THE EXPENDABLES 2 : OLD IS GOLD

THE EXPENDABLES 2

Sutradara : Simon West

Produksi : NuImage & Millennium Films, 2012

So we’ve all seenThe Expendables’. Sebagai pionir film yang menyatukan bintang-bintang aksi lintas generasi dalam sebuah gelaran eksplosif penuh homage ke taste film-film action klasik, film itu jelas hanya membidik satu sasaran. Action fans, terutama yang mengikuti aksi raksasa-raksasa gaek ini dari dekade ke dekade, dan tak lebih. Bukan kecerdasan plot, bukan pula dialog-dialog berarti. They’re just having fun, and so are we. Dan kala sambutannya bagus, tak ada alasan untuk tak melanjutkannya dengan konsep lebih gila lagi. Apalagi, demand fans terhadap bentukan ensembel dalam sekuelnya makin memanas.

Dan sejak rencana itu dipublikasikan, kita sudah dihujani berita baik sekaligus buruk. Baiknya, dalam sekuel ini, selain rata-rata cast awalnya kembali muncul, Arnold Schwarzenegger dan Bruce Willis akan tampil lebih dari sekedar cameo singkat serta ikut beraksi dalam adegan-adegan aksinya. Jean-Claude Van Damme yang menolak tampil di film pertama kini bergabung dengan senang hati. Bahkan Chuck Norris yang dianggap bak dewa dalam crossover action dan martial arts, bersedia kembali ke layar lebar dengan syarat adegannya tak boleh terlalu mengumbar kesadisan. Berita buruknya, banyak nama gagal untuk bergabung dari Nicolas Cage, John Travolta hingga Antonio Banderas, dan tak lama menjelang pre-produksinya, Jet Li dikabarkan tak bisa ikut karena lebih dulu terikat kontrak lain. Donnie Yen sempat dikabarkan di-approach untuk jadi pengganti, namun tak ada berita lebih lanjut.

Untunglah, menjelang perilisannya, teaser character poster itu ternyata memunculkan juga Jet Li yang akhirnya bergabung dengan penyesuaian skrip. Kursi sutradara pun berpindah ke tangan Simon West, yang memang sudah teruji dari film-film berkadar action tinggi seperti ‘Con Air’, ‘Tomb Raider’ hingga ‘The Mechanic’ versi Statham. Mereka masih harus berurusan dengan mundurnya Mickey Rourke di saat-saat terakhir yang membuat perombakan cukup krusial dalam skripnya. Dan masih ada nama-nama baru yang masuk, dari sensasi baru martial arts Scott Adkins, bintang muda Liam Hemsworth yang mengundang banyak rasa penasaran, serta seorang personil cewek Asia, Yu Nan, sebagai penyeimbang pameran maskulinitas murni  para serdadu bayaran ini. Oh yeah, there’s still a little plot, of course.

Setelah menyelesaikan misi menyelamatkan seorang pengusaha Cina di Nepal sekaligus mercenary saingan, Trench (Arnold Schwarzenegger) secara tak sengaja, The Expendables ; Barney Ross (Sylvester Stallone), Lee Christmas (Jason Statham), Gunner Jensen (Dolph Lundgren), Hale Caesar (Terry Crews), Toll Road (Randy Couture), plus seorang anggota muda, sniper Billy The Kid (Liam Hemsworth) terpaksa memenuhi tuntutan Mr. Church (Bruce Willis) untuk mengambil sebuah chip data rahasia dari brankas dalam pesawat yang ditembak jatuh di pedalaman Albania. Ross pun tak bisa menolak ketika Church memaksanya bekerja sama dengan agen cewek tangguh anak buahnya, Maggie Chang (Yu Nan). Namun misi ini kacau-balau saat mereka dipecundangi Jean Vilain (Jean-Claude Van Damme) dan tangan kanannya, Hector (Scott Adkins) dengan gerombolan terorisnya. Dari dendam atas terbunuhnya salah seorang dari mereka, perburuan ini berubah menjadi misi penyelamatan begitu mereka menyadari bahwa Vilain tengah merancang tambang plutonium dibalik tindak kerja paksa ke semua penduduk laki-laki di daerah itu. Ditambah mercenary solo John T. Booker aka Lone Wolf (Chuck Norris), Trench dan Mr. Church yang ikut bergabung, Ross pun harus berhadapan satu lawan satu dengan Vilain demi menuntaskan semuanya.

Masuknya penulis skrip Richard Wenk yang juga sudah bekerjasama dengan Simon West dalam ‘The Mechanic’ untuk penyempurnaan draft akhir berdasarkan ide cerita dari Stallone, ternyata sedikit bisa memberikan kesegaran baru untuk sekuel ini, baik di action maupun touch komediknya yang jadi semakin fun. Selain bangunan dialog-dialognya yang penuh trivia atas nama-nama besar pendukungnya, oh yeah, that includes ‘I’ll Be Back’, ‘Yippee-Ki-Yay’ with mocks, latar asli pendukungnya bahkan jokes ke #ChuckNorrisFacts yang nyeleneh tapi luarbiasa terkenal itu, homage ke film-film aksi jadulnya juga sangat solid. While Chuck Norris’ character name John T. Booker alias Lone Wolf diambil dari dua filmnya yang berbeda, masing-masing ‘Good Guys Wear Black’ dan ‘Lone Wolf McQuade’, set Bulgaria dengan para pejuang wanita bak serdadu-serdadu Partisan dan tambang yang seolah jadi kamp konsentrasi itu sangat mengingatkan ke film-film Perang Dunia II klasik seperti ‘Force 10 From Navarone’. Kumpulan ensembelnya sendiri diakui Stallone kini lebih diarahkan ke film-film aksi yang lebih klasik, dari genre perang ke western seperti ‘The Dirty Dozen’, ‘The Wild Geese’ sampai ‘The Wild Bunch’.

Soal action dan satu-persatu cast dengan nama besar atau ‘dulu’ pernah punya nama besar itu jangan ditanya. Seperti pendahulunya, sekuel ini juga masih konsisten menghadirkan big-blastin’ action dan adrenaline rush dari muntahan peluru, ledakan eksplosif rudal pesawat hingga hand-to-hand combat yang masih solid dan di beberapa bagian, berkapasitas lebih raksasa. Hanya kesadisannya yang sedikit diturunkan namun isu rating PG-13 (yang katanya) atas permintaan Norris itu juga tak benar.

The truth is, you’ll get almost everything you’ve never experienced before. Part-part kolaborasi kompak yang membagi rata setiap excitementnya, dari scene duet Schwarzenegger dan Willis, Schwarzenegger dan Norris, trio Stallone-Schwarzenegger-Willis hingga final showdown dalam porsi seimbang Jason Statham vs Scott Adkins dan Stallone vs Van Damme yang kembali dengan jurus-jurus trademark dibalik tampilan flamboyannya. Semua masih bagai celebrity deathmatch yang meski diharapkan sebagian bisa berdurasi lebih panjang lagi ketimbang sebuah extended cameos namun sudah sangat terasa spesial dan belum pernah ada. Liam Hemsworth sebagai bagian ensembel barunya mampu mencuri perhatian dalam penampilan singkat dan dramatisasi chemistry-nya dengan Stallone, sedangkan Yu Nan muncul solid sebagai penyeimbang ke penonton yang mengharapkan kombinasi gender sekaligus menampilkan ketangguhan tak sekedar pemanis tempelan saja. Hanya sayang penampilan Jet Li yang cukup mendominasi di barisan kedua setelah Stallone-Statham terasa kelewat singkat karena benturan jadwal tadi.

So yes, ini memang seperti film-film aksi Cannon Films with much more budgets. Mindless dan menggempur secara nonstop. Mereka kelihatan seperti bersenang-senang, namun sama seperti instalmen pertamanya, ada juga sejumlah kontroversi hingga korban stunt saat syuting. Buat sebagian orang yang masih mempersoalkan logika ini-itu hingga pendalaman plot, cukup sadari bahwa ini bukan tontonan yang pas untuk Anda, ataupun buat penonton yang belum sempat menikmati seluruh filmografi jagoan-jagoan oldcrack untuk bisa menangkap semua trivia-trivia yang dihadirkan dalam kadar excitement yang maksimal. Mau wajah-wajah mereka sudah dipenuhi guratan kerut sampai jejak-jejak botox dan facelift, bukti paling nyata adalah kemampuan mereka menyuguhkan kita sebuah ‘gem’ dalam genre-nya. Otot-otot yang masih bisa dipergunakan maksimal untuk menggelar royal rumble seseru ini. Apapun alasannya, ‘The Expendables 2’ tetap berada dalam urutan paling atas rekor pencapaiannya di genre sejenis yang belum pernah ada sebelumnya. Tak salah memang menyematkan idiom ‘Old Is Gold’ buat ensembel sebesar ini, dan kita akan semakin tak sabar kala publikasi sekuel berikutnya sudah disiapkan dengan ensembel yang semakin gede lagi. Just sit back, relax and enjoy the fights! (dan)

~ by danieldokter on August 17, 2012.

7 Responses to “THE EXPENDABLES 2 : OLD IS GOLD”

  1. Not a fan of action movie, so maybe I won’t watching this movie, daripada misuh-misuh ga jelas. But always love your review. Great as always, dok!🙂

  2. that’s wise! thank you🙂

  3. setuju banget dg review bung dan. Buat yg pernah menimkmati aksi icon action heroes2 yg digabungkan ini – di jaman dulu – nonton Expendables serasa nostalgia. And it’s always fun. Tidak perduli musuhnya yg sekian banyaknya nembak tidak ada yg kena🙂 dan tidak ada jagoan kita yg gugur kecuali satu… ya begitulah kan action th 80-90-an🙂 buat saya sih memang endingnya saja yg kurang seru atau variatif – karena praktis isinya hanya melihat jagoan2 kita memberondong habis kroco2 yg tidak berdaya apa2 tapi jumlahnya ga habis2… lebih dari itu.. puas dan oulang dg tersenyum.

    About Chuck, it’s great to pay respect to this superguy figure…🙂 pas adegan dia pertama keluar seisi bioskop pada berbisik.. Chuck Norris.. Chuck Norris.. he is a legend indeed hahahahahaha

  4. call it segmented, but in many good ways🙂. yes, a total fun.

  5. poster expendables 2 yang di bawah itu mirip banget sama The Last Supper ya, hahahaha~

  6. […] The Expendables 2 […]

  7. […] The Expendables 2 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: