THE CAMPAIGN : FERRELL’S SICKJOKES AND POLITICAL SATIRE

THE CAMPAIGN

Sutradara : Jay Roach

Produksi : Gary Sanchez Productions, Everyman Pictures, Warner Bros, 2012

You get my son to call you dad, I fuck your wife.’ How’s that sound? Sebagai komedian, Will Ferrell mungkin ada pada tingkatan yang sama dengan Adam Sandler. Bukan masalah senioritas atau satu-dua kiprah eksperimental di film-film serius, which almost all famous comedian had, namun pasca Jim Carrey, mereka sering diterima dengan resepsi yang segmental. Bagi sebagian yang bisa masuk ke style-nya, they’re incredibly funny dengan film-film yang selalu ditunggu. Tapi sebagian lagi, bisa benci setengah mati. No wonder, karena keduanya sama-sama ada di wilayah yang sama dalam comedic style-nya. Something namedsickjokes’, yang bisa ngelantur tanpa batas. Kadang gila, kadang porno, kurangajar dan penuh pelanggaran batas-batas logika yang ada. Sekali dua kali bisa saja terselip pesan secara kontradiktif, tapi berbeda dengan Sandler yang selalu punya dramatisasi, Ferrell lebih sering melakukannya tanpa kompromi.

So here’sThe Campaign’, film komedi Ferrell yang memasangkannya dengan Zach Galifianakis, komedian yang tengah naik daun di industri mereka. Galifianakis ini punya style yang beda lagi. Menyentuh sickjokes, tapi menggunakan fisiknya sebagai cerminan ketololan. Lama berkarir sebagai standup comedian terkenal, ia mendapat kualitas bintangnya di loser character yang jadi sasaran bulan-bulanan buat memancing tawa.  Dengan skrip yang ditulis oleh Shawn Harwell, penulis serial HBO-nya Danny McBride, ‘Eastbound & Down’ yang juga diproduseri Ferrell, bersama Chris Henchy, the real life Mr. Brooke Shields yang selain banyak berkiprah di serial TV juga jadi penulis di dua film Ferrell sebelum-sebelumnya, ‘The Other Guys’ dan ‘Land Of The Lost’, ‘The Campaign’ menyorot tema yang sudah cukup sering jadi template film-film komedi Hollywood, congressman elections. Satu jalan untuk memuat komedi diatas satir politik, plus mocking-mocking lain ke southern cultures Amerika yang sering dianggap sangat kampungan.

Sutradaranya juga bukan main-main. Jay Roach, yang sudah malang-melintang bekerjasama dengan komedian-komedian papan atas baik di kursi sutradara ataupun produser eksekutif. Dari Mike Myers di trilogi ‘Austin Powers’, Adam Sandler di ’50 First Dates’, Ben Stiller di trilogi ‘Meet The Parents’, Steve Carrell di ‘Dinner For Schmucks’ hingga Sascha Baron Cohen di ‘Borat’ dan ‘Bruno’. Ditambah dukungan aktor-aktor senior seperti Dan Aykroyd, John Lithgow dan Brian Cox, oh yes. ‘The Campaign’ sudah menunjukkan kelasnya di ranah komedi mainstream Hollywood. Ini jelas bukan indie, tapi lebih ke sebuah blockbuster.

Anggota kongres demokrat Camden ‘Cam’ Brady (Will Ferrell) dari distrik 14 North Carolina sebenarnya sudah melaju mulus dalam pencalonannya yang kelima tanpa saingan, namun sifat nakalnya yang terekspos ke publik lewat sebuah telefon pelecehan seksual membuat dua makelar politik Motch bersaudara, Glen (John Lithgow) dan Wade (Dan Aykroyd) merekayasa sebuah permainan politik demi keuntungan bisnis mereka. Sasaran yang mereka pilih adalah Marty Huggins (Zach Galifianakis), produk memalukan dari keluarga mantan politikus republik terhormat, Raymond Huggins (Brian Cox) yang sehari-harinya bekerja di agensi turis kota kecil Hammond, tempatnya tinggal bersama istrinya, Mitzi (Sarah Baker) dan dua anaknya. Cam awalnya menganggap remeh Marty tanpa menyadari bahwa Motch bersaudara sudah menyiapkan Tim Wattley (Dylan McDermott), manager kampanye untuk merombak ulang imej Marty, belum lagi kenakalan Cam yang tak pernah bisa tertahan hingga merepotkan managernya, Mitch Wilson (Jason Sudeikis). Now the game has just begun, persaingan ini mulai menjadi perang pribadi antara Cam dan Marty.

Sejauh Anda tak punya problem dengan style komedi Ferrell, ‘The Campaignis one crazy ride. Gabungan antara sickjokes Ferrell yang me-mocking gaya Bush dan overexposed gaya loser Galifianakis benar-benar bekerja dengan sempurna mengantarkan plot-nya yang juga serba ngaco. Tenggelam dalam racikan sinting plot komedi kasarnya, meski menampilkan simbol-simbol ikonik Amerika, ‘The Campaign’ mungkin tak pernah jadi secerdas komedi-komedi seperti ‘Mr. Smith Goes To Washington’ ataupun ‘The Distinguished Gentleman’ dalam mengantarkan komedi satir politik-nya yang me-mocking sistem kampanye anggota kongres Amerika Serikat yang banyak diduduki makelar-makelar pencari keuntungan (yang kabarnya juga diinspirasi karakter-karakter nyata dalam sejarah politik kampanye mereka), tapi intensitas komedinya benar-benar konsisten di sepanjang film tanpa sekalipun jadi menurun, dan rasanya, ini juga yang lebih jadi alasan buat menyaksikan sebuah komedi secara mendasar. You loved the guys, and you came to laugh, right?

Dari sisi itu, ‘The Campaignreally delivers. Tak hanya slapstick-nya yang berulang tapi tetap lucu setengah mati, karakter-karakter komikal Lithgow-Aykroyd plus Dylan McDermott yang sangat bersinar jadi scene stealer dibalik karakternya, Southern mockings, dialog-dialog dan turnover plot-nya juga habis-habisan dibuat segila mungkin, termasuk selipan sebuah adegan yang sayangnya disimpan hanya untuk versi uncut DVD-nya. Dan Jay Roach memang sudah berpengalaman sekali menyentil masalah politik. Dua filmnya, ‘Recount’ dan HBO’s ‘Game Change’ sudah menunjukkan itu.

So yes, komedi, memang secara subjektif, akan selalu terpulang kembali pada selera masing-masing, dan tak akan pernah jadi penilaian yang objektif buat beda-beda selera penonton. Tapi paling tidak, even almost at every scenes you’ve got Ferrell’s trademark all over it, dibanding film-film yang menempatkan Ferrell bermain solo dengan kegilaan sickjokes-nya, kombinasi Ferrell dengan Galifianakis dengan porsi yang berimbang sudah menciptakan chemistry unik dalam memancing syaraf tawa penonton dan resepsi yang mungkin bisa sedikit lebih beragam (baca=luas). And if you’re really into sickjokes, ‘The Campaign’ adalah sajian yang tepat buat Anda, bahkan mungkin salah satu sickjokes movie terbaik tahun ini. (dan)

~ by danieldokter on November 25, 2012.

2 Responses to “THE CAMPAIGN : FERRELL’S SICKJOKES AND POLITICAL SATIRE”

  1. […] The Campaign […]

  2. baru nonton film ini.. kok kayak situasi Pemilu Presiden kita ya.. ada isu Agama (gak bisa solat, kalo di film gak bisa doa bapa kami).. lalu isu komunis. Kabarnya Prabowo nyewa konsultan dari Amerika? G banyanginnya si konsultan nge presentasikan projectnya kayak di film.. wakakaka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: