LOCKOUT : LOCK, LOADED AND LAUGH

LOCKOUT

Sutradara : James Mather, Stephen StLeger

Produksi : Europa Corp, Canal Plus, Open Road Films, 2012

Here’s the first question. Seberapa menariknya sih premis film ini sampai begitu menarik perhatian seorang Luc Besson untuk membawanya ke layar lebar? Seorang jagoan yang berusaha membersihkan nama. Penjara luar angkasa dengan sekuriti super ketat. Putri presiden yang terperangkap. Kecuali yang terakhir, ‘Fortress 2: Re-Entry’ yang mungkin tak pernah terdengar di AS namun cukup lumayan gaung franchisenya di Indonesia, sudah jauh lebih dulu memulai itu. Lose the space, you’ve already got Escape From New YorkSecond question : Semua pasti punya yang pertama. Tapi siapa sih James Mather dan Stephen StLeger? Kecuali kiprahnya di serial TV ‘Cold Feet’ sebagai sinematografer, tak ada yang tahu namanya. Namun Mather bersama StLeger sudah melahirkan thriller short ‘Prey Alone’ yang kabarnya mendapat hype cukup gede dari penggunaan CGI-nya, dari asalnya, Irlandia, sampai ke luar. Ada sedikit harapan. Mungkin.

Then the next question. What should it named? Dari awal ‘MS One : Maximum Security’ yang mungkin dirasa kurang keren, titel rilisnya diubah menjadi ‘Lockout’. Kalau saja ini film Mandarin dan sekarang tahun 80-90an, mungkin importir sini menamakannya ‘Die Hard In Space’ atas premis satu jagoan melawan ratusan penjahat kelas kakap dalam waktu singkat. Tapi Besson mungkin melihat potensi. Fast paced action gaya dia, kini merambah sedikit sci-fi kembali namun tak seabsurd ‘The Fifth Element‘, atau mungkin ia sudah dari dulu kepingin memakai Guy Pearce di porsi action hero. Mungkin.

Bagi Guy Pearce sendiri, ini benar-benar terlihat seperti kesempatan. Pearce yang sering mentok di peran-peran sampingan, kadang terjebak ke film kelas B, mungkin berharap ini sebagai batu loncatan untuk jadi action hero baru. Let’s admit. Ia memang punya potensi untuk itu. Rahang keras, postur kokoh, dan gesturnya memegang senjata juga oke. Dan Besson, pastinya adalah amunisi yang tepat. Film-film actionnya sekarang ini rata-rata eksplosif, fast-paced, kadang malah commercially, tanpa kompromi. Sounded like fun. Tapi kadang, excitement, bisa menjurus jadi keterusan. Dan itu yang sepertinya terjadi pada ‘Lockout’ di tengah skenario yang ditulis duo sutradara baru tadi bersama Besson sendiri. Mungkin.

Washington DC, 2079. Agen CIA, Snow (Guy Pearce) mendadak jadi korban fitnah atas pembunuhan agen Frank Armstrong, operatif CIA seniornya. Ia lantas diciduk oleh direktur Secret Service, Scott Langral (Peter Stormare), setelah sebelumnya sempat menitipkan amanat terakhir Frank pada seorang temannya. Namun Mace (Tim Plester). Satu-satunya yang bisa dipercayai Snow adalah petinggi CIA Shaw (Lennie James) yang menyarankannya membela diri dengan keberadaan pesan terakhir tadi. Meski awalnya menolak, Snow akhirnya bisa membaca situasi bahwa ia diperlukan Presiden untuk menyelamatkan putrinya, Emilie Warnock (Maggie Grace) yang terperangkap di penjara luar angkasa MS One demi sebuah tujuan mulia, sementara Mace kabarnya sudah menjadi penghuni penjara yang rata-rata adalah kriminal berbahaya yang dikurung dalam keadaan statis. Maka Snow pun dikirim ke MS One untuk membawa Emilie kembali hidup-hidup, berpacu dengan waktu dari serbuan dua kriminal bersaudara, Hydell (Joseph Gilgun) dan Alex (Vincent Regan) yang sudah merencanakan pelarian dan pemberontakan seluruh napi MS One.

Sekilas, tak ada yang kelihatan salah dengan ‘Lockout’. Dari detik-detik pertama, pameran action dan efek spesialnya sudah menghadirkan opening scene sekelas action-action kelas blockbuster Hollywood. Seru, keras dan tanpa ampun. You could even compare it with movies’ opening scene seperti ‘Casino Royale’ atau film-film sci-fi/action lainnya tanpa harus merasa berdosa. Bangunan karakter-karakternya juga serba cepat tapi tetap terjaga efektif dengan kenaikan adrenalin yang kencang. Di satu sisi, sosok jagoan semau gue-nya dibawakan Pearce dengan mantap, karakter-karakter antagonisnya cukup mengerikan, dan Maggie Grace, lagi-lagi menampilkan ketangguhan dibalik kecantikannya.

Tapi entah dengan alasan apa, mungkin untuk mempertahankannya jadi tak se-biasa action-action konvensional dengan plot kelewat linear, Besson bersama Mather dan StLeger mulai bermain-main membelit turnovernya kesana kemari demi mencoba tampil beda. Menuju second act-nya, karakter-karakter ini mulai berantakan dengan sempalan komedi yang disisipkan jadi sedikit annoying di interaksi Pearce dan Grace. Pearce yang sudah membangun karakter action hero-nya dengan baik mulai terlihat semakin distracted dengan usahanya melucu. Sosok komikal para villain-nya juga mulai terlihat tak konsisten. Alih-alih ingin terlihat wajar dengan karakter yang tak dibiarkan jadi seajaib Rambo dan sejenisnya, sebagian eksekusinya justru lebih terlihat konyol ketimbang seru. Dan ini masih dengan tambahan twist demi twist yang ikut disisipkan ke bagian-bagian endingnya.

So yes. Ini sayang sekali. Selagi amunisi yang mereka miliki sebenarnya ampuh sekali untuk menciptakan keajaiban di ranah sinema action sci-fi yang eksplosif dan menggelegar ; James Mather yang dari ‘Prey Alone’ sudah dianggap sebagai sinematografer handal dalam penggunaan CGI berikut timnya, gaya Besson dan cast yang tak sembarangan, ‘Lockout’ justru tampil serba tanggung, lumayan jauh dari pencapaian superkeren di opening scene yang justru jadi klimaks paling memikat dari keseluruhannya. Saya tak menampik bahwa penonton tetap akan terhibur dengan sempalan-sempalan komedi itu, termasuk performa Pearce dan Grace yang cukup baik. Tapi ini seharusnya bisa lebih lagi kalau saja Besson dkk tak harus berkompromi dengan idealisme lain. Lock and loaded itu bukan harus jadi cupu. Tapi terlalu banyak laugh di dalam plot yang mencoba kelihatan lebih wajar tanpa memperhatikan akarnya, ah, sayang sekali. (dan)

~ by danieldokter on May 26, 2012.

One Response to “LOCKOUT : LOCK, LOADED AND LAUGH”

  1. […] Lockout […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: