THE WATCH : ALIEN VS SISKAMLING

THE WATCH

Sutradara : Akiva Schaffer

Produksi : 21 Laps Production & 20th Century Fox, 2012

Here’s the first thing that came in mind. For its subtitling, di negara ini, apa sih terjemahan ‘Neighborhood Watch’ yang paling tepat dan enak didengar? Then oh my, ternyata pengalih-bahasa kita menerjemahkannya dengan ‘Siskamling’, yang sudah baku merupakan akronim dari ‘Sistem Keamanan Lingkungan’ dan dikenal luas dari desa terkecil ke kawasan kompleks-kompleks terbesar di perkotaan. Tapi apa boleh buat, memang hanya sedikit pilihan untuk itu. Entah salah bahasa kita, tapi akan lucu juga kalau mereka menulis hansip yang notabene juga akronim dari ‘Pertahanan Sipil’ atau ronda. So, ‘Siskamling’, it is.

Dan ‘The Watch’, which formerly titled ‘Neighborhood Watch’ ini memang bermain di wilayah yang menurut anggapan banyak penonton serta kritikus sekarang, ketinggalan zaman (baca = KUNO). Entah memang kritisi film sekarang sudah naik kelas dalam memandang genre dan tema, namun begitulah kenyataannya. Bukan hanya dari jadwal edarnya yang dimundurkan dua kali dalam beberapa bulan atas sebuah kasus yang ada di AS sana hingga kekuatan promosinya jadi berantakan, deretan ensemble cast para komedian terkenal dari Ben Stiller, Vince Vaughn, Jonah Hill dan Richard Ayoade (komedian Inggris yang juga seorang kolumnis di majalah ‘Total Film’) ini tak lagi bisa menyelamatkan resepsinya. Bukan berarti ‘The Watch’ tak lucu, tapi ternyata, komedi vulgar pun terkadang bisa jadi senjata untuk mem-bashing sebuah produk bernama film oleh kritikus-kritikus serius disana. Kenyataan pula, sebagian besar penonton sekarang, tanpa mau mempedulikan selera mereka, mengekor. Padahal, dalam mish-mash genre, dimana salah satu produk under-development disini, named ‘Watdefak Movie’, unsur vulgar dibalik premis sci-fi untuk membangun ensemble comedy itu, sebenarnya merupakan contoh yang baik buat salah satu genre-nya yang disebut para penggagasnya dengan ‘Erotika’, tanpa harus berporno-ria dan memerlukan pameran telanjang-telanjang dalam sebuah genre sejenis. Premis alien invasion dalam balutan komedi-nya, bisa jadi kuno karena tak lagi banyak dibuat sekarang tanpa mengindahkan dulu juga sebenarnya tak terlalu sering dibuat. Namun mish-mash-nya mungkin justru belum sampai ke arah sana. Tapi ya begitulah. Trend, memang selalu bergerak dengan pandangan-pandangan yang juga punya dinamika tinggi.  Bukan membela, tapi mereka-mereka ini, memang berubah setiap waktu.

Di daerah suburban Ohio, sebuah kota kecil bernama Glenview, Evan Trautwig (Ben Stiller) yang sekaligus manager supermarket Costco memang peduli sekali dengan lingkungannya. Terbunuhnya seorang pegawai secara misterius membuat Evan mengambil tindakan untuk membentuk ‘Siskamling’-nya. Tiga penduduk lokal yang tertarik kemudian direkrut Evan meski tak punya kecocokan satu sama lain pada awalnya. Ada Bob (Vince Vaughn), pekerja bangunan yang sedang memiliki masalah pubertas putrinya (Erin Moriarty) dengan bintang sekolah, Jason (Nicholas Braun), Franklin (Jonah Hill), anak muda gagal yang punya ambisi besar jadi seorang polisi, serta Jamarcus (Richard Ayoade), sosok canggung yang terlihat aneh. Di tengah kekacauan atas niat dan tujuannya, penyelidikan mereka akhirnya menemukan bahwa pembunuh itu adalah alien yang tak hanya ada satu, dan yang lebih gawat, sebagian penduduk, telah berhasil diinvasi. Maka bersama Abby (Rosemarie DeWitt), istri Evan yang ikut bergabung di tengah keributannya dengan Evan, empat anggota ‘Siskamling’ ini pun memulai perang mereka demi menyelamatkan Glenview, sekaligus dunia, dari invasi alien.

The Watch’ digagas oleh Shawn Levy sejak lama sebagai alien invasion comedy yang bergenre teen movies. Namun di tengah perkembangannya, termasuk setelah kehilangan cast awalnya, Will Ferrell, duo Seth Rogen dan Evan Goldberg akhirnya masuk untuk merevisi skrip Jared Stern. Konsep komedi vulgar yang awalnya lebih diperuntukkan buat remaja dengan mish-mash ke genre-genre ala ‘American Pie’ tetap dipertahankan, namun orientasinya jadi jauh lebih dewasa dengan susunan cast akhir-nya. Schaffer yang sudah lama malang-melintang di dunia komedi ‘Saturday Night Live’ yang baru punya satu karya layar lebar dan kurang sukses, ‘Hot Rod’, masuk untuk menggantikan David Dobkin yang keluar bersama Ferrell. Untuk penggemar masing-masing ensemble cast atau genre alien invasion comedy itu, ‘The Watch’ jelas menawarkan premis menarik yang meski sekarang sering dibandrol kuno, apalagi tetap klise, tapi melepas kerinduan terhadap genre-genre film ala ‘Ghostbusters’, ‘Evolution’, atau satu film kecil dari Inggris yang paling bersinar tahun lalu, ‘Attack The Block’.

Dan skrip Rogen dan Goldberg memang sangat terlihat dalam interaksi komedinya. Tanpa melepas atribut komedi masing-masing castnya, Ben Stiller, seperti biasa, tampil dengan gaya naif-nya yang hampir selalu jadi korban, Vince Vaughn dengan talkative style-nya yang slenge’an serta Jonah Hill yang selalu kelihatan serius dibalik lawakannya. Richard Ayoade menjadi penyeimbang yang bagus, memberikan dinamika beda di tengah style awkward comedy-nya yang sangat Inggris. Masih ada pula Will Forte yang sebelumnya sudah berkolaborasi dengan Schaffer yang membawa parodi ‘MacGyverSaturday Night Live-nya, ‘MacGruber’, ke layar lebar sebagai eksekutif produser, dan Billy Crudup sebagai penghuni Glenview yang misterius, selagi Rosemarie DeWitt – Erin Moriarty dan Nicholas Braun masing-masing bekerja untuk eyecandy bagi penonton pria dan wanita. Chemistry mereka yang canggung sebagaimana ada dalam skripnya terbangun makin baik menuju bagian-bagian akhir dengan sedikit twist ‘whodunit’ yang meski tak begitu penting namun dipoles dengan komedi vulgar tadi sebagai faktor paling menarik dari keseluruhan genre alien invasion yang (katanya) sudah basi itu. And this is workin’ very well untuk menyuguhkan sebuah sisi yang beda dari film-film bergenre sama, sekaligus mengundang tawa dalam faktor hilarious-nya sebagai sebuah komedi. Efek spesialnya juga bukan sekedar asal-asalan.

So, dari sisi genre alien invasion dalam sebuah kehidupan suburban, boleh-boleh saja sebagian penonton menganggapnya kuno, namun mish-mash serba ‘watdefak’ di komedi vulgar-nya itu justru jadi highlight ketimbang harus disambut dengan gerutuan cerewet dari banyak kritikus (sok) serius. Toh menggelar kelucuan vulgar tanpa bahasa-bahasa jorok dan nuditas itu tak mudah. And after all, tujuan Shawn Levy yang kita sudah tahu filmografinya, berikut seabrek nama lain dalam produksinya, dari Seth Rogen, Evan Goldberg ke ensemble cast-nya yang juga rata-rata komedian, memang bukan ingin berserius-ria. Terserah mau menyambutnya dengan ekspektasi apa, tapi mish-mash vulgar di tengah klise-klise itu justru membuat tema alien invasion dalam ‘The Watch’ jadi tontonan yang gokil serta hilarious. Lucu, menghibur sekaligus nakal. (dan)

~ by danieldokter on September 23, 2012.

One Response to “THE WATCH : ALIEN VS SISKAMLING”

  1. […] The Watch […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: