SOAR INTO THE SUN (R2B : RETURN TO BASE / R2B: 리턴투베이스) : A NO BRAINER BUT FUN AERIAL RIDE

SOAR INTO THE SUN (R2B : RETURN TO BASE / R2B: 리턴투베이스)

Sutradara : Kim Dong-Won

Produksi : CJ Entertainment, Zoomoney Entertainment, 2012

Inilah kehebatan sinema mainstream Korea Selatan. Creatively inspired themes, mostly from Hollywood, yang diracik sedemikian rupa, menggabungkan berbagai elemen dari film berbeda sehingga jadi satu produk baru, yang saking asyiknya sampai menenggelamkan keinginan penontonnya memprotes usaha-usaha tiruan itu. ‘Soar Into The Sun’ yang jadi titel internasional dari ‘R2B : Return To Base’ ini juga begitu. Dalam aerial combat themes, ia tak perlu susah-susah mencari referensi inspirasi-nya. Cukup dua film yang secara ikonik sudah lengket di benak banyak orang, ‘Top Gun’, dan  ‘Iron Eagle’, yang tak tepat juga disebut rip-off karena dirilis lebih dulu namun berada di kelas produksi yang berbeda.

Tapi jangan buru-buru menuduh. Meski dikemas dalam elemen-elemen yang sangat mengingatkan ke dua film itu, film ini sebenarnya adalah remake dari produk mereka sendiri, sebuah film tahun 1964 yang berjudul ‘Red Scarf’, yang tentunya belum punya sisi teknologi secanggih sekarang. And maybe, agak terlambat untuk baru me-remakeTop Gun’ secara unofficial, bahkan bila mengambil kesempatan atas  momen meninggalnya Tony Scott belum lama ini.

However, sutradara Kim Dong-Won yang meski cukup remarkable dengan berbagai awards di dokumenter namun baru sekali menyutradarai film layar lebar, ‘If You Were Me 2’ yang juga bukan terlalu diingat banyak orang, memang sudah memiliki unsur-unsur jagoan dalam fondasinya sebagai blockbuster. Selain bujet besar buat efek spesial dan seabrek aerial photography-nya, kekuatannya tentu ada di ensemble cast. Ada Rain yang sudah bakal jadi jaminan kesuksesan, one of Korean’s sweethearts Shin She Kyung, Kim Sung-Su yang sedikit lebih senior, juga tampil dalam ‘Full House’, dan younger heartthrob mereka, Lee Jong-Suk.  Apalagi, pihak airforce mereka mendukung penuh syuting dengan rencana perilisannya buat memperingati 60 tahun peristiwa Perang Korea. Sebelum rilis saja, dari penayangan perdana-nya di Busan International Film Festival, ‘Soar Into The Sun’ yang sempat beberapa kali berganti judul ini sudah berhasil terjual ke 30 negara termasuk, Inggris, Perancis, Jerman hingga negara-negara Asia, limited release di AS dan Kanada, dan Indonesia, dimana film Korsel di jaringan teater terbesarnya masih jarang-jarang mengimpor film mereka.

Ulahnya dalam sebuah ekshibisi air show membuat Kapten Jung Tae-Hoon (Rain), pilot andalan namun luarbiasa angkuh, langsung membuatnya ditransfer dari tim elit ‘Black Eagles’ ke 21 combat unit F-15K yang dipimpin Jendral Choi Byeong-Gil (Jo Sung-Ha) dengan flight leader Mayor Park Dae-Seo (Kim Sung-Su). Masuknya Tae-Hoon ke unit itu ditentang oleh Mayor Lee Cheol-Hee (Yoo Jun-Sang), pilot terbaik mereka, namun baik Byeong-Gil dan Dae-Seo percaya kegilaan Tae-Hoon bisa bermanfaat buat misi-misi mereka. Selain jadi sangat akrab dengan Dae-Seo dan kekasihnya, Kapten Oh Yoo-Jin (Lee Ha-Na) yang membimbingnya seperti adik sendiri, Tae-Hoon juga menjadi betah karena terlibat hubungan dengan Technical Sargeant Yoo Se-Young (Shin She-Kyung). Hingga misi mereka menghentikan penyerangan dari sebuah usaha kudeta peluncuran nuklir di Korea Utara mengambil korban nyawa serta menempatkan pilot rookie Letnan Ji Seok-Hyun (Lee Jong-Suk) terperangkap di wilayah musuh, pilot-pilot jagoan ini harus berhadapan dengan ego mereka sendiri buat bekerjasama. Sebuah misi penyelamatan yang bisa berarti bunuh diri demi menyelamatkan kehormatan negaranya.

Sama seperti ‘Top Gun’, Kim Dong-Won memang membesut ‘Soar Into The Sun’ dengan dayatarik pameran ensemble cast yang saling ber-chemistry dengan baik. Tak bisa tidak, memang part-part karakter Tae-Hoon yang pembangkang dan senang menyerempet bahaya sangat mengingatkan kita ke karakter Maverick-nya Tom Cruise di ‘Top Gun’. Persaingan Tae-Hoon dengan Cheol-Hee juga persis seperti Cruise dan Val Kilmer, Dae-Seo-Yoo-Jin, Byeong Gil dan Se-Young yang masing-masing mengimitasi karakter Goose-nya Anthony Edwards bersama Meg Ryan disana (meskipun sedikit dimodifikasi) berikut Tom Skerritt dan Kelly McGillis hingga beberapa adegan copy-paste dan lovestories antar karakternya, semuanya seakan jadi tribute (kalau tak mau menyebutnya sebagai plagiat) ke ‘Top Gun’. Sayangnya sebuah kissing scene antara Rain dan She-Kyung dibabat sendiri oleh Dong-Won yang menganggapnya tak terlalu relevan buat keseluruhan film namun justru sedikit menurunkan tensi lovestory se-romantis yang ada dalam ‘Top Gun’.

Sementara lebih banyaknya adegan aerial combat yang hadir bersama misi penyelamatan-nya digarap dengan intensitas mirip seperti ‘Iron Eagle’, termasuk juga julukan Tae-Hoon,Golden Eagle‘.  Tak serupa, tapi ada beberapa scene yang menekankan kemiripan itu. Walau tetap punya garis plot mendasar dari source remake-nya, ‘Red Scarf’, namun semua elemen ini lebih membuat ‘Soar Into The Sun’ lebih membangun nada sama ke dua film Hollywood tadi.

 

Begitupun, di departemen efek spesial serta sinematografi aerial shots-nya yang dibesut oleh Kim Hyo-Jin, jangan ditanya. Dengan teknologi sinema mereka yang sudah sukses mengadopsi Hollywood selang beberapa tahun dibanding ‘Top Gun’ dan ‘Iron Eagle’, ‘Soar Into The Sun’ benar-benar menawarkan gelaran adegan aksi dan tempur yang benar-benar memukau. Benar memang, logika air combat dan teknologi pesawat tempurnya, terlebih buat yang memahami benar sisi ini, tak peduli keseluruhan filmnya didukung penuh oleh airforce mereka, benar-benar ditenggelamkan ke dasar logika terendah. Klimaks menuju endingnya pun tak kalah seenaknya. Totally no brain, namun di sisi lain menjadikannya sebuah aerial fun-ride yang luarbiasa seru. Slo-mo-slo-mo dalam adegan dogfights-nya pun menyisakan detil visual yang cantik termasuk salah satu adegan terbaiknya, dogfight di tengah-tengah pencakar langit Seoul. Breathtaking. Masih ada pula theme songClose To The Sun (태양 가까이)’ dalam dua versi, full band dan akustik yang masing-masing dibawakan oleh Heo-Gyu dan Jo Sun-Ah, yang jadi unsur lain dengan sama menariknya.

So there you go, semua elemen-elemen itu memang sudah menjadikan ‘Soar Into The Sun’ memiliki potensi penuh jadi sebuah blockbuster yang sangat memanjakan mata dan pacuan adrenalin penggemar film-film mainstream, sementara bagi pemirsa tetap film Korea, ada pameran ensemble cast yang benar-benar menarik. Lepas dari beberapa kekurangan yang ada, termasuk klise-klise konflik Korea Selatan vs Korea Utara yang lagi-lagi muncul tanpa peduli ini adalah sebuah remake, Anda boleh protes apa saja. Namun meski tak ada otaknya, ini keren luarbiasa. A no brainer, but absolutely fun aerial ride! (dan)

~ by danieldokter on November 25, 2012.

One Response to “SOAR INTO THE SUN (R2B : RETURN TO BASE / R2B: 리턴투베이스) : A NO BRAINER BUT FUN AERIAL RIDE”

  1. […] R2B : Return To Base aka Soar Into The Sun […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: