MY 2012’S LIST OF 15 BEST INDONESIAN MOVIES

MY 2012’S LIST OF 15 BEST INDONESIAN MOVIES

            Salah satu sineas kita bilang, tahun 2012 adalah salah satu tahun pencapaian terbaik bagi film Indonesia. Sedikit banyak, mungkin kita mesti setuju dengan itu, apalagi dengan anjloknya jumlah penonton secara drastis di beberapa tahun belakangan, katanya, penonton sudah kehilangan kepercayaan dan kapok pada film Indonesia, karena begitu banyaknya produk-produk asal jadi yang muncul ke hadapan mereka. Semoga tak sampai benar-benar begitu. Sebagian lagi bilang sistem penjualan ke TV atau produsen DVD yang kelewat cepat jadi penyebabnya, ini ada benar tidaknya. Seberapa berbeda feel menonton di televisi atau DVD ketimbang di bioskop itu tak bisa dipungkiri, tapi sayangnya kebiasaan penonton kita tak seperti itu. Sementara sistem distribusinya juga semakin kacau oleh monopoli-monopoli bioskop, dan pemerintah pun seakan hanya memberikan dukungan semu bak tim cheerleader tapi di belakangnya tetap dikotori dengan kepentingan-kepentingan banyak pihak, termasuk dalam FFI dan AFI tempo hari.

             Syukur tahun ini kita punya penyelamat. Tiga penyelamat yang tentunya dimulai dari ‘The Raid’ yang berhasil memberikan nafas baru bagi tema film kita, dengan penggarapan yang serius pula dibalik wujudnya sebagai film yang sangat pop, namun setelah itu kepercayaan penonton belum lagi benar-benar pulih, hingga menjelang akhir tahun, dua film Indonesia, ‘5 cm’ dan ‘Habibie & Ainun’, berturut-turut berhasil mengalahkan dominasi film-film Hollywood, bahkan ‘The Hobbit : An Unexpected Journey’ sekalipun. Apalagi, dua ini adalah film yang sangat layak, bukan horor atau komedi asal jualan saja.

        Ah ya, I’ll assure you. Anda boleh tidak sadar, tapi ini adalah bentuk dukungan terkecil yang sangat perlu buat dihargai. Membeli tiket dan nonton film-film layak itu di bioskop, agar semangat para pembuat film yang masih punya hati itu masih bisa terus hidup, sementara yang lainnya bisa sadar, bahwa penonton tak sebodoh yang mereka kira, bisa begitu saja dicekoki dengan produk-produk kacrut. Mudah-mudahan, mereka semakin belajar untuk mencoba menghasilkan film-film berkualitas sejenis. This may sound cliché, tapi siapa lagi yang bisa menghargai film Indonesia selain bangsanya sendiri? Edukasi mungkin perlu waktu. Merubah pola penonton, juga perlu waktu. Dengan usaha-usaha yang sudah ada, termasuk Piala Maya yang digagas para pencinta film Indonesia sebenar-benarnya, mari tak berhenti berjuang untuk itu. And here’s my 2012’s list of 12 Best Indonesian Movies (you can click on the titles to read the full reviews), oh ya, tahun ini tanpa list terburuk, karena ini adalah saatnya memberikan dukungan penuh buat film kita. Yang kurang atau tak memenuhi syarat, mari dianggap sebagai faktor kecil yang lama-lama juga akan tergeser ke pinggir.

  1. THE RAID (SERBUAN MAUT)

BIM 1a

Yup. Don’t argue. Ini adalah film Indonesia. Satu yang harus membuat kita bangga atas prestasinya, yang sudah membawa bagian-bagian dari budaya kita dikenal ke dunia internasional. Fastpaced, kick-ass, and explosive. One you could never be tired of. 

  1. LOVELY MAN

BIM 2

Beyond its bravery exploring unusual theme, this is a very intimate looks on family relationships. Donny Damara in his greatest act, dan Raihaanun, tak pernah ketinggalan untuk mengimbanginya.

  1. RAYYA, CAHAYA DI ATAS CAHAYA

BIM 3

This movie deserved to be more widely known. Sayang penonton kita mungkin masih kurang tertarik dengan kekuatan dialog. Banyak juga yang menganggap Titi Sjuman bermain over, tapi itulah ‘Rayya’ seperti adanya. Justru chemistry-nya dengan akting Tio Pakusadewo yang jauh lebih santai, blend perfectly to create a harmony. Sebuah romantic road movie yang terasa sangat personal dalam pendekatan-pendekatan storytelling-nya, dan sulit buat dilupakan begitu saja.

  1. DILEMA

BIM 4

Membaca banyak review yang ada, sebagian orang menganggap penceritaan interwoven dibalik wujud aslinya sebagai omnibus sebagai kekacauan. To me, ini kesuksesan. Anyway, setelah ‘Kuldesak’, a multi-director omnibus dengan teknik interwoven buat menyusun potongan puzzle-puzzle storytelling-nya, adalah sebuah rarities di industri film negara lain. Kita paling tidak sudah punya dua. Cast-nya top notch, terutama Roy Marten bersama Wulan Guritno, interkoneksinya menarik, dan penggarapannya detil.

  1. TEST PACK

BIM 5

Siapa bilang film pop tak bisa tampil lebih? Simple theme dengan eksplorasi penuh kedekatan ke budaya orang-orang kita, and mostly, chemistry super-erat dari Acha Septriasa dan Reza Rahadian. Funny and just romantic.

  1. CITA-CITAKU SETINGGI TANAH

BIM 6

Wrapping-nya boleh kelihatan kelewat simpel, tapi esensi premisnya saja sudah luarbiasa membuat jatuh hati. Dan Eugene Panji, walaupun tidak, terlihat bagaikan sutradara yang sudah berkali-kali mengarahkan film anak yang layak. Simple and really lovable.

  1. MATA TERTUTUP

BIM 7

Seorang Garin Nugroho dalam pendekatan paling normal-nya menggarap suatu gagasan. Dan ‘Mata Tertutup’ jadi semakin bersinar dengan unsur-unsur yang ada di dalamnya. Dari pemeran-pemeran baru sampai akting cantik Jajang C. Noer. Plus skoring etnis yang powerful dari Dwiki Dharmawan, pastinya.

  1. KITA VS KORUPSI

Print

Omnibus dengan kekuatan seimbang antar segmennya, itu sesuatu yang sulit dicapai. Dan ‘Kita Vs Korupsi’, meskipun bukan dirilis secara reguler atas durasinya yang singkat, bisa meraih pencapaian itu. Sama kuat di setiap segmennya, dan mengenai sasarannya dengan tepat.

     9. HELLO GOODBYE

 

BIM 9

Film Indonesia rasa Korea, dibalik style restrained romanticism-nya. Ah, tak mengapa. Korean style-nya justru bisa dipergunakan dengan baik untuk menambah feel romantis dari debut Titien Wattimena sebagai sutradara ini. Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan bermain baik dalam membangun style itu, sinematografinya keren, dan theme songBlack Glasses’-nya, jangan lupa, adalah pilihan yang tepat.

  1. HABIBIE & AINUN

BIM 10

Sulit untuk menutup mata terhadap product placement-nya yang mengulang kekonyolan ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’ tempo hari, Tapi detil-detil penggarapan Faozan, Hanung dan tim Dapur Film yang begitu terjaga bersama akting serta chemistry hebat Reza Rahadian – BCL, juga tak bisa ditampik begitu saja dalam penekanan feel-nya sebagai sebuah lovestory. A really, really, heartmelting true love story. Sayang sekali punya cacat kecil ulah produser.

  1. MODUS ANOMALI

BIM 12

Genre Mindfuck movie itu jarang-jarang ada di film kita. Dan seorang  Joko Anwar memang selalu fokus ke detil-detil style yang ia mau. Sinematografinya juga groundbreaking. Sangat perlu dihargai lebih.

     12. TANAH SURGA… KATANYA

 

BIM 12a

Lepas dari kepentingan-kepentingan dibalik kemenangannya di FFI, atau afiliasinya dengan orang-orang tertentu yang tengah banyak diributkan, sulit untuk menampik bahwa ‘Tanah Surga… Katanya’ adalah sebuah film yang digarap serius dan bagus, dengan beberapa unsur yang juga cukup menonjol. Just too bad, filmnya ikut jadi korban cemoohan-cemoohan itu.

           13. SAMPAI UJUNG DUNIA

BIM 13

A beautiful love story yang mampu menggunakan metafora langit dan laut-nya untuk sebuah love competition. Bagus.

          14. PERAHU KERTAS

BIM 14

Another beautiful lovestory from a best-selling novel. With unique characters. Pembagiannya ke dua film mungkin membuat bagian kedua terasa sedikit dipaksakan, namun atas pertimbangan-pertimbangan tertentu, tak terlalu salah juga.

       15. SANUBARI JAKARTA

 

BIM 15

Omnibus dengan pendekatan tematik LGBT yang membidik berbagai sisinya. Berani, tak dangkal, dan punya keseimbangan yang cukup baik antara segmen-segmennya.

~ by danieldokter on December 31, 2012.

One Response to “MY 2012’S LIST OF 15 BEST INDONESIAN MOVIES”

  1. 5cm tak masuk krn apakah ? Just asking hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: