THE POSSESSION : THE JEWISH EXORCIST

THE POSSESSION

Sutradara : Ole Bornedal

Produksi : Ghost House Pictures, North Box Productions & Lionsgate, 2012

Disamping kesuksesannya di genre-genre fantasi serta adaptasi superhero atau mitos-mitos lain, baik di film-film layar lebar atau televisi, kalau Anda benar-benar mengenal siapa Sam Raimi, Anda pasti juga tahu kiprahnya dalam genre horor. Nama Raimi sudah jadi bagaikan jaminan untuk film-film yang disutradarai atau diproduseri olehnya. But who’s Ole Bornedal? Oh, dia juga bukan sutradara sembarangan. Walau belakangan namanya kurang terdengar, Bornedal yang asal Denmark ini sempat punya satu film hit di negaranya, ‘Nattevagten’ (1994) yang sampai di-remake Hollywood sebagai ‘Nightwatch’ (1997), juga disutradarai Bornedal sendiri. Though yes, dia mungkin belum punya banyak bukti sebagai master of horrors.

Tapi yang pasti, kolaborasi ini juga diawali dari rasa hormat Bornedal ke salah satu film horor favoritnya, ‘The Exorcist’. Sampai-sampai ia tak menolak anggapan banyak orang serta kritikus yang membandrol ‘The Possession’ sejak jauh-jauh hari sebagai satu dari sekian banyak rip-off ke horor klasik itu. Namun ada satu perbedaan jelas, apalagi dengan munculnya nama Matisyahu, penyanyi reggae-rock jewish dalam cast-nya. Bornedal menggunakan pendekatan baru yang masih-masih jarang di template klasik exorcism-nya. Jewish beliefs, yang diilhami sebuah kisah nyata penjualan ‘dybbuk box’ di ebay. So how was it?

Pasangan Clyde (Jeffrey Dean Morgan) dan Stephanie Brenek (Kyra Sedgewick) yang baru saja bercerai memiliki dua puteri, Em (Natasha Calis) dan Hannah (Madison Davenport). Sebuah vintage box berukir aksara Hebrew yang dibelikan Clyde buat Em di sebuah yard sale mulai memicu masalah ketika Em memaksa Clyde buat mencoba membukanya. Satu persatu kejadian aneh mulai muncul bersama perilaku Em yang kian aneh dan agresif. Korban-korban pun mulai berjatuhan, dan usaha Clyde membuang jauh kotak itu juga sia-sia. Satu-satunya yang bisa membantu mereka adalah pendeta Yahudi Tzadok (Matisyahu) yang mencurigai adanya roh jahat menurut kepercayaan mereka, ‘dybbuk’ bernama Abizu dalam kotak tersebut, namun menyelamatkan Em, juga tak bisa dilakukan dengan ritual biasa.

Tema ‘Dybbuk Box’ dalam sepenggal ebay truestory yang jadi inspirasi Bornedal lewat skrip yang ditulis oleh Juliet Snowden dan Stiles White itu, dengan Jewish beliefs in exorcism dibaliknya, sedikit banyak memang terasa sebagai pendekatan baru yang kalaupun ada masih jarang-jarang muncul di film horor Hollywood. Pengenalan ‘dybbuk’ di deretan baru nama-nama demons dalam memperkaya ensiklopedi sinema horor, sosok rabbi dan ritual exorcism (pengusiran setan) ala Jewish itu juga jadi unsur menarik yang membedakannya dari tema-tema sejenis.

Sayangnya, sisi baik ini justru dipandang berbeda oleh banyak orang-orang hingga kritikus yang menganggap elemen Jewish exorcism berikut tampilan para rabbi itu malah mengurangi feel horor dan intensitas adegan-adegan seram yang digelar. Di satu sisi mungkin sangat tak adil, namun ada benarnya juga akibat performa Matisyahu yang memang masih hijau dalam debut layar lebar-nya ini. Ia terlihat kelewat canggung ketimbang penuh wibawa sebagai seorang exorcist.

Cast lainnya, Jeffrey Dean Morgan, aktor berbakat yang sayangnya sering sekali jatuh ke peran-peran kurang layak, juga tak menyisakan kesan apa-apa bersama Kyra Sedgewick. Karakter kekasih Stephanie yang diperankan aktor dari serial lawas ‘Melrose Place’, Grant Show, yang dulu cukup punya nama juga tak diberi kesempatan lebih dan malah menghilang begitu saja menjelang klimaksnya. Di departemen cast ini, kesia-siaan KW2 Robert Downey, Jr dan Julia Roberts itu hanya terselamatkan oleh Natasha Calis, aktris remaja pemeran Em yang secara fisik punya kemiripan luarbiasa dengan Amy Adams. Memerankan Em yang terasuki ‘dybbuk’, Calis muncul dengan gestur yang solid dibalik mock-up-nya. Tak sebaik Linda Blair dalam ‘The Exorcist’, tapi cukup meyakinkan membawa tone horor ‘The Possession’ untuk menakut-nakuti penontonnya.

And so, resepsi itu tentu terpulang lagi pada Anda masing-masing. Kecuali unsur Jewish exorcism yang segmental bagi sebagian orang itu, tak ada yang terlalu salah dalam pace dan intensitas horor-nya. ‘The Possession’ masih tetap bisa digolongkan sebagai horor exorcism yang cukup menyeramkan dalam banyak eksekusinya, termasuk kemunculan sosok ‘dybbuk’ dalam referensi alternatif setan baru di genre-genre horor. Namun memang kalau bicara nama yang dipasang gede-gede sebagai poin promosinya, Anda tak salah. ‘The Possession’, in many ways, kelihatan terlalu lemah sebagai salah satu kiprah Raimi di genre ini. Cukup nikmati saja pameran ‘seram-seraman’-nya, and enjoy your moment of horror by this end of October. Happy Halloween! (dan)

~ by danieldokter on October 31, 2012.

3 Responses to “THE POSSESSION : THE JEWISH EXORCIST”

  1. jangan nonton sendirian deh ini mah

  2. ini aktornya bkn Robert Downey.. sekedar kritik saja. Silakan cek nama asli pemain ini.

  3. lah yang bilang Robert Downey siapa? Baca dari atas dong🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: