PARANORMAL ACTIVITY 4 : JUST A FAIR SCARE

PARANORMAL ACTIVITY 4

Sutradara : Henry Joost & Ariel Schulman

Produksi : Room 101 & Paramount Pictures, 2012

Tiga instalmen dan sebuah spin-off, belum lagi cukup untuk terus mengisi pundi-pundi franchise ini. Maklum. Walau bukan yang pertama, dalam genre found footage horror, ‘Paranormal Activity’ memang sebuah trendsetter, sekaligus pencetak box office yang bukan main-main dibalik bujet mini-nya. Apalagi buat kritikus serius yang biasanya memandang sebelah mata genre-nya, ia termasuk segelintir dari yang dipuja-puji. Jadi tak perlu juga terlalu sinis. Horor mereka tak pernah punya banyak tujuan-tujuan semu sok bijak seperti disini, kok. Cukup simpel, hanya buat menakut-nakuti, tapi tetap dengan inovasi, biar tak terasa basi. So yes, ini tampaknya masih terus berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Mau box office-nya bergerak dengan grafik naik turun pun, pencapaiannya sejauh ini masih sangat bisa dibanggakan.

Dan kunci terpenting adalah inovasi dalam mengeksplorasi universe-nya. Sampai instalmen ketiga yang justru bergerak balik ke sebuah prekuel, ‘Paranormal Activity’ masih konsisten tak beranjak jauh dari wilayah dan tampilan found footage/mockumentary-nya. Kekuatannya dalam menakut-nakuti tetap juara, tapi mungkin mereka lupa. Apa dan siapa yang jadi latar belakang horor-nya sudah semakin terjelaskan di prekuel itu. Di satu sisi, ini bisa jadi bumerang terhadap rasa penasaran yang terbangun sejak awal buat mengikuti film demi film dalam franchise-nya. Sekarang, meski dalam waktu dekat mereka sudah menyiapkan inovasi spin-off lainnya, instalmen keempat ini bergerak maju dari apa yang kita saksikan di ‘Paranormal Activity 2’. Let’s see, then.

Dari prolog yang mengingatkan sekilas kejadian teror di instalmen keduanya, dimana Katie (Katie Featherston) yang melarikan Hunter, bayi laki-laki saudaranya, Kristi, tanpa pernah diketahui lagi keberadaannya, kita pun dibawa lima tahun berselang ke keluarga Doug – Holly Nelson (Stephen Dunham – Alexondra Lee) yang memiliki dua orang anak. Seorang putri remaja, Alex (Kathryn Newton) , dan bocah laki-laki hasil adopsi, Wyatt (Aiden Lovekamp). Keanehan mulai terjadi ketika Alex bersama kekasihnya, Ben (Matt Shively) yang gemar merekam lewat hidden cam menemukan anak tetangganya, Robbie (Brady Allen) yang terlihat introvert, diam-diam masuk dan bersembunyi di rumah tamannya. Keesokan harinya, sebuah insiden yang terjadi atas orangtua Robbie membuat Holly menerimanya tinggal sementara bersama Wyatt. Alex dan Ben yang mencurigai tingkah Robbie yang suka berbicara sendiri serta menularkannya pada Wyatt mulai menginstal webcam di beberapa sudut rumah. Seperti biasa, teror demi teror berlanjut, dan korban pun mulai berjatuhan.

Selain pameran kengerian dalam wujudnya sebagai found footage horror yang bagi sebagian orang terasa lebih real ketimbang horor biasa, yang paling ditunggu dari franchise ini adalah inovasi. Saat ‘Paranormal Activity 2’ bermain dengan timeline puzzling dan spin-offTokyo Night’ mengeksplorasi perbedaan nuansa horor Asia, ‘Paranormal Activity 3’ menampilkan kecerdasan melebihi eksplorasinya ke sebuah prekuel. Ada inovasi unik dalam memunculkan realitas pergerakan kamera yang dirancang lewat kipas angin, yang tampil begitu menarik sekaligus membuka sisi jelajah baru buat menggempur pameran seram-seramannya pada para penontonnya.

Therefore, ketika trailer awal instalmen keempat yang tetap disutradarai oleh duo Henry Joost – Ariel Schulman dari film ketiga serta Oren Peli, tetap di kursi produser, ini muncul, which is introducing skype-like conversation diantara dua pemerannya (Alex & Ben), tak lagi ada yang terasa baru. Apalagi, webcam laptop memang tak terkesan menakutkan dibanding kamera video konvensional, dan kenyataan bahwa sebuah segmen dari ‘V/H/S’, omnibus found footage horror yang juga sudah menyebar salah satu viral hype paling gede tahun ini, sudah melakukannya. Sedikit banyak, ini mengurangi ekspektasi banyak orang yang mungkin berpengaruh juga dibalik perolehan box office-nya yang tak sebesar instalmen-instalmen sebelumnya.

Sudah begitu, entah atas alasan apa, Peli dan timnya mulai merambah ke tampilan cast yang lebih ‘moviestar-likes’ ketimbang serba natural seperti sebelum-sebelumnya. Meski bisa jadi daya tarik, yes, I mean Kathryn Newton yang punya paras secantik Anna Sophia Robb, ini agak berpengaruh juga ke feel realisme di bangunan found footage dan menurunkan ritme seramnya. But however, webcam-webcam-an itu ternyata bukan salah satu inovasi andalannya. Instalmen keempat ini masih menyisakan satu inovasi yang cukup unik dengan detil teknologi penjelasannya, walaupun tak bisa menandingi kipas angin di film ketiga yang harus diakui punya detil gerak serta bunyi yang lebih klasik serta mengundang rasa takut dibanding teknologi modern X-Box Kinect yang digunakan disini. Cast lainnya juga bermain cukup natural terutama Brady Allen sebagai pemeran Robbie yang bisa memberikan thrill-thrill creepy di karakternya sebagai benang merah teror itu.

Jadi begitulah. ‘Paranormal Activity 4’ tetap menyisakan ciri khas yang menjadi letak keberhasilan franchise-nya. Inovasi yang masih tergolong baru serta unik, dan di beberapa adegan, tetap punya pameran horor yang cukup menakutkan. Tapi secara keseluruhan, dengan kekuatan-kekuatan yang tak lagi sebaik instalmen sebelumnya, belum lagi dengan sudah begitu banyaknya latar yang sudah dibuka di film-film sebelumnya, sekuel ini mulai kehilangan daya untuk tampil se-seram sebelumnya. While this is just a fair scare, for now, kita hanya bisa berharap ke spin-off yang sudah disiapkan lewat post credit scene-nya. (dan)

~ by danieldokter on November 11, 2012.

One Response to “PARANORMAL ACTIVITY 4 : JUST A FAIR SCARE”

  1. […] Paranormal Activity 4 […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: