KATA HATI : TEENLITS AND LIFE

KATA HATI

Sutradara : Iqbal Rais

Produksi : PT Rapi Films, 2013

Kata1

            Bahasa ngelesnya, boleh sebuah ‘fiksi romance’. But still, dalam trend yang berkembang pesat sejak awal 2000-an, they calledteenlit’, singkatan dari teen literature yang nafasnya sangat remaja sesuai dengan trend zaman sekarang. Some people, mostly elders, might think it’s stupid, but ah, come on. Semua orang pasti pernah mengalami masa remaja dalam trend-trend yang berbeda. Anak 70-80an mungkin kenal Eddy D. Iskandar, lantas 90an Hilman Hariwijaya, yang jelas-jelas punya gaya berbeda sesuai zamannya. So inilah teenlit. Mari tak menganggapnya sebuah keanehan. Ini adalah trend. Itu saja. Mungkin 10 atau 20 tahun lagi gaya itu akan kembali berubah, tak ada yang bisa tahu. But if you want to taste it, baik dalam bentuk novel atau adaptasinya, ada persepsi pemikiran yang tentunya harus disesuaikan dengan pangsanya.

kata6

            Then, dalam trend film adaptasi novel, yang sedikit banyak punya kans lebih di perolehan penontonnya, ‘Kata Hati’ hadir menambah deretan film-film itu. Diangkat dari teenlit best seller karya Bernard Batubara, ‘Kata Hati’ mempertemukannya lagi dengan sutradara Iqbal Rais dan penulis skrip Haqi Achmad yang barusan kita lihat dalam ‘Radio Galau FM’ yang juga milik Bernard. So yes, apalagi diedarkan sebagai sajian khusus menyambut ‘Valentine’s Day’, ini adalah lovestory yang penuh dengan galau-galau remaja ala sekarang. Segmented, tentunya, tapi jelas belum tentu tak bagus. Dan ah, saya tak mau mengomentari lebih jauh kelas-kelas best seller yang kadang dijadikan joke oleh sebagian orang. Asal laku dan berkali-kali mendapat treatment cetak ulang, dalam sisi film sebagai bisnis, ya sah-sah saja.

Kata4

            Randi (Boy Hamzah), seorang fotografer muda di Yogyakarta belum bisa ‘move on’ dari kekasihnya, Dera (Kimberly Ryder) yang meninggalkannya demi mengejar karir sebagai model di Jakarta. Ia hidup dalam kekecewaannya, mengganti kebiasaannya termasuk jadi suka meminum kopi pahit. Hingga akhirnya Fila (Joanna Alexandra) muncul ke hadapannya. Fila yang punya problem berbeda dengan perasaannya pada Adrian (Arnhezy Arczhanka), sahabatnya sejak lama sampai Adrian kuliah di luar negeri dan jatuh cinta pada wanita lain, lantas mulai berinteraksi dengan Randi yang dikenalnya di sebuah kafe. Dari perasaan senasib karena ditinggal orang yang mereka cintai, lama-lama Randi dan Fila mulai menyadari bahwa kedekatan mereka mulai menyembuhkan luka hatinya. Namun di saat yang sama, Dera dan Adrian kembali ke dalam kehidupan mereka. Seribu pertanyaan yang akhirnya hanya punya satu jawaban. Kata Hati.

kata8

            As a teenlit, yang memang sudah lazim punya karakter-karakter yang juga punya pemikiran ala remaja dengan segala konflik galau-nya, ‘Kata Hati’ pun jelas seperti itu. No, saya tak menyalahkan penulisnya, tentu, karena ini memang sudah jadi template dalam genre itu. Dumb and foolish, itu memang karakter remaja dalam menghadapi masalah cinta di masa-masa coming of age mereka. Yang jadi permasalahan adalah bagaimana si penulis mengemasnya jadi terasa dekat bagi pembacanya, walau lagi-lagi hanya dengan problem itu ke itu saja. Disini, Haqi Achmad, yang sudah sukses mengantarkan ‘Poconggg Juga Pocong’ serta ‘Radio Galau FM’ menjadi tontonan remaja yang sangat mewakili generasinya sekaligus cukup layak dalam penggarapannya, lagi-lagi menunjukkan kepiawaiannya menulis skrip adaptasi. Ia tak mentah-mentah memindahkan novel Bernard ke dalam skripnya, tapi jeli menambahkan sisi menarik dari karakter hingga yang paling penting, meracik ending berbeda yang kian menekankan sisi romantisme kisahnya.

Kata2

            Dan Iqbal Rais, seperti biasanya, tetap adalah seorang storyteller yang asyik. Plot asli novelnya yang tak bisa beranjak banyak dari similaritas teenlit-teenlit lain, berikut karakter yang tak jauh bergerak dari konfliknya, balik dan balik lagi ke masalah yang sama, bisa disiasatinya lewat penerjemahan karakter tambahan yang menarik dari skrip Haqi. Ada Dina Anjani yang membawakan karakter Keyla yang punya cinta segitiganya sendiri dalam porsi cukup sebagai subplot yang meski tak penting tapi menambah warna karakter Fila dan mengalihkan pemirsanya dari kebosanan, Andi Peppo sebagai Irfan, sahabat Randi yang melontarkan humor-humor kecil, dan tentu saja langganan Iqbal yang selalu menampilkan chemistry menarik di film-filmnya, Joe P. Project, yang sayangnya kurang mendapat porsi disini. Setting Yogyakarta juga bisa ditampilkan sebagai highlight sinematografi yang cukup kuat di latar fotografi dalam plotnya oleh Farro Fauzi bersama skor Andhika Triyadi yang cukup proporsional mengiringi OST  yang dinyanyikan Nadya Fatira, yang menyatu dengan baik ke filmnya.

kata7

            Di departemen cast, sesuai kebutuhan filmnya dalam genre romcom, Joanna Alexandra dan Kimberly Ryder, meski bukan sangat menonjol dalam akting, tak bisa disangkal masing-masing punya daya tarik fisik cukup kuat. Namun catatan spesial perlu diberikan pada Boy Hamzah yang sudah terlalu lama menyia-nyiakan potensinya bermain di film-film kacrut. Masih jauh dari sempurna walaupun sudah mencoba masuk ke karakter Randi dengan dialek Yogya-nya, namun jelas adalah sebuah peningkatan dari yang sudah-sudah. Jadi begitulah. Like any teenlits, faktor dumb and foolish di karakter-karakternya memang sudah jadi template baku. Belum lagi masalah poster film kita yang suka tak tanggung-tanggung meng-copy-paste desain film luar hingga tak lagi terasa sekedar terinspirasi. (Yes, it’s from a Hindi movie titled ‘Break Ke Baad’). Namun kolaborasi Haqi dan Iqbal tetap bisa menyelamatkan adaptasi ini menjadi sebuah warm and lighthearted rom-com yang sangat lumayan. Selebihnya ya hanya soal selera. If you’re not into it, then just leave it. Teenlits and life, memang selalu jadi sesuatu yang segmented di era-era berbeda. (dan)

~ by danieldokter on February 20, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: