HELLO GOODBYE : ROMANSA CANTIK ALA KOREA

HELLO GOODBYE

Sutradara : Titien Wattimena

Produksi : Falcon Pictures, 2012

HG11

Dibalik bakat besar yang dimilikinya, karir Titien Wattimena sebagai asisten sutradara sekaligus remarkable scriptwriter di perfilman kita memang punya pencapaian yang masih naik turun. Baik dalam beberapa film yang, maaf, kurang layak, berpotensi buat dituduh sebagai jiplakan, atau kasus ‘Love’ yang sejatinya adalah ‘almost a straight remake’ atau ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’ yang serba salah kaprah itu. But let’s look on the bright side, terkadang profesinya memang belum bisa sepenuhnya lepas dari tuntutan produser sehingga terpaksa jadi korban. Begitupun, kiprahnya dalam dua bidang di sederet film yang bisa dibilang merupakan karya-karya terbaik sinema bangsa ini, tak seharusnya ditampik begitu saja.

HG5

Kini melangkah naik ke kursi penyutradaraan pertamanya, Titien menyuguhkan kita sesuatu yang beda. Oh, jelas tak ada salahnya mengadopsi sisi baik dari budaya luar yang masih terus jadi salah satu patokan trend sinema Asia, sepanjang itu bukan karya copy paste. Dan ‘Hello Goodbye’ yang juga ditulis oleh Titien sendiri ini, mengambil template K-movies yang sangat terasa. Saya tak mau menyebutnya aji mumpung, tapi justru sebuah pembelajaran yang sangat perlu buat dihargai lebih. Dari tiap sisinya, ‘Hello Goodbye’ menunjukkan pemahaman mendalam buat salah satu ciri khas sinema Korea tadi.

HG4

Nope, ini bukan rom-com atau drama/serial Korea yang hingar-bingar dengan racikan berbagai bumbu yang terlihat bagai gado-gado, tapi lebih pada gelaran romantisme khas film-film mereka yang digarap lebih serius. Soft, punya atmosfer sempit dalam interaksi karakternya, kadang dengan alur yang terlihat lambat tapi bukan berarti tak mengalir seindah latarnya, yang mengambil set langsung dibalik eksotisme Busan. Dan tampilan Rio Dewanto bersama Atiqah Hasiholan sebagai main cast-nya, jelas punya magnet sinematis cukup kuat dalam kredibilitas mereka. Lengkap pula dengan gimmick guest star biduan terkenal mereka, Eru (stage name dari Jo Sung-Hyun) yang membawakan versi duet lagu hit-nya, ‘Black Glasses’ bersama Atiqah.

HG7

Indah (Atiqah Hasiholan), seorang diplomat muda KBRI di Busan, Korea, yang baru menjalani tugas pertamanya di luar negeri harus menghadapi kasus penyakit jantung paru yang dialami ABK asal Indonesia, Abi (Rio Dewanto) yang membuatnya harus dirawat secara intensif disana. Tugas ini awalnya memusingkan Indah karena temperamen dan kemisteriusan latar belakang Abi, namun lama-kelamaan, mereka menemukan kecocokan dalam timbal balik perbedaan sifatnya. Kadang, terlalu fokus ke tujuan, orang suka lupa menikmati perjalanan. Dan dua manusia ini mencoba mencari jawaban dari takdir pertemuan mereka, dari dua hati yang sudah menemukan pelabuhannya.

HG1

Menggarap sebuah romansa dengan interaksi sempit diantara keterbatasan karakternya, memang memerlukan eksplorasi sinematis yang kuat. Dan Titien berhasil menghadirkan ini lewat skrip yang cukup kuat menggelar dialog-dialognya, lengkap dengan detil percampuran bahasa yang cukup terjaga. Kadang harus penuh puitisasi, namun tak sekalipun tergelincir jadi absurd. Informasi medis dalam latar plotnya mungkin terasa seperti orang membaca wikipedia, namun pengadeganannya, paling tidak punya detil lumayan rapi buat ukuran sinema kita.

HG12

Sementara Rio dan Atiqah sama-sama bersinar dalam chemistry mereka di tengah atmosfer ala K-movies yang sangat terjaga di sepanjang filmnya. Penampilan aktor-aktor pendukungnya termasuk Kenes Andari dan Verdi Soelaiman, secara proporsional di luar fokus juga mampu memberikan touch cukup menarik. Semuanya serba halus, agak flat dan bergerak perlahan. Tanpa harus memunculkan ledakan emosi berlebihan tapi tak lantas kehilangan flow romantisasi-nya. Just like Koreans, call it restraint, but wonderfully restraint.

HG2

Dan departemen teknisnya jadi satu kekuatan yang secara sinergis menerjemahkan ciri khas romantisme ala Korea itu. Sinematografi cantik dari Yunus Pasolang yang tak lantas kehilangan arah merekam eksotisme panoramik Busan walau sebagian set-nya tergolong cukup minim, editing rapi dari Robby Barus, tata artistik dari Eros Eflin yang membangun simbolisasi lovestory dalam bangunan interaksi dua karakternya, tata kostum cukup detil dari Chitra Subijakto, hingga tata suara dari Khikmawan Santosa dan skor Raymondo Gascaro yang mengalir sama cantiknya dalam penekanan ke tiap adegannya. Jangan lupakan juga theme songBlack Glasses’ yang jadi terdengar makin indah dalam versi duet Eru dan Atiqah, yang muncul dengan kuat mengantarkan intensitas romansa di bagian-bagian klimaksnya. And a tips, jangan buru-buru meninggalkan bioskop sampai bagian paruh end credits-nya. Meskipun terasa agak kompromistis dengan penonton kita yang suka dengan kejelasan penyelesaian, adegan itu juga hadir tak kalah cantik.

HG3

So yes, ‘Hello Goodbye’ mungkin bisajadi sedikit segmented buat dinikmati pemirsa yang tak terbiasa dengan romantisme soft dan restraint khas Korea tadi, namun percayalah, sebagai sebuah lovestory, ia menyimpan kecantikan luarbiasa dari eksplorasi Titien terhadap style K-movies yang tergelar nyaris sempurna dalam racikan kombinasinya, tanpa menghilangkan nyawa Indonesia-nya, tentunya. Comes December, dan kita sudah punya satu lagi lovestory dalam list terbaik genre sejenis di sinema kita. Rasakan romansa-nya yang berbeda, and don’t miss this one! (dan)

~ by danieldokter on December 2, 2012.

3 Responses to “HELLO GOODBYE : ROMANSA CANTIK ALA KOREA”

  1. Wow!! Berasa baca review di majalah.. Kental dengan kosakata perfilman..🙂 Jadi makin tertarik buat nonton film ini.. *yang emang sebelumnya udah tertarik buat nonton* Hehe..

  2. […]      9. HELLO GOODBYE […]

  3. […] Hello Goodbye […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: