THE MAN WITH THE IRON FISTS : AMBITIONS OVER A HOMAGE

THE MAN WITH THE IRON FISTS

Sutradara : RZA

Produksi : Strike Entertainment, Arcade Pictures, Universal Pictures, 2012

IF11

Like it or not, Kung Fu, as particularly in Shaw Brothers’ movies, has become a legendary part of movie history. Dan RZA, pentolan Wu-Tang Clan, grup rapper Amerika, yang sudah mencetak banyak rekor di industri musik hiphop, termasuk pemenang Grammy Awards, adalah fans berat genre-nya. Sebagai artis multitalenta, RZA tak hanya dikenal sebagai produser, multi-instrumentalist dan rapper. Ia juga kerap muncul sebagai aktor di film-film Hollywood yang tergolong cukup besar skala produksinya, seperti ‘Repo Man’, ‘Due Date’ atau ‘American Gangster’, bukan sekedar African-American segmented movies. Jadi wajar saja ambisinya kini merambah ke industri film. Diawali perkenalannya dengan Quentin Tarantino kala mengisi OST ‘Kill Bill’, RZA bersama Eli Roth melanjutkan proyek ini. Tak hanya menulis cerita, skrip dan mengambil porsi pemeran utama, RZA juga sekaligus menyutradarai ‘The Man With The Iron Fists‘. Next, masih ada remake ‘The Last Dragon‘ dimana RZA menjadi salah satu co-producer-nya. Teen martial arts yang cukup dikenal di era ’80an.

IF9

Dan sudah bukan rahasia lagi kalau para rapper ini memang punya keleluasaan lebih untuk meng-gol-kan proyek mereka di industri film, besar atau kecil, dengan cast sebesar apapun yang dengan gampang akan bergabung dibalik iming-iming budget and glamorous parties, meski sering tak lagi melihat kualitas. So there you go. Sebagai fans sejati genre-nya, dari era Shaw Brothers ke film-film Kung Fu kontemporer sekarang, RZA jelas tahu banyak soal Kung Fu, termasuk juga bintang-bintang legendaris lintas generasinya yang ikut muncul disini. Apalagi ia sempat juga membuat martial arts short berjudul ‘Wu-Tang vs The Golden Phoenix’ yang meyakinkan studio untuk mempertahankannya di kursi sutradara. Menggabungkan Kung Fu dengan musik hip-hop, itu juga bisa jadi faktor baru yang menarik.

IF6

Hanya saja, ‘The Man With The Iron Fists’ masih tetap tak bisa lepas dari ambisi over dan narsisme yang jadi problem rata-rata para rapper itu. Keinginan mereka ikut mendominasi layar sebagai pemeran utama. Proses itu memang berjalan lumayan panjang dengan perombakan skrip di sana-sini termasuk dengan Roth yang kembali setelah merampungkan ‘Inglourious Basterds’, menyempurnakan ide-ide RZA. Tapi ambisi itu, dominasi RZA sebagai pemeran utama, bahkan karakter yang menjadi judulnya, toh tetap tak bisa diganggu gugat. Beruntung juga baginya, Tarantino setuju namanya ditampilkan gede-gede dalam kredit sebagai ‘presented by’ demi kepentingan promosi crossoverDjango Unchained’-nya, and overall, Corey Yuen, koreografer fighting legendaris perfilman Hong Kong yang juga sudah banyak dipakai di film-film Hollywood  bersedia ikut serta. Now let’s go to the plot.

IF5

Jungle Village, Cina abad ke-19. Di desa berkumpulnya para klan Kung Fu, hiduplah seorang tukang besi-baja (The Blacksmith) pengembara ber-etnis Afrika Amerika (RZA) yang bekerja membuat senjata pesanan klan-klan itu demi mengumpulkan uang untuk membeli kebebasan kekasihnya, Lady Silk (Jamie Chung) dari rumah bordil ‘Pink Blossom’ milik Madame Blossom (Lucy Liu). Konflik mulai berkembang ketika pemimpin Lion’s Clan, Gold Lion (Chen Kuan Tai) yang ditugaskan mengamankan emas pemerintah dipecundangi oleh saudaranya sendiri, Silver Lion (Byron Mann) dan Bronze Lion (Cung Le), yang berambisi mengambil alih kekuasaan berikut emas itu dibalik kerja sama mereka dengan agen pemerintah, Poison Dagger (Daniel Wu). Duo The Geminis (Andrew Lin dan Grace Huang) yang mengawal emas itu pun ikut dipecundangi.

IF10

Pengkhianatan ini lantas memancing Zen-Yi, The X-Blade (Rick Yune), untuk turun gunung membalaskan dendam Gold Lion yang juga ayah angkatnya. Sementara, pemerintah Inggris juga mengirim agennya, Jack Knife (Russell Crowe) untuk menyelidiki kasus hilangnya emas tersebut. Perang pun berkecamuk, dengan The Blacksmith yang terjebak di tengah-tengah hingga terpaksa kehilangan kedua belah tangannya, sementara mercenary andalan Silver Lion, Brass Body (Dave Bautista), juga kelewat tangguh untuk dikalahkan. Sekarang, dengan tangan besi baru yang diberikan Jack Knife padanya, The Blacksmith yang sudah dilatih oleh biarawan Shaolin (Gordon Liu), terpaksa bergabung dengan Jack dan X-Blade untuk menuntaskan semuanya.

IF4

Nuansa tribute atau homage multigenre dari Western, Blaxploitation, Chinese-ploitation dalam exotic sexual content-nya, yang juga sempat jadi salah satu jualan kuat Shaw Brothers dalam perkembangannya belakangan, dan mostly Kung Fu dalam ‘The Man With The Iron Fists’ memang tak bisa dipungkiri, sangat terasa, sejak menit awal credit title menuju keseluruhan filmnya. Koreografi Corey Yuen, meskipun kelewat banyak menggunakan CGI (kabarnya karena RZA terdesak oleh budget dan deadline syuting), juga tampil tak kalah remarkable dalam penekanan homage itu. Perpaduannya dengan musik hiphop Wu-Tang Clan dan pengisi OST lainnya, meski mungkin terasa agak aneh, juga jadi sisi baru yang cukup menarik.

IF2

Lantas, keunggulan lainnya tentu ada pada cast multi-etnis yang membaur ke dalam karakterisasi mereka secara well-blended. Dari bintang-bintang Cina-Hong Kong lintas generasi, respectable senior macam Chen Kuan Tai, Leung Ka-Yan, Gordon Liu ke Grace Huang hingga Daniel Wu yang mendapat treatment paling terhormat tak dikredit di promosi manapun namun dipasang di paling ujung credit title-nya dengan atribut ‘and‘, bintang Cina Hollywood Lucy Liu, Byron Mann, Jamie Chung dan Rick Yune, jagoan Mixed Martial Arts (MMA) Dave Bautista dan Cung Le, sampai Pam Grier sebagai perwakilan genre blaxploitation dan Russell Crowe yang banyak menerima tudingan atas keikutsertaannya disini, yang kabarnya dipilih langsung oleh RZA untuk mewujudkan inspirasinya terhadap Clint Eastwood di film-film Spaghetti Western legendarisnya. Meski sebagian tampil cukup singkat, namun masing-masing diberi porsi cukup adil baik dalam aksi dan sempalan kecil dramatisasinya buat menekankan kesan homage itu.

IF3

So, hanya ada satu kesalahan, dan ini cukup fatal dalam keseluruhan racikannya. RZA. Bukan kemampuannya menyutradarai, namun lebih ke performanya, yang kelihatan seperti anak bebek diantara para raksasa dengan kemampuan mereka beraksi memainkan aksi martial arts yang jadi jiwa film ini, bahkan dibandingkan Russell Crowe yang meski jauh bertambah tambun masih terlihat tangguh dibalik senjata apinya. Selain gestur cekingnya sama sekali tak memiliki kharisma dan aura action hero, sangat tak becus menerjemahkan koreografi, ekspresi akting RZA yang serba datar dalam porsi dramatisasi dan motivasi karakternya pun bisa dibilang sangat payah. RZA seharusnya menahan dirinya cukup dibalik layar dan membiarkan porsi perannya diambil oleh aktor lain yang lebih layak. Tapi apa boleh buat. When it comes to something called ambition, memang hanya pelakunya yang bisa sadar dengan sendirinya. Jadi nikmati saja gelaran aksinya, and maybe, anggap RZA tak pernah ada disana. Like its title, every fists here were irons, tapi jelas, bukan RZA. (dan)

IF7

 

~ by danieldokter on December 24, 2012.

2 Responses to “THE MAN WITH THE IRON FISTS : AMBITIONS OVER A HOMAGE”

  1. […] The Man With The Iron Fists […]

  2. […] The Man With The Iron Fists […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: