BULLET TO THE HEAD : ANOTHER BLAST FROM THE PAST

BULLET TO THE HEAD

Sutradara : Walter Hill

Produksi : Dark Castle Entertainment, IMGlobal, After Dark Films, Warner Bros, 2012

bullet6

            Revenge Never Gets Old. So Does Action Hero. Kesuksesan ‘The Expendables’ yang masih terus akan berlanjut memang sudah membuat jagoan-jagoan tua ini percaya diri untuk muncul dalam masing-masing instalmen solo-nya. Bersama ‘The Last Stand’-nya Arnold Schwarzenegger dan ‘A Good Day To Die Hard’-nya Bruce Willis, kini giliran Stallone dalam ‘Bullet To The Head’, yang diangkat dari ‘Du Plomb Dans La Tete’, sebuah novel grafis Perancis karya Alexis Nolent. Satu lagi yang membuatnya spesial tentu adalah sutradara Walter Hill. Known as one of the most remarkable masculinity action director, Hill sudah menghasilkan banyak film aksi legendaris, sebut saja diantaranya ‘The Warriors’, ‘Streets Of Fire’, ‘Extreme Prejudice’, ‘Red Heat’, ‘Last Man Standing‘ dan tentu saja dwilogi ’48 Hrs’-nya Nick Nolte-Eddie Murphy. Tak tepat juga mengatakan ia baru turun gunung meski film layar lebar terakhirnya, ‘Undisputed’ (2002) sudah berusia satu dasawarsa. Toh diantaranya, Hill masih mengerjakan beberapa film TV termasuk menyambung karirnya sebagai salah satu penggagas kesinambungan franchiseAlien’ lewat ‘Prometheus’ barusan. But yes, menyaksikan Hill kembali ke genre spesialisasinya, hard punching actions, plus Joel Silver pula sebagai produser, itu memang sebuah janji.

bullet7

            Seusai menuntaskan tugas melenyapkan polisi korup Hank Greely (Holt McCallany), pembunuh bayaran Jimmy Bobo (Sylvester Stallone) yang baru saja kehilangan partnernya, Louis Blanchard (Jon Seda), yang dibunuh dengan keji oleh pembunuh bayaran lain, Keegan (Jason Momoa), terpaksa bekerjasama dengan detektif Taylor Kwon (Sung Kang) menelusuri dunia underground New Orleans. Kwon yang tak peduli dengan status Bobo sebagai seorang pembunuh bayaran hanya punya satu tujuan, menginvestigasi orang-orang dibalik dibalik perseteruan para pembunuh ini. Dari Ronnie Earl (Brian Van Holt), middleman yang menyewa Bobo, mereka mengetahui adanya konspirasi antara pengusaha ilegal Robert Morel (Adewale Akinnuoye-Agbaje), pengacaranya, Marcus Baptiste (Christian Slater) serta mafia Baby Jack (Douglas M. Griffin) yang juga melibatkan departemen kepolisian. Sekarang, bukan mereka saja yang harus dihadapi, namun juga Keegan yang lepas kontrol bersama ambisinya mengalahkan Bobo dengan menyandera putri Bobo, Lisa (Sarah Shahi).

bullet4

            Yup, that plot might has similarities dengan sebuah action thriller Stallone di akhir masa-masa jayanya tahun 90an, ‘Assassins’-nya Richard Donner, yang mempertemukannya dengan Antonio Banderas di tengah plot perseteruan sesama pembunuh bayaran. Namun Walter Hill kini membawa adaptasi novel grafis ini ke wilayah berbeda. Kental dengan style di film-filmnya terdahulu, Hill menggabungkan buddy movie theme di ’48 Hrs’ atau ‘Red Heat’ dengan level action yang lebih update dengan kekerasan ala sekarang. Selain tribute ke dua film itu dalam penelusuran gap antar karakternya, walau ini bukan sebuah buddy-cop genre, Hill juga menyempalkan sedikit tribute ‘Streets Of Fire’ di adegan axe fight yang seru antara Stallone dengan Momoa. So there it goes, ‘Bullet To The Head’ memang sangat terasa membawa nuansa old fashioned action ’80 ke ‘90an, apalagi dengan skor bluesy Hans Zimmer yang bekerja dengan baik dibalik latar muram New Orleans-nya.

bullet1

            Di usianya yang makin menua, Stallone memang masih menyisakan gestur yang mantap sebagai action hero, namun sayangnya chemistry-nya bersama Sung Kang, yang masuk menggantikan cast awal Thomas Jane demi jualan lebih luas bagi pemirsa Asia, tak terlalu bagus. Bukan berarti gagal total, namun gestur dan ekspresi Sung Kang sebagai detektif naif dalam unlikely partnership ini tak sejalan dengan posturnya yang sebenarnya cukup memenuhi syarat sebagai bintang aksi. Witty humor yang disisipkan ke karakter Stallone pun tak mampu diimbanginya dengan interaksi yang layak, begitu pula tampangnya yang terasa kurang garang di porsi-porsi aksi. Justru Jason Momoa yang tampil sangat agresif melebihi debut action hero-nya dalam remake ‘Conan The Barbarian’ tahun 2010 barusan, which makes ‘Bullet To The Head’ lebih terlihat menarik sebagai format lain ‘Assassins’ ketimbang feel buddy movie-nya yang kurang solid. Sarah Shahi cukup mencuri perhatian, sementara Adewale Akinnuoye-Agbaje, aktor Afro-Amerika yang cukup dikenal bersama Christian Slater tak diberi kesempatan lebih dalam durasi dan kepentingan karakter mereka.

bullet5

            So that’s it. Tak heran kalau ‘Bullet To The Head’ mendapatkan review sangat beragam dari banyak lapisan kritikus dan penontonnya. Meski sentuhan Joel Silver cukup terasa di beberapa adegan highlight-nya bersama style old-fashioned Hill, penonton sekarang bisajadi akan sangat tak akrab dengan gayanya, apalagi yang mengharapkan over-explosive action ala ‘The Expendables’.  But do note this. For those of you yang mengenal betul siapa Walter Hill, tahu dimana letak spesial film-film aksinya sebagai part of Hollywood’s action bible, ini benar-benar sebuah comeback yang cukup mengagumkan. A blast from the past yang layak bagi dua nama itu. Sylvester Stallone dan Walter Hill. (dan)

bullet3

~ by danieldokter on February 17, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: