RESIDENT EVIL : RETRIBUTION ; A FATIGUE BLAST AND BANG

RESIDENT EVIL : RETRIBUTION

Sutradara : Paul W.S. Anderson

Produksi : Constantin Films, Davis Films, Impact Pictures, 2012

Oke. Mungkin pertanyaannya adalah, masih perlukah franchise ini dilanjutkan? Well, the truth, meski sudah berstatus Mr. Milla Jovovich, genre-genre seperti ini kenyataannya adalah jualan, dan Paul W.S. Anderson pasti tak akan meneruskannya tanpa demand yang gede. Itulah kenyataannya. Mau dihujat pengamat-pengamat serius sekaligus sebagian dead fan video game source-nya, penonton memang masih menginginkan Alice dan rekan-rekannya terus beraksi melawan zombie-zombie rekayasa Umbrella Corp.  Kenyataan juga, diantara seabrek adaptasi video game berkualitas payah, ‘Resident Evil’ adalah satu yang diakui cukup berhasil. Saat box office sudah ikut bicara, tak seorangpun bisa mengatakan tidak.

Masih membongkar-pasang kekuatan dari instalmen-instalmen sebelumnya, mereka kini kembali membawa Michelle Rodriguez dari film pertamanya, plus karakter asli yang paling populer dari game-nya, Jill Valentine, yang sudah jadi teaser di ending ‘Resident Evil : Afterlife’. Toh dari perkembangan panjang adaptasi filmnya, termasuk sejak awal karakter Alice yang tak ada di game-nya malah didapuk jadi karakter utama, ‘Resident Evil’ bukan lagi milik pencinta game-nya saja. Paling tidak, faktor barunya masih cukup seimbang dengan elemen-elemen adaptasi game yang ditampilkan, termasuk tampilan karakter-karakter lain dari game-nya, diantaranya Ada Wong, yang disini diperankan oleh aktris Cina terkenal, Li Bing Bing. So welcome to the fantasy world of this franchise. Dimana semua yang tak mungkin jadi mungkin. Where the dead can be cloned, heroes can be villains, and vice versa. All in the name of money.

Melanjutkan ending ‘Resident Evil : Afterlife’, ternyata Alice (Milla Jovovich) masih harus melanjutkan pelariannya dari Umbrella Corp. Dibawah kejaran Jill Valentine (Sienna Guillory) yang sudah berada di bawah kontrol Umbrella dan Albert Wesker (Shawn Roberts), pimpinannya, Alice kembali tersadar dalam tahanan Umbrella tanpa kejelasan nasib rekan-rekannya yang lain. Ternyata Wesker mengaku dirinya tak lagi bekerja untuk Umbrella, dan kini memerlukan Alice buat bersekutu melawan Red Queen (Megan Charpentier/Ave Merson-O’Brian), komputer super yang mengambil alih kekuasaan, termasuk memperalat Jill. Tujuannya adalah demi menyelamatkan sisa umat manusia yang sedang berada di ambang kehancuran sebagai target bisnis Umbrella. Alice langsung bekerjasama dengan Ada Wong (Li Bing Bing) yang ditugaskan Wesker untuk menempuh pelarian mereka lewat pusat eksperimen di bawah laut Moskow. Namun mereka harus terlebih dulu menghadapi Jill bersama  situs-situs simulasi yang penuh dengan zombi-zombi T-Virus dan  monster-monster rekayasa Red Queen, dibantu tim tentara bayaran Wesker ; Leon F. Kennedy (Johann Urb), Luther West (Boris Kodjoe) dan Barry Burton (Kevin Durand). Ada pula Rain Ocampo (Michelle Rodriguez) dan Carlos Olivera (Oded Fehr), mantan rekan Alice yang sudah dikloning Umbrella dan balik mengejar Alice, serta bocah kecil Becky (Aryana Engineer), putri Alice dalam mimpi-mimpi alternate reality-nya yang kini muncul ke tengah-tengah misi ini.

Sebagai sekuel, ‘Resident Evil : Retribution’ memang tak menawarkan hal baru selain gelaran action yang diakui Paul sangat terinspirasi dari sinema Asia khususnya Thailand. Selebihnya ini hanyalah, ah, saya tak mau menyebutnya pengulangan karena memang masing-masing punya plot dan karakterisasi yang berbeda. Tapi memang beberapa unsurnya merupakan repetisi dari instalmen-instalmen sebelumnya dengan karakter yang dibongkar-pasang tadi, itu benar. Seperti sebuah soap opera yang sekali waktu pasti menemukan titik jenuhnya, tapi untungnya ‘Resident Evil’ bermain di genre fantasi dengan unsur sci-fi, horor hingga action dalam kombinasinya, sehingga lebih terlihat seolah seperti kala kita memainkan sebuah video game, dan memilih karakternya sendiri di tiap-tiap sekuelnya, tanpa memerlukan korelasi erat antara satu dengan lainnya. Ini adalah cara ampuh yang sudah tampak mulai film ketiganya, dimana keseluruhan ‘Resident Evil’ versi film, memang hanya punya satu benang merah yang jelas. Mau siapa atau berapa banyak pun karakter yang timbul tenggelam, tak peduli juga karakter-karakter asli yang penting dalam game-nya, ini adalah kisah Alice versus Umbrella Corp. Titik.

Dan kejenuhan yang di bongkar pasang karakter itu mulai tampak disini. Chemistry diantara karakter-karakternya juga mulai berantakan.  Bukan berarti Milla Jovovich, Sienna Guillory, Michelle Rodriguez plus Li Bing Bing yang cukup dikenal sebagai bintang Asia itu tak mampu muncul sebagai daya tarik, namun Jovovich terlihat agak setengah hati membawa karakternya kecuali di adegan-adegan aksi, dengan Li Bing Bing yang benar-benar terlihat separah robot pembaca naskah dan tak diberi ruang untuk memamerkan aksinya dengan seimbang. Rodriguez dan Guillory juga sama, bagus di part action, namun kedodoran membangun chemistry-nya dengan Jovovich sekuat di masing-masing instalmen pertama dan kedua franchise ini. Pemeran-pemeran prianya pun begitu. Johann Urb jelas tak sekuat daftar pemeran utama pria yang pernah ada dalam franchisenya, sementara Boris Kodjoe yang mencuri perhatian dalam ‘Afterlife’ tersia-sia bersama Oded Fehr yang dibawa kembali ke film kelima ini. How about Kevin Durand? Ya begitulah. Wajahnya memang hanya sebatas algojo buat adegan dor-doran, dan mereka juga kelihatan tahu sekali itu.

Kekurangan ini memang sedikit fatal buat instalmen kelima yang kabarnya bakal dilanjutkan Anderson ke pamungkasnya di instalmen keenam nanti setelah awalnya direncanakan back to back. Namun memang sulit untuk menudingnya sebagai film terjelek diantara keseluruhan franchise-nya, karena toh yang merupakan menu utama dalam ‘Resident Evil’ tak sedalam masalah-masalah akting dan filmis itu. Cukup dengan tampilan heroines dan sidekick jagoan-jagoan maskulin-nya, hanya ada satu faktor yang tersisa. Visually stylized action, dan ‘Retribution’ sudah bekerja sangat baik membawa faktor itu ke sebuah peningkatan dari film sebelumnya. Ketimbang terus-menerus menyuguhkan style ala ‘The Matrix’ dengan slo-mo di adegan-adegan penuh desingan peluru dan hantaman tinju, tendangan serta ledakan, kerjasama Anderson dengan Nick Powell, fighting choreography sekaligus second unit-director-nya dalam mengadopsi sinema Asia cukup terlihat jelas memberikan beberapa sentuhan baru disini, terutama dalam aksi hand to hand combat-nya yang digagas dengan stylish. Gimmick 3D-nya secara keseluruhan tak lebih baik dari ‘Afterlife’ dengan kedalaman cukup, namun beberapa adegan eyepoppin’ yang bekerja dengan baik mampu menutupi kekurangan selebihnya.

In the end, semua genre-genre seperti ini pasti lagi-lagi akan kembali ke faktor jualannya. Dan seperti keyakinan Anderson mengakhiri ‘Retribution’ dengan kesempatan sangat gede ke sekuel berikutnya, rasanya kita masih bakal melihat petualangan Alice lainnya dalam beberapa tahun ke depan. This looks like a fatigued sequel compared to its predecessors, tapi faktor blast and bang dalam menu action-nya, tetap punya terjemahan yang sama. Seru, fun dan menghibur. (dan)

~ by danieldokter on September 19, 2012.

3 Responses to “RESIDENT EVIL : RETRIBUTION ; A FATIGUE BLAST AND BANG”

  1. mas daniel kayanya perlu tambahin review film bollywood yg judulnya Barfi!
    .
    itu tayang baru2 ini kok…

  2. […] Resident Evil: Retribution […]

  3. siapa Alice Sebenarnya ?
    karena setahu saya tidak ada nama tokoh alice dalam Game RE
    klo memang ada … dia RE berapa nama tokoh Alice muncul ?
    kerena dalam Versi Film nama Alice lebih Populer daripada Jill ?
    membuat saya penasaran ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: