FRANKENWEENIE : BURTON AND HIS ELECTRIC DREAM

FRANKENWEENIE

Sutradara : Tim Burton

Produksi : Tim Burton Productions & Walt Disney Pictures, 2012

If you’re into Tim Burtons works, Anda pasti tak akan melewatkan ‘Frankenweenie(1984) dari slot special features DVD Special Edition atau BlurayThe Nightmare Before Christmas’. Walau sudah membuat beberapa short movies sebelumnya sebelum dan selama berkarir sebagai salah seorang animator Walt Disney, ‘Frankenweenie’ adalah tahapan monumental dalam karir Burton. Ia memang dipecat dari Disney karena film yang dianggap terlalu aneh buat penonton anak-anak ini, namun live-action shorts yang dibintangi aktris senior Shelley Duvall, Daniel Stern dan Barret Oliver, aktor cilik yang sedang bersinar-bersinar-nya waktu itu (‘The Never Ending Story’ dan ‘D.A.R.Y.L.’, bila Anda masih ingat), sekaligus membuka jalan jauh lebih luas bagi karirnya, termasuk belakangan kembali bekerja dengan Walt Disney company di ‘The Nightmare Before Christmas’ yang ditulis dan diproduserinya. Sekarang, bersama ‘Alice In Wonderland’ (2010) dimana Burton kembali dikontrak untuk mengerjakan dua film buat Disney Digital 3D, ia meneruskan mimpi yang tertunda dari proyek ‘Frankenweenie’ saat Disney sudah bisa berkompromi dengan ‘dark style’-nya dengan kesuksesan luarbiasa ‘The Nightmare Before Christmas’. Sebuah full-length remake yang dibesut dengan stop-motion animation, which is, sangat Burton dalam tampilannya. Apalagi, dengan template B&W, tribute aslinya ke ‘Frankenstein’ dan horor klasik lainnya, jelas makin terasa.

Dalam sebuah pertandingan baseball atas desakan kedua orangtuanya (Catherine O’Hara & Martin Short), bocah introvert Victor Frankenstein (Charlie Tahan) yang hobi membuat film pendek serta sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau sains kehilangan anjing kesayangannya, Sparky, secara tak sengaja. Begitu terpukul, Victor lantas terinspirasi guru sains barunya, Mr. Rzykruski (Martin Landau) untuk menghidupkan kembali Sparky dengan daya listrik. Jasad Sparky yang digalinya kembali memang berhasil dibangkitkan, namun kekacauan terjadi. Pasalnya, Sparky yang lari buat mengejar kucing tetangga diketahui oleh Edgar ‘E’ Gore (Atticus Shaffer), rekan sekolah Victor yang kemudian memaksanya mengajarkan teknologi itu buat membangkitkan ikan peliharaannya, namun gagal. Ulah Edgar yang bicara ke rekan-rekan lainnya membuat kekacauan dengan serangkaian eksperimen re-animasi yang justru membuat sebagian binatang mati milik mereka menjadi monster dan menteror seisi kota. Puncaknya, ketika keponakan walikota, Elsa Van Helsing (Winona Ryder) dilarikan Mr Whiskers, kucing tetangga yang bermutasi bersama bangkai kelelawar di tengah kincir angin kota, Victor dan Sparky terpaksa mencoba menunjukkan kepahlawanan mereka.

Jauh sebelum kesuksesannya, this was Burton’s dream, dan satu proyek yang sangat personal baginya. ‘Frankenweenie’ memang sejak lama direncanakannya sebagai full length stop-motion, kini baru menemukan jalan. So, jangan anggap pengembangannya merupakan aji mumpung dari dua kontrak dengan Disney Digital 3D itu. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya terlihat sebagai inovasi yang sangat Burton dalam menciptakan atmosfer lain dari yang lain buat setting film-filmnya, dalam membawa penontonnya masuk ke dunia penuh fantasi itu. Apalagi, stop-motion animasinya luarbiasa rapi, rendering 3D buat trending gimmick-nya juga, meski tak terlalu spesial, bukan sembarangan, dan jangan pernah lupakan betapa berharganya kolaborasi Danny Elfman sebagai komposer yang seakan selalu masuk bersama-sama ke dalam pikiran Burton dengan sempurna.

Namun tak hanya sekedar merupakan tribute ke horor klasik ‘Frankenstein’, baik dari versi asli Mary Shelley atau Universal Classic Monsters, pengembangan plot ini membuat ‘Frankenweenie’ versi baru ini semakin terasa dengan trend meta serta ensiklopedia yang sekarang ada lewat referensi-referensi tribute yang digunakan dalam sebuah film. Selain tone klasiknya yang sangat terasa dari template B&W itu, ada ‘E’ Gore yang merupakan referensi ke ‘The Hunchback Of Notredame’, juga sebuah monster classic tale, ElsaVan Helsingas in Bram Stoker’sDracula’ yang sudah sering di-crossover-kan ke banyak horor klasik, atau ‘Mr. Burgermeister’, istilah Jerman untuk town-mayor (walikota) yang juga sering jadi karakter villain klasik di kisah-kisah sejenis. Pasangan Johnny Depp dan the real life Mrs. Burton, Helena Bonham Carter, mungkin tak ada disini, tapi voicetalents-nya bekerja dengan luarbiasa baik, termasuk Burton’s old muse, the ever-beautiful Winona Ryder.

So yes. Mendapat banyak pujian setelah dua film live-action Burton yang dihajar sebagian kritikus dengan rating rendah, ‘Alice In Wonderland’  dan ‘Dark Shadows’, apapun itu, Burton sebenarnya tak pernah gagal. Jauh dari tetek-bengek sinematis lainnya, keberhasilan Burton tetap ada pada kemampuannya membawa kita masuk ke dunia fantasi yang berbeda-beda, lengkap dengan semua feel dan variasinya yang selalu bisa terhubung dengan satu-dua benang merah baik dalam gothic style ala Burton, karakterisasi atau bentuk-bentuk penggambaran karakter tadi di live action atau animasi. Tak semua sineas bisa menghasilkan pencapaian seperti ini, and I’ll assure you, Burton is one hell of a storyteller. ‘Frankenweenie’ seakan jadi sebuah kisah sejati yang terbentang panjang dalam karir Burton sendiri, tentang kesuksesan luarbiasa yang masih menyisakan sebuah mimpi. And he’s living that dream now. Electrifying as ever! (dan)

~ by danieldokter on October 27, 2012.

3 Responses to “FRANKENWEENIE : BURTON AND HIS ELECTRIC DREAM”

  1. […] Frankenweenie […]

  2. […] FRANKENWEENIE – Tim Burton […]

  3. […] FRANKENWEENIE – Tim Burton […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: