I LOVE YOU MASBRO : TAK CUKUP HANYA LUCU

I LOVE YOU MASBRO

Sutradara : Raymond Handaya

Produksi : Rapi Films, 2012

Nobody ever said this, but here’s a theory. Bahwa hal paling mendasar buat menilai film, sebelum muncul penilaian sinematis dan tetek-bengek lainnya, sebenarnya ada di keberhasilan mereka berjalan di genre-nya. Action, harus seru. Horor, harus seram. Komedi, harus lucu. Dan sebagainya. Then comes, entah dimulai sejak tahun berapa pertama kalinya, kombinasi dari genre-genre itu, yang kadang crossover-nya memang sebatas garis tipis. Pembuat film boleh saja mempromosikan filmnya ke dalam genre apapun yang mereka suka, tapi tetap penontonlah yang bisa benar-benar menilai ia ada dimana. Dan kenyataannya, ini juga yang masih sering sangat salah kaprah di film-film kita. Dilepas bersama ‘Sang Martir’, entah memang mau ngikut atau kebetulan saja, ‘I Love You Masbro’, dari awal press release-nya adalah drama dengan bumbu action. But instead, what we’ve got, is a comedy, bahkan hanya dengan membaca plot-nya saja, unsur itu sudah muncul ke depan. Here’s the plot.

Keluarga Salman memiliki 4 anak laki-laki yang yah, aneh-aneh semuanya. Bagus (later played by Andhika Pratama) yang paling ganteng, punya masalah kepercayaan diri yang mengakibatkan matanya jadi juling setiap melihat cewek cantik (You bet. Tak pernah ada penyakit ini dalam literatur kedokteran, tapi jelas, tujuannya adalah buat komedi. Jadi sah saja). Lalu, ada Alim (later played by Ramon Y. Tungka), anak bandel yang selalu membuat masalah di luar rumah dan bergaul dengan orang-orang tak benar. Dua lagi? See this if you said it ain’t a comedy. Vina (later played by Bobby Samuell), ya, dia adalah laki-laki, yang keukeuh diberi nama wanita oleh ibunya yang awalnya mengharapkan anak wanita. Akibatnya ia tumbuh jadi pretty boy, meski banyak disukai wanita tapi selalu gagal mendekati cewek yang ia suka, Max (Tamara Tyasmara). Di sekolah, ia malah diperlakukan bagai loser oleh grup anak-anak populer itu (yang kerjanya pagi, siang, sore, malam, menari hip-hop). Yang keempat, adalah Rizky (later played by Cecep Reza). Gendut, dan punya kecerdasan di bawah rata-rata. (baca = tolol). Dan masalah terbesar, Bagus sering tak dianggap adik-adiknya yang lebih mengagungkan Alim yang macho. Hanya tetangga mereka, Alia (Tya Ariestya), yang diam-diam menyimpan rasa terhadap Bagus. Tanpa perduli matanya yang masih terus juling kalau melihat Alia. Masih tak percaya ini komedi?

Oke, lalu datang sebuah drama. Bukan di awal, tapi setelah mereka beranjak dewasa dan melewati pengenalan karakter yang cukup panjang. Dalam perjalanannya menjemput Alim yang disekolahkan ke Malaysia, Bapak dan Ibu Salman meninggal dalam kecelakaan mobil. Tak ada warisan yang ditinggalkan kecuali rumah yang mereka tempati. Malah, Pak Salman ternyata meninggalkan hutang cukup besar (katanya, akibat bermain saham). Mereka pun diancam dengan waktu terbatas oleh bos mafia, Boss Boss (Joe P. Project) untuk mengembalikan uang itu. Namun usaha mereka tentunya dipenuhi ribut-ribut sana-sini. Yang lagi-lagi, digelar dengan pendekatan komedi, tapi reaksinya mirip sebuah drama, lengkap dengan akting teriak-teriak ala film kita. Plus sedikit action, well, if you considered it as one. And how they ended all this? Oh ya. Dengan sejumlah ternyata dan ternyata, sampai melangkah jauh ngaco dari konflik utama dalam plot itu, you bet. Jelas jawabannya adalah komedi.

Masih tak percaya ‘I Love You Masbro’ adalah komedi? I tell you what. Hal paling, paling, berantakan dalam film ini ada pada skrip yang ditulis oleh Cassandra Massardi. Ketika Anda main-main dengan memasukkan sebuah kisah obituari anggota keluarga ke dalam film yang Anda maksudkan jadi film komedi dengan unsur drama buat memancing konflik utamanya, Anda harusnya tak main-main dengan itu. Bukan mengkombinasikannya berarti salah, tapi part-part drama yang seharusnya bisa memancing konflik buat mengkombinasikan genre-nya menjadi punya sentuhan tambahan baik di drama maupun di action, seharusnya dipikirkan dengan baik ketimbang terus ngebanyol di segala situasi, sementara sebagian karakternya dibuat harus teriak-teriak bertengkar dengan serius bahkan dengan tangis-tangisan di tengah banyol-banyolan itu. Atau, yang akhirnya hadir di layar adalah sebuah situasi tanpa kontinuitas dan konsistensi yang baik. Kecuali ini adalah pure black comedy, itu artinya, bukan film yang baik. Bukan pula cara bercerita yang baik. Why don’t make a total comedy instead, ketika tahu sebagian cast-nya seperti Joe P. Project, juga punya potensi untuk itu?

Kesalahan kedua, seperti juga pada ‘Sang Martir’, adalah choose a believable cast. Tapi ini memang sulit, secara karakternya saja sudah serba tak wajar, bahkan untuk template komedi. Ramon Y. Tungka bisajadi pas sebagai sosok anak berandalan, tapi justru terlihat aneh berada di tengah-tengah cast yang lain. Begitu juga dengan Tya Ariestya yang mencoba bermain serius. Dan Andhika Pratama sebagai cowok yang dijauhi cewek-cewek hanya karena matanya dibuat juling-juling tak karuan dalam beberapa scene, itu pun bukan dengan penceritaan yang konsisten? Dan masih begitu banyak pula subplot-subplot tak penting seperti adegan-adegan hiphop dance yang tak punya fungsi dibalik karakter orang-orangnya yang juga sama anehnya, sampai-sampai karakter burung beo yang menambah lagi porsi komedinya. Satu-satunya yang tetap terasa segar adalah banyolan Joe P. Project biarpun kerap terasa tak pada tempatnya serta di-push secara tak seimbang dengan yang lain. Sementara emosi tentang hubungan keluarga yang harusnya bisa jadi faktor penting buat unsur drama-nya, tenggelam sepenuhnya ke banyolan kelewatan yang disempalkan secara benar-benar tak proporsional. Dengan guliran skrip dan penggarapannya, ini jadi salah satu bukti bahwa ketika usaha-usaha buat kombinasi genre itu muncul, hanya lucu saja, tidaklah cukup. ‘I Love You Masbro’ adalah salah satu contoh usaha yang gagal total itu. Cukup parah. (dan)

~ by danieldokter on November 3, 2012.

One Response to “I LOVE YOU MASBRO : TAK CUKUP HANYA LUCU”

  1. […] I Love You, Masbro […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: