THE RAVEN : MERELY THIS AND NOTHING MORE

THE RAVEN

Sutradara : James McTeigue

Produksi : FilmNation Entertainment, Intrepid Pictures, Relativity Media, 2012

Ever heard ofThe Black Cat’, ‘The Pit And The Pendulum’, ‘The Masque Of The Red Death’, ‘The House Of Usherand so on? Kalau ya, atau Anda memang penggemar kisah-kisah gothic mysteries, macabre atau horor-horor klasik, then you must knew, they’re Edgar Allan Poe’s. Dan ‘The Raven’, salah satu puisi naratif yang mengantarkan pujangga era romantisme Amerika abad ke-19 ke puncak ketenarannya, memang sudah berulang kali diangkat ke film, meskipun tak berhubungan satu dengan lainnya. Rata-rata, film itu hanyalah terilhami dari puisi-nya dengan interpretasi yang juga berbeda. Ada ‘The Raven’ (1935)-nya Bela Lugosi dan Boris Karloff di awal karirnya, kemudian produksi Roger Corman di tahun 1963 yang kembali diperankan oleh Karloff. Sebagai salah satu author yang punya nama sedemikian besar, biopik Edgar Allan Poe juga sudah sejak lama ingin diangkat banyak sineas ke layar lebar, termasuk proyeknya Sylvester Stallone yang sudah lama terkatung-katung tanpa nasib jelas. Tahun ini, setelah sosoknya muncul dalam horor indie-nya Francis Ford Coppola, ‘Twixt’ (diperankan Ben Chaplin), muncullah ‘The Raven’, yang memasang John Cusack lewat proses panjang gonta-ganti pemeran dalam proses produksinya. Begitupun, ini bukanlah sebuah biopik. Tetap sebagai sebuah interpretasi lain ke puisi itu dari duo penulis Hannah Shakespeare dan Ben Livingston, ‘The Raven’ adalah kisah fiktif yang dibenturkan ke beberapa sejarah hidup Poe, dengan sosoknya sebagai karakter utama. Termasuk juga misteri dibalik kematiannya yang hingga sekarang masih belum terungkap dengan jelas.

Serangkaian pembunuhan serial yang terjadi di Maryland, abad ke-19, langsung mengarah ke Edgar Allan Poe (John Cusack), seorang penulis yang tengah bangkrut karena idealisme tulisan-tulisannya. Pasalnya, lewat investigasinya, detektif Emmett Fields (Luke Evans) menemukan bahwa cara-cara pembunuhan keji itu sepenuhnya diilhami oleh karya-karya Poe. Sangkaan ini kemudian berbalik membuat Poe diminta Fields membantunya mencegah pembunuhan selanjutnya, sementara hubungan backstreet Poe dengan Emily Hamilton (Alice Eve), putri pejabat militer Kapten Hamilton (Brendan Gleeson) justru dijadikan umpan oleh si pembunuh untuk memancing Poe sebagai sasaran akhirnya. Maka Poe dan Fields harus berpacu dengan waktu menemukan identitas sang pembunuh sekaligus menyelamatkan Emily yang disekap hidup-hidup di bawah tanah.

Sebagai sebuah gothic crime thriller dengan referensi demi referensi ke sejarah hidup Edgar Allan Poe dan karya-karyanya, mau tak mau, ‘The Raven’ memang jatuh ke sisi segmental buat para penonton yang selama ini belum akrab dengan nama Poe. Sudah itu, selain kelewat fokus membangun plotnya dari referensi-referensi ini, sutradara James McTeigue (‘V For Vendetta’)  juga sepertinya tak berusaha membuatnya bisa nyaman dinikmati sebagai thriller lepas tanpa referensi tadi. Padahal, kekuatan Cusack dan Evans sebagai duet karakter utamanya sebenarnya bisa dieksplor lebih menyerupai genre-genre sejenis seperti ‘Sherlock Holmes’, misalnya, demi daya jual yang lebih tinggi. Introduksi tentang Poe juga terasa kelewat singkat dibalik bangunan karakternya yang seringkali punya feel terlalu abu-abu di tangan Cusack, untuk bisa jadi lebih lovable ke penonton secara universal.

Begitupun, dari sisi penggarapan lain, ‘The Raven’ tentu bukan sebuah karya yang jelek. Bangunan thriller-nya digagas dengan tanjakan intensitas cukup lumayan menuju ‘whodunit’ twist dibalik production values dan detil-detil set yang rapi. Hanya saja, McTeigue seolah tak yakin mau membawa ‘The Raven’ ke kultur yang lebih pop, namun juga terlalu tanggung untuk jadi sajian sedalam ‘From Hell’, sebagai genre yang mirip, termasuk ke mish-mash sebagian referensi nyata, di dalam penyampaiannya. Jadi begitulah, ini adalah film yang sangat segmental. Buat fans Poe, apalagi yang mengenal betul karya-karyanya yang sudah banyak diadaptasi ke film-film horor dalam skala produksi berbeda-beda itu, ‘The Raven’ bisa kelihatan sangat cerdas meramu referensinya, namun bagi yang bukan, ‘The Raven’ mungkin hanyalah sebuah gothic thriller yang jadinya serba tanggung. Seperti penggalan puisi ‘The Raven’ sendiri. ‘Merely this and nothing more.’ (dan)

~ by danieldokter on October 16, 2012.

2 Responses to “THE RAVEN : MERELY THIS AND NOTHING MORE”

  1. […] The Raven […]

  2. […] Ada Sam Hazeldine, aktor asal Inggris yang belum lama ini kita lihat sebagai main villain dalam ‘The Raven’-nya John Cusack, Les Loveday, aktor Inggris/Amerika yang sebelumnya sudah pernah muncul dalam […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: