THE AVENGERS : MARVEL KNOWS HOW

THE AVENGERS

Sutradara : Joss Whedon

Produksi : Marvel Studios, Paramount Pictures, 2012

Dalam sejarah sinematis, ini adalah ‘dreams come true’. Sejak mereka mulai merajut benang merahnya dari ‘Iron Man’, kita semua tahu bahwa Marvel tak lagi main-main dengan ambisi mereka menyatukan dream team ini. The Earth’s Mightiest Heroes. Walau sempat tergelincir di ‘Hulk’ –nya Ang Lee atas desakan Columbia yang ingin menoreh film superhero sentimentil berkelas Oscar namun gagal total, plus ‘X-3: The Last Stand’ yang memuakkan atas blunder Brett Ratner itu, Marvel belajar. Dan mereka sudah menggulirkan konsep ‘crystal clear’ di tiap franchisenya. Setia pada atmosfer komik, ke karakternya, dan overall, setia pula ke atmosfer superhero-nya.

Dan tak ada yang lebih sempurna dari pilihan cast masing-masing, meski Edward Norton lantas digantikan Mark Ruffalo yang awalnya banyak dicerca akibat fisiknya yang tak mirip Bruce Banner. Aroganisme nyeleneh Tony Stark yang begitu solid di tangan Robert Downey, Jr., Thor’s gods charisma dari postur kokoh dan glam hair Chris Hemsworth, hingga boyscout leadership Steve Rogers oleh Chris Evans. Jangan lupa juga Black Widow-nya Scarlett Johansson serta Hawkeye, yang dibawakan Jeremy Renner dengan porsi scene-stealing cukup besar sejak muncul di ‘Thor’, plus agen-agen S.H.I.E.L.D.; Nick Fury-nya Samuel L.Jackson yang dengan sukses merubah fisik tokohnya hingga ke komik, agen Coulson (Clark Gregg) yang sudah berkali-kali tampil jadi benang penyambung masing-masing franchisenya. And Joss Whedon sebagai penggagas dari skenario yang ditulisnya bersama Zak Penn hingga ke kursi sutradara? Oh yeah, you wish! Tak seperti DC yang masih terus meraba-raba konsep dengan tiruan sana-sini plus ke produk mereka sendiri, Marvel sudah sukses memberi garis batas warna-warni karakter untuk akhirnya disatukan ke sebuah universe yang sama. Marvel knows how. They just know how.

Serangan Loki (Tom Hiddleston), saudara Thor (Chris Hemsworth) dari Asgard untuk menguasai sumber energi Tesseract yang terbuang ke bumi demi membuka portal invasi bagi alien-alien Chitauri yang berkolaborasi dengannya membuat Nick Fury (Samuel L.Jackson) dari S.H.I.E.L.D. memutuskan untuk mengaktifkan program Avengers Innitiative. Apalagi Loki berhasil menyeret agen Clint Barton aka Hawkeye (Jeremy Renner) dan ilmuwan Dr. Erik Selvig (Stellan Skarsgård) dengan kekuatan Tesseract itu. Agen Natasha Romanoff aka Black Widow (Scarlett Johansson) pun dikirim untuk merekrut Dr. Bruce Banner aka Hulk (Mark Ruffalo) dalam pengasingannya, selagi agen Coulson (Clark Gregg) dan Nick Fury merekrut masing-masing Tony Stark aka Iron Man (Robert Downey, Jr.) dan Steve Rogers aka Captain America (Chris Evans) yang baru terbangun dari tidur panjangnya membeku di lapisan es. Maka superhero-superhero ini pun harus bekerjasama melacak keberadaan Tesseract sekaligus menghentikan serangan Loki di tengah adaptasi instan mereka ditambah Thor yang bergabung untuk membawa Loki kembali ke Asgard. Menggunakan kelebihan dan juga mengatasi alterego satu sama lain, sementara pihak pemerintah sudah menggaris deadline peluncuran nuklir buat menghadapi invasi itu. Avengers Assemble!

So, Welcome 2012 Summer Movies! Dalam salah satu deretan proyek-proyek paling menjanjikan di musim panas 2012 (minus ‘Battleship’ yang sudah lebih dulu hadir di sebagian Asia), ‘The Avengers’ sudah siap memuntahkan amunisi atas ambisi panjang melewati franchise dan sekuel demi sekuel itu. Proses mulai pre-produksinya tak main-main, dari pemilihan cast, sutradara, penulis berikut kru hingga menggamit sampai seabrek perusahaan efek spesial, dari Digital Domain, WETA Digital sampai ILM (Industrial Light & Magic)-nya George Lucas. Kesuksesan ‘Iron Man’-‘Iron Man 2’, ‘Thor’ yang awalnya diragukan di tangan Kenneth Branagh tapi berhasil membawa atmosfer mitologinya ke set modern, proses leadership yang jelas tergambar dalam ‘Captain America’ termasuk ‘The Incredible HulkLouis Leterrier yang sudah membuang jauh versi Ang Lee ke junk bin paling dasar, pun harusnya sudah membuat kita semua tahu bakal seperti apa penggabungannya. Marvel, paling tidak, tak mencoba terlalu dalam menggali sisi humanisme karakternya. Kualitas ‘super’ mereka tampil se-‘super’ mungkin, dalam atmosfer komikal yang sangat jelas. Dengan kostum (seperti yang tampil dalam salah satu dialog Captain America yang rasanya tak sekedar mau bercanda namun penuh sindiran ke trend humanisme superhero yang ada sekarang). Dengan senjata. Dengan sisi fun luarbiasa gede. Bukan sekedar tampang rusak dengan wardrobe orang biasa. And there, di tangan Joss Whedon sebagai pemersatu yang kita tahu juga tepat dengan visi fantasi tanpa kompromi, ‘The Avengers’ sudah dengan sendirinya tampil solid.

So how about the ‘Transformers’ similar plot? Ah, tak usah jauh-jauh. Jauh sebelum ‘Transformers’, komik ‘The Avengers’ sudah menggagas hal yang sama. Mereka justru lebih dulu meskipun adaptasinya tampil belakangan. Apapun alasannya, Whedon sudah membiarkan kita menelusuri dengan detil satu-persatu proses itu di masa putar keseluruhan lebih dari dua jam sebelum akhirnya menggempur klimaks panjang rumble ‘The Avengers’ vs Loki dan alien-alien Chitauri di tengah kehancuran kota sebesar ekspektasi terhadap kolaborasi special effects companies-nya. Sempalan humor yang diselipkan Whedon bersama berbaris punchlines khas komiknya dengan ampuh  juga terasa segar luarbiasa. Walau 3D konversinya tak tampil kelewat dahsyat, you’ll have no other options than to cheer out loud, clapping your hands dan screaming for more right to the very end.

Then about the casts, semua tampil dengan kesetiaan penuh pada karakterisasi mereka di film-film sebelumnya. Porsinya seimbang, tak saling menutupi, tapi tampil dengan perfectly blended chemistry. Whedon terlihat paham sekali dimana letak kelebihan masing-masing dan ia mengatur gasnya dalam posisi yang pas dengan masih menyisakan segmen-segmen yang makin menjelaskan kenapa Steve Rogers aka Captain America layak jadi pemimpin para superhero ini, lengkap dengan penggalan skor Alan Silvestri di ‘Captain America’. Yang berpotensi menjadi scene-stealer termasuk Scarlett Johansson, Clark Gregg and yes, Jeremy Renner, juga diberikan potensi scene-stealer makin besar. Tom Hiddleston pun tampil solid sebagai villain utama dengan karakterisasi yang lebih berkembang dari ‘Thor‘.  Namun tak ada yang lebih baik dari Mark Ruffalo yang sebelumnya banyak disangsikan menggantikan posisi Norton. Lupakan Eric Bana dengan postur Banner yang pas tapi bingung menerjemahkan karakternya di ‘Hulk’ versi Ang Lee. Melebihi Norton yang sesekali masih lebih kelihatan sedikit psycho dan kelewat depresif di ‘The Incredible Hulk’, Ruffalo, meskipun postur berikut rambut ikalnya sangat tidak seperti Bruce Banner, tampil dengan awkwardness Banner yang sudah lama kita tunggu-tunggu. Porsi Hulk juga jadi faktor paling fun seperti penggalan trailer percakapan Stark dengan Loki yang memorable itu, dengan suara yang diisi oleh Lou Ferrigno, pemeran asli versi adaptasi serial TV-nya yang legendaris. Jangan lupa juga Samuel L. Jackson sebagai pentolan S.H.I.E.L.D, Nick Fury, yang meski tak dibiarkan banyak beraksi di tengah rumble tapi membawa kualitas mirip ‘M’-nya James Bond dalam menangani The Avengers, Paul Bettany yang kembali menyuarakan Jarvis, Gwyneth Paltrow sebagai Pepper Potts, and above all, Cobie Smulders sebagai agen Maria Hill yang bakal jadi lebih besar dari peran-peran sampingan setelah ini. Pemeran serial TV ‘How I Met Your Mother’ dan pernah dikandidatkan Whedon untuk adaptasi film ‘Wonder Woman’ yang belum berlanjut hingga sekarang ini juga mampu mencuri layar diantara penampilan senior-seniornya.

So yes, dalam kualitas adaptasi komik superhero, filmis dan teknologi efek spesial serta fun factor-nya yang menghentak, ‘The Avengers’ sudah tampil sangat dahsyat bahkan melebihi ekspektasi lewat sempalan penuh thrill yang digagas Whedon. Semoga hype-nya tak padam di tengah gempuran penonton trend yang masih menunggu-nunggu satu-satunya andalan DC lewat akhir trilogi ‘The Dark Knight’ nanti, karena assemble ini belum bakal berakhir disini lewat after credits scene yang sudah menjelaskan villain barunya, salah satu karakter villain komik-komik Marvel yang paling ditunggu-tunggu, sebelum themesong ‘Live To Rise’ dari Soundgarden bergulir. Now fasten your seatbelts, and get ready for the bang and boom! Marvel knows how. They really know how. (dan)

~ by danieldokter on May 5, 2012.

12 Responses to “THE AVENGERS : MARVEL KNOWS HOW”

  1. Di saat Marvel mengadaptasi komiknya ke film lewat Marvel Cinematic Universe, DC masih berkutat di “gotham” “metropolis” “coast city” bla bla…. Konsep MCU ini membuat adaptasi komik ke film menjadi lebih nyaman, tanpa melukai para fan boy. Adakah perbedaan antara film The Avengers dengan versi komiknya? Banyak, dan cukup signifikan. Namun, MCU menjawab semua itu. Sebagai contoh, versi komik-nya seharusnya ada tokoh Wasp & Ant-man, Captain America baru muncul di edisi #4 Avengers, Hawkeye bukan agent SHIELD dsbnya. Semua itu dijawab dg konsep MCU, proyek ambisius Marvel, yang menjelaskan bagaimana Avengers versi film ini tetap bisa berjalan dan tidak menyimpang dari komiknya.
    Selengkapnya, mengenai timeline MCU bisa dilihat di 2 situs berikut:
    http://marvel-movies.wikia.com/wiki/Earth-199999
    http://www.tiki-toki.com/timeline/entry/5395/A-Marvel-Cinematic-Universe-Timeline/

    Konsep yg mirip dg Star Trek -nya JJ Abrams, yg menggunakan konsep alternate universe. Kedua universe dapat berjalan berdampingan dan tidak merusak pakem atau kanon Star Trek itu sendiri

  2. sebuah film konyol dimana 6 superhero melawan 1 orang yang jelas2 sudah pernah dikalahkan oleh salah SATU superhero tersebut….. Sebuah KEKONYOLAN YANG FANTASTIS !!! menurut saya film ini tidak lebih sebagai ajang reuni superhero saja.. dan ajang pengumpulan dana dari pendapatan box office….

  3. @Ferry : tuh. Marvel Fanboy angkat suara🙂 hehehe. MCU.

    @Hendra : I guess youre just not a fanboy. wajar kalo pendapatnya beda, point of viewnya pasti juga akan beda🙂

  4. Saya pencnta komik DC, dan sangat jarang menyentuk komik2 Marvel, kecuali Civil War yang membuat saya mulai melirik Marvel. Lalu muncullah film2 Marvel paska X Men Trilogi yang membuat saya semakin jatuh hati dgn Marvel.

    Saya mengikuti mulai dari Hulk (Edward Norton), Ironman 1 & 2, Thor dan Captain America. Puncak penasaran saya ada di akhir film Captain America, rasanya tak sabar menanti proyek The Avengers. Yang akhirnya, film ini dirilis dan saya menonton berulang2…betapa jeniusnya Marvel merangkai proyek ini sudah dari bertahun2 yang lalu. Jenius, proposional, sangat menghibur…dan mimpi yang menjadi kenyataan! Saya berani katakan film ini akan menggeser posisi Harpot 7B di jajaran world wide box office all time. Congrats Whedon and Marvel. Really really good job!

  5. Menangnya Marvel, adalah mereka punya Marvel Cinematic Universe, untuk ngebangun konsep yg solid. DC, berpegang dari satu kesuksesan baik dari mereka atau yg lain untuk kemudian ditiru2. makanya satu-dua aja yg berhasil, itupun seringnya, tidak fans-friendly. Marvel berdiri diatas konsep yg seimbang. menyenangkan non fans, tapi tak mengorbankan fans mereka. truth🙂

  6. […] THE AVENGERS […]

  7. […] The Avengers […]

  8. […] THE AVENGERS – Janek Sirrs, Jeff White, Guy Williams and Dan Sudick […]

  9. […] THE AVENGERS – Janek Sirrs, Jeff White, Guy Williams and Dan Sudick […]

  10. the avengers 1& 2 sangat bagus secara overall, tapi sayang kostum capt america kurang menggambarkan sosok yg kuat, lebih mirip kostum buatan para cosplay amatir, jauh lebih bagus konsep kostum dalam comicnya.

  11. Memang bnyak perbedaan utk versi komik dan live action,,,tp semua diramu dg baik,hingga karakter tiap superhero terlihat saling melengkapi,klo utk kekurangan,semua karya pasti ada kekurangan,tp semua itu wajar asal tdk trlalu parah…good luck dan kpn the avenger 2 akan rilis,udah ga sabar……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: