STEP UP REVOLUTION : MOBS YOU LIKE A FLASH!

STEP UP REVOLUTION

Sutradara : Scott Speer

Produksi : Summit Entertainment & Offspring Entertainment, 2012

Sebagai franchise dance movie tersukses dan terus berlanjut sampai instalmen keempat, ‘Step Up’, agaknya belum lagi bakal berakhir. Selain genre ini masih terus diproduksi dengan dukungan banyak reality-reality show dan industri rekaman yang terus memungkinkan mereka menggamit bakat-bakat baru dengan looks dan ability, perolehan box office juga ikut bicara. So, ‘Step Up Revolution’ yang awalnya sempat dibandrol judul ‘Step Up 4ever’ serta ‘Step Up : Miami Heat’ pun muncul dengan flashmob-nya. Sebuah pola satirikal kelompok yang sekarang ini sering diadopsi jadi kegiatan dance group anakmuda dan jadi trend dimana-mana. And oh, there’s no such thing as generic plot, yang banyak jadi istilah kritikus-kritikus serius sekarang. The thing is, kebanyakan mereka hanya tak bisa mengambil batas penilaian beda berdasar komoditi yang memang sudah terbentuk dengan sebuah pakem jelas seperti ini. Hanya ada dua syarat untuk menentukan layak tidaknya.  Kemampuan mengeksplorasi dan mengkombinasikan trend, serta diatas semuanya, menampilkan gegap-gempitanya secara visual. Gimmick 3D? Itu keuntungan lain dari teknologi yang sekarang ada, tentunya. Sekali lagi, ini adalah sebuah jualan yang jelas punya pangsanya sendiri.

Emily (Kathryn McCormick), putri seorang taipan real estate Bill Anderson (Peter Gallagher), secara tak sengaja harus berada di tengah-tengah keputusan bisnis sang ayah dengan sebuah kelompok tari anak muda yang tergabung dalam The MOB, yang tengah berusaha memenangkan kontes komunitas via YouTube. Pasalnya, niat Bill untuk membangun real estate di tengah-tengah pantai Miami membuat anakmuda-anakmuda ini berjuang demi menyelamatkan lingkungan dan pekerjaan mereka. Dan Sean (Ryan Guzman), pimpinan The MOB, dengan cepat menarik perhatian Emily yang akhirnya malah memilih bergabung dalam perjuangan mereka.

Yes, it is that simple. Perjuangan sekelompok anak muda menyelamatkan lingkungan yang akan digusur, seperti juga perjuangan identitas melawan konvensionalitas orangtua, itu sudah jadi pakem bukan hanya buat genre dance movie, tapi juga film-film remaja sejak dulu-dulu. Ada ‘Breakin’ (Breakdance) 2 : Electric Boogaloo’ (1984), ‘Rappin’’ dan ‘Playing For Keeps’ (1985), diantaranya. Diawali dengan konflik, dan berakhir dengan karakter-karakter antagonis yang bahkan bisa menari bersama dalam stageact scene, dimanapun letak arenanya, itu sudah sangat lazim. Dalam ‘Step Up Revolution’ juga, pakem itu hanyalah jadi latar untuk sepenggal bangunan plot yang diperlukan untuk mengantarkan pameran utamanya. Sebuah koreografi tari yang mau tak mau harus punya sisi berbeda dari instalmen-instalmen sebelumnya.

Hal lainnya adalah daya jual para pendukungnya, yang notabene harus memiliki looks dan dance ability berimbang dalam genre ini. Kathryn McCormick dari musim keenam ‘So You Think You Can Dance’ bersama Ryan Guzman yang masih aktor debutan itu, in that case, berhasil menjadi daya tarik lain untuk membawa instalmen ini ke wilayah berikutnya. Tak hanya punya tampang dan fisik yang sangat menjual, McCormick dan Guzman juga berchemistry dengan baik sebagai pasangan bintang utamanya.  Kru-kru lainnya sebagai dancer juga muncul dengan baik tanpa harus membawa beban pengenalan karakternya seperti salah satu faktor yang tak tertangani dengan baik dalam film pesaing utamanya, ‘Street Dance 2’. Dan selain Peter Gallagher yang jadi satu-satunya aktor senior disini, yang juga pernah muncul dalam film bergenre serupa, ‘Centre Stage’ dan sekuelnya beberapa tahun lalu, masih ada cameo Adam G. Sevani, pemeran Moose dalam instalmen sebelum-sebelumnya untuk membawa benang merah franchise ini.

Namun yang menjadi kekuatan utama dalam ‘Step Up Revolution’, sesuai genrenya, tetaplah departemen koreografi yang bekerja dengan baik dibawah arahan Scott Speer, sutradara debutan pengganti Jon M. Chu yang sebelumnya sudah malang-melintang sebagai sutradara videoklip (salah satunya adalah ‘Dance Like There’s No Tomorrow’-nya Paula Abdul). Dua dari instalmen-instalmen sebelumnya, Jamal Sims dan Christopher Scott, sekarang ditambah lagi dengan Travis Wall dan Chuck Maldonado yang juga sudah berkarir di banyak reality show dari ‘So You Think You Can Dance’ hingga ‘Dancing With The Stars’. Di tangan mereka, termasuk Speer yang merekam semuanya dengan luarbiasa menarik, koreografi flashmob sebagai highlight utama ‘Step Up Revolution’ ini tampil dengan sangat meriah, termasuk dalam satu adegan juaranya di tengah-tengah museum lukisan yang mengkombinasikan contemporary dance dengan sebuah art show. Gimmick 3D-nya mungkin tak muncul se-eyepoppin’Step Up 3D’ dengan laser dan slurpee-nya, namun percayalah, dari racikan koreografi itu, instalmen ini memang layak menyandang judul ‘Revolution’. You won’t say no ketika mereka menampilkan aksinya, dan takkan ada lagi yang peduli dengan plot dan segala tetek-bengek sinematis lainnya, sepanjang Anda memang tak memaksakan diri menyukai genre-genre seperti ini. So inilah kehebatan franchise ‘Step Up’ yang terus bisa membawa pembaharuan ke dalam instalmen-instalmen kelanjutannya. And this one, will mob you like a flash! (dan)

~ by danieldokter on August 22, 2012.

6 Responses to “STEP UP REVOLUTION : MOBS YOU LIKE A FLASH!”

  1. penasaran sama kualitas 3D nya saya.. hmmm…

  2. 3Dnya lebih baik yg ke-3 dgn laser, lighting jackets dan slurpee yang beterbangan kemana2. yg ini cukup baik, tapi ga bisa menyaingi itu. but however, dari kombinasi koreografinya, this one is the best!

    • setujuu klo dance ga se-wow yg ke 3 kmareen (krn 3D tu jg kali yaa), tp kekurangan itu ‘trgantikan’ ama kombinasi dancers2 itu sama DJ, dokumentator, plus art-grapher… jg penggambaran planning show mrk yg lebi dtail, di situ bisa namba pngetahuan ada yg namanya konsptor bahkan ngelibatin ‘Mark Zucherberg’ IT…faktor2 itu jd keunggulan sndiri, dari SU:Revolution ini dari SU2 sblmnya jg dance movies lainnya

  3. hahaa ya tuu yg ceritanya pd kritikus tp kaku pandangannya pukul rata gt smua film, uda tau dance movie mala nulisnya cerita cma skdar menyambungkan rangkaian dance scenes yg ada (laah itu tugas utama SW sbuah dance movie kaliiiii😛 )…klo ngeritiknya sputaran dancenya sndiri gpapa, emang itu suguhan dari film mcm ini (jd wajar ‘protes’ klo ga puas ama faktor itu)…akhirnya mala jd kaya review ga jujur, cma nulis spt ‘seharusnya’… pdhl film sjenis ini mang bkn utk juri2 festifal film nan terhormat itu, tp tuk penggemar alias ‘para pangsa pasar’ dari flm sjenis ini sndiriii

  4. […] Step Up Revolution […]

  5. sangat bgus n mantap sukses sllu unk pra dance nya,,, salut ,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: