jadi begitulah. Kombinasi genre dalam ‘The Witness’ mungkin belum lagi hadir benar-benar pas tanpa cacat, namun blending racikannya sudah jauh lebih lumayan dari produk-produk Skylar lainnya secara sinematis. Dan kenyataan bahwa genre utamanya adalah sebuah suspense thriller, tak bisa disangkal, bekerja dengan cukup baik di first dan final act-nya. Ini berarti tim Skylar sudah belajar membenahi kekurangan mereka sejajar dengan ambisinya membawa perpaduan genre yang berbeda, dan itu bagus. Semoga karya-karya berikutnya bisa semakin baik lagi. (dan)

 

~ by danieldokter on April 26, 2012.

2 Responses to “THE WITNESS : THIS AIN’T NO JINX”

  1. Where can I download the soundtrack of the movie? particularly “Aurora” by Pika airplay. thanks.

  2. […] The Witness […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: