MADAGASCAR 3 : EUROPE’S MOST WANTED ; FUN LIKE A FIREWORK!

MADAGASCAR 3 : EUROPE’ S MOST WANTED

Sutradara : Eric Darnell, Tom McGrath, Conrad Vernon

Produksi : DreamWorks Animations & Pacific Data Images, 2012

Tak sampai satu dekade, sejak kiprah pertamanya lewat DreamWorks Animations, ‘Madagascar’ sudah berkembang menjadi franchise besar. Karakter Alex the Lion, Marty the Zebra, Gloria the Hippo dan Melman the Giraffe rekaan Eric Darnell dan Tom McGrath juga langsung jadi karakter animasi yang dikenal luas tak hanya oleh anak-anak, tapi penonton di seluruh dunia. Resepnya sebenarnya tak terlalu sulit. Selain chemistry dari empat karakter utama yang terus bisa dipertahankan tanpa penggantian cast itu, dari film pertama yang sebenarnya biasa saja hingga instalmen ketiga ini, taraf excitement-nya bergerak dengan menanjak sebagai fabel adventure comedy yang makin meriah. Semua castnya tetap dipertahankan, sampai ke karakter-karakter sampingan para penguins yang dibuatkan spinoff animasi videonya berikut si lemur King Julien yang disuarakan dengan khas sekali oleh Sacha Baron Cohen bersama theme song ‘I Like To Move It’ yang jenaka itu. Bahkan, di tiap instalmennya, karakter-karakter baru yang dimunculkan juga bisa membuat franchisenya semakin berwarna.

So, Darnell dan McGrath memang tahu benar letak kekuatan franchise mereka. Tak lagi menggunakan Etan Cohen (salah satu penulis ‘MIB 3’) yang menulis ‘Madagascar 2 : Escape 2 Africa’, mereka justru menggamit penulis yang style-nya jauh lebih serius, meski karya-karyanya tetap ber-template dasar indie comedy yang sangat light dari sisi komedinya ; Noah Baumbach, yang juga sekaligus sutradara dari film-film ‘Kicking And Screaming’, ‘Margot At The Wedding’, ‘The Squid And The Whale’ dan ‘Fantastic Mr.Fox’. Sulit untuk menebak ke arah mana pengembangannya bakal dibawa oleh Baumbach, tapi untunglah kiprahnya tak merubah tone ‘Madagascar’ biasanya. Malah, duet Darnell dengan Baumbach justru membawa instalmen ketiga ini makin mendaki puncak kesuksesannya dengan tambahan amunisi di sisi adventure serta action yang cukup menggelegar di setnya yang berlatar belakang kota. Komedi serius khas Baumbach tetap nampak dalam dramatisasi yang lebih dalam, tapi mereka punya satu senjata untuk mengimbanginya. Selain Darnell yang tetap mencampurnya dengan gila-gila ‘Madagascar’ yang biasa, above all, visual dan treatment 3D, yang percayalah, merupakan salah satu yang terbaik dalam sejarah trend ini di ranah animasi. Popping out the screen almost at every scenes!

Sedikit lari dari ending film keduanya walaupun tetap di set yang sama, Alex (Ben Stiller), Marty (Chris Rock), Gloria (Jada Pinkett-Smith) dan Melman (David Schwimmer) homesick dan tak betah juga terus-terusan berada di Afrika. Mereka tetap mendambakan kembali ke Central Park Zoo di New York, sementara The Penguins (Tom McGrath, Chris Miller, Christopher Knights & John DiMaggio) dan simpanse Mason (Conrad Vernon) dan Phil yang bersantai di hotel-kasino Monte Carlo tak juga kembali untuk menjemput mereka. Maka bersama The Lemurs, King Julien XIII (Sacha Baron Cohen), Maurice (Cedric The Entertainer) dan Mort (Andy Richter), empat sekawan ini memutuskan untuk menyusul dan memaksa mereka menerbangkan pesawat untuk kembali ke New York. Misi ini berjalan lancar hingga pihak sekuriti kasino memanggil petugas Monaco Animal Control, Kapten Chantel DuBois (Frances McDormand) bersama anak buahnya. DuBois ternyata bukan petugas sembarangan. Lebih dahsyat dari seorang superhero, jalan apapun ditempuhnya demi menangkap hewan-hewan perusuh ini. Pesawat yang jatuh di tengah-tengah Perancis kemudian mempertemukan semuanya dengan rombongan sirkus yang akhirnya mengajak mereka ikut serta menuju pertunjukan di Roma dan London karena dibohongi Alex sekaligus diakuisisi The Penguins.

Ada Vitaly (Bryan Cranston), harimau traumatis yang penuh curiga, singa laut polos Stefano (Martin Short), jaguar betina Gia (Jessica Chastain) jago trapeze yang ditaksir Alex, trio anjing (Vinnie Jones, Steve Jones & Nick Fletcher) serta beruang pemurung Sonya (Frank Welker) yang langsung menarik hati Julien. Sayang show di London berujung kekacauan hingga Alex harus meyakinkan mereka untuk memulai atraksi baru untuk melanjutkan tour-nya ke New York, sementara DuBois terus membuntuti jejak mereka. Penipuan ini mau tak mau akhirnya terbuka, meninggalkan anggota sirkus yang kecewa. Alex dkk pun kembali ke rumah mereka di Central Park Zoo dengan perasaan aneh karena malah merasa kehilangan. Di tengah manipulasi DuBois yang siap meringkus mereka, Gia pun muncul bersama seluruh rombongannya dengan sandi rahasia ‘Operation Afro-Circus’. Because the real home, is where your heart is.

Trust me, tak ada yang lebih baik dari franchise yang bisa meneruskan perjalanannya dengan kemampuan kreator yang bisa membaca letak keunggulan dan terus memicunya lagi dan lagi. ‘Madagascar’ punya ensemble cast yang kompak, adventure yang seru, lawakan nyeleneh serta kekuatan dari kultur lagu populer yang membuatnya makin asyik. Dan saat semua itu makin dipicu, what we’ve got is the total excitement. Penambahan karakter demi karakter yang berjumlah segudang dan disuarakan aktor-aktris terkenal pun tak lantas jadi percuma ataupun menenggelamkan karakter utama plus sampingan yang terus dipertahankan sambil terus disempalkan mencuri adegan-adegan highlights-nya.

Selain sebaris rombongan sirkus dengan karakterisasi berbeda dan masih sempat-sempatnya digali cukup detil termasuk dua part lovestory-nya yang sama-sama tampil dengan excitement berbeda, highlight utama ‘Madagascar 3’ ini ada pada peran Frances McDormand sebagai officer DuBois yang beringasnya luar biasa, bahkan melebihi supervillain dalam fantasi-fantasi live action. Adegan aksinya eksplosif, dramatisasinya mengalir tanpa harus mengorbankan humor-humor biasanya, dan ada satu lagi yang terpenting. Visual sirkus yang digarap bak sebuah videoklip penuh colorful neon lights dan lagu-lagu seperti ‘Firework’-nya Katy Perry, ‘We No Speak Americano’-nya Yolanda Be Cool, nomor dance klasik ‘Gonna Make You Sweat (Everybody Dance Now)’ hingga themesong ‘I Like To Move It’ yang masih terus muncul dibalik tampilan 3D yang terus menerus menyembul dari layar dengan cantiknya, itu luarbiasa!

So, tak usah heran bila perilisannya langsung diganjar review bagus oleh para kritikus yang kali ini juga berbanding sama dengan perolehan box office-nya dimana ‘Madagascar 3’ harus bersaing dengan ‘Prometheus’ yang harus diakui, sebagus apapun, akan masih terbentur dengan faktor fans ketimbang tontonan keluarga di puncak liburan summer tahun ini. Darnell, McGrath dan tim DreamWorks memang sudah mempersiapkan semuanya dengan kejelian luarbiasa, bahwa franchise mereka pasti masih terus bakal ditunggu penggemarnya. With one of the most amazing 3D gimmicks in animation cinema history, pastikan untuk tak salah memilih tampilan presentasinya. This one has a total excitement. Fun like a firework! (dan)

~ by danieldokter on June 10, 2012.

7 Responses to “MADAGASCAR 3 : EUROPE’S MOST WANTED ; FUN LIKE A FIREWORK!”

  1. wah, sensasi 3D terasa banget ya? jadi ingin nonton format 3D nya…

  2. yup jangan sampe ngelewatin versi 3Dnya.

  3. […] Madagascar 3: Europe’s Most Wanted […]

  4. yg menarik juga untuk madagascar

  5. buat saya madagascar menarik bro
    dan bagi saya sangat madagascar

  6. […] MADAGASCAR 3: EUROPE’S MOST WANTED (2012, Eric Darnell – Conrad Vernon – Tom McGrath) […]

  7. […] MADAGASCAR 3: EUROPE’S MOST WANTED (2012, Eric Darnell – Conrad Vernon – Tom McGrath) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: