ZERO DARK THIRTY VS CODE NAME GERONIMO : ANALYTICAL VS EXPOSITORY THESIS

ZERO DARK THIRTY VS. CODE NAME GERONIMO : ANALYTICAL VS. EXPOSITORY THESIS

            Curi-curi ide dalam sebuah adaptasi dari dua atau lebih studio berbeda yang di-jadwal edar berdekatan memang sudah jadi hal biasa dalam industri film. Bedakan lagi dengan produk ‘rip-offlow budget dari studio-studio kecil. Sebut beberapa, ‘Christopher Colombus : The Discovery’ dengan ‘1492 : Conquest Of Paradise’, ‘Robin Hood : Prince Of Thieves’ dengan ‘Robin Hood’, ‘Dante’s Peak’ dengan ‘Volcano’, ‘Deep Impact’ dengan ‘Armageddon’, diantaranya. Namun yang jelas, belum tentu juga yang beredar duluan mendapat kesuksesan lebih, namun benang merahnya pastilah karakter legendaris atau event/isu menarik, baik dari kisah nyata atau bukan. ‘Zero Dark Thirty’, film unggulan Oscar dengan ‘Code Name Geronimo’ ini juga kurang lebih seperti itu.

ZDT6

            So, both about the greatest manhunt in history. Tapi masing-masing dibesut dengan pendekatan berbeda, dan sama-sama punya latar belakang sama dibalik kisah pre-produksi yang sangat menarik. Harvey Weinstein yang ada dibalik ‘Code Name Geronimo’ awalnya sudah direncanakan menjadi produser dari skrip yang sejak lama dirancang oleh Kathryn Bigelow dan Mark Boal dari ‘The Hurt Locker’, namun akhirnya batal. Selagi Bigelow dan Boal merombak skrip mereka tentang perburuan Osama Bin Laden yang awalnya berpusat di peristiwa Tora Bora setelah kesuksesan Abbottabad’s Raid yang menewaskan Osama, dibawah bendera Sony Pictures, Weinstein melaju lebih cepat dengan (katanya) alasan politis termasuk dengan penambahan tampilan rekaman pidato asli Presiden Obama di filmnya, menggamit beberapa produser ‘The Hurt Locker’ dibalik re-election Obama November tahun lalu dengan ‘Seal Team 6 : The Raid On Osama Bin Laden’ aka ‘Code Name Geronimo’. Tak hanya dibuat dengan bujet seadanya, ‘Code Name Geronimo’ juga didistribusikan limited untuk theatrical treatment di luar AS dengan penayangan lokal perdananya di National Geographic Channel sebagai produk film televisi.

CNG7

            Fokusnya boleh saja berbeda. Tapi latar informasi yang mereka dapatkan punya kesamaan. Dari metode analisis intelijen, investigasi agen-agen lapangan, kode etik operasi SEALs, dokter lokal yang diutus dengan alasan vaksinasi untuk pengintaian,  hingga satu sosok agen operatif wanita yang dipercaya banyak pihak berada di belakang semuanya. Itu juga yang membuat ‘Zero Dark Thirty’ akhirnya lebih mengundang kontroversi dengan pengakuannya sebagai rekonstruksi ‘based on firsthand account’ yang sedikit banyak dianggap mengulik informasi rahasia pihak intelijen serta melibatkan narasumber CIA dibalik visualisasi penyiksaan ‘waterboarding’ yang sama kontroversialnya. Namun tentu saja intelijen tak berani sekalipun membantahnya secara resmi karena bantahan itu akan jadi verifikasi sebuah kebenaran. Even with no real names dengan penceritaan kronologis, ‘Zero Dark Thirty’ menyorot rentang panjang masa-masa pasca 9/11 sampai penemuan Osama di Abbottabad, Pakistan, lengkap dengan elemen-elemen hipotesisnya bagai sebuah tesis dalam beberapa chapter, sementara ‘Code Name Geronimo’ cukup berupa deskripsi tiga pihak yang berjasa dalam usaha panjang itu ; CIA analysts, CIA field operatives dan tim SEALs yang mengeksekusi misi akhir mereka yang lebih disorot secara dramatisasi humanisnya. Now let’s see each movie in more details, mana yang lebih baik.

ZDT8

ZERO DARK THIRTY

Sutradara : Kathryn Bigelow

Produksi : Annapurna Pictures, Columbia Pictures, 2012

ZDT7

            Dibuka dengan empty screen yang memperdengarkan sebuah rekaman suara korban insiden 9/11, Bigelow dan Boal membawa kita ke chapter pertamanya, ‘The Saudi Groups’. Di sebuah black site tempat penyiksaan tersangka teroris, seorang agen CIA muda Maya (Jessica Chastain) mengikuti seniornya, Dan (Jason Clarke) mengulik info dari penyiksaan itu. Maya yang mulanya merasa risih lama-lama mulai terbiasa dan malah semakin terobsesi menemukan Osama dengan kegagalan beruntun, sementara korban-korban lain semakin banyak berjatuhan dari aktifitas teroris yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Chapter-chapter selanjutnya, dari ‘Abu Ahmed’, ‘The Meeting’, ‘Human Error’, dan ‘Tradecraft’ menggambarkan perjuangannya melacak sebuah nama dari banyak source yang sama untuk menemukan lokasi Osama sebenarnya. Menjadi bagian dari peledakan bom di JW Marriott Islamabad, melawan senior-seniornya termasuk pimpinan local headquarters mereka (Kyle Chandler), hingga meyakinkan para petinggi CIA (Mark Strong & James Gandolfini) untuk meloloskan misi ini bersama Dan lewat utusan Pentagon (Stephen Dillane) setelah kecurigaannya mengarah ke sebuah rumah di Abbottabad, Pakistan, yang mereka yakini sebagai tempat persembunyian sang teroris. Chapter terakhirnya, ‘The Canaries’ berisi rekonstruksi night-vision raid (meski ini sempat dibantah) Navy SEALs setelah mendapat lampu hijau di 2 Mei 2011 yang berhasil menewaskan Osama Bin Laden. Code Name Geronimo.

ZDT1

            ‘Zero Dark Thirty’, military operation term for half (hour) past midnight, yang dipilih Bigelow dan Boal sebagai titel final menggantikan ‘For God And Country’ memang bertabur kesempurnaan penggarapan dibalik kejayaannya bertengger di berbagai festival. Begitu kuatnya skrip itu memaparkan kronologis rentang panjang usaha intelijen mereka menemukan Osama dengan serangkaian kegagalan yang sangat beralasan. Dipenuhi istilah-istilah militer dan intelijen dalam operasi, tindak penyiksaan yang kontroversial dari hasil pemerintahan Bush berpindah ke Obama yang membangun imej berbeda, berikut mocking-mocking terhadap cara kerja yang lamban, dipenuhi blunder serta human error, skrip Boal membawa penontonnya ikut merasa kembang-kempis dan sama-sama terobsesi seperti karakter utama yang diperankan Jessica Chastain, walau semua sudah mengetahui akhir kisahnya. Seperti tesis analitik penuh hipotesis yang menjelaskan semua kaitan-kaitan dalam elemen yang dibicarakannya, jauh lebih dalam ketimbang sekedar mengikuti kronologi pemberitaan media. Kita tak bakal pernah tahu akurasinya sampai sejauh mana, tapi tahapan-tahapannya dilakukan dengan luarbiasa cermat di tiap set-nya yang berbeda.

ZDT4

            Selain itu, daya tarik filmis utama-nya juga cukup menonjol. Bersama akting luarbiasa aktris seribu wajah Jessica Chastain yang lagi-lagi menampilkan sisi berbeda dalam karakternya, ‘Zero Dark Thirty’ dipenuhi nama-nama lain yang cukup dikenal walau belum berstatus superstar. Ada Joel Edgerton dan Chris Pratt di barisan pemeran tim SEALs, James Gandolfini, Mark Strong, Jennifer Ehle, Kyle Chandler dari ‘Super 8’ dan Jason Clarke yang sebentar lagi bakal semakin gede dengan konfirmasinya sebagai pemeran utama sekuel ‘Rise Of The Planet Of The Apes’, Stephen Dillane, hingga Edgar Ramirez dan Scott Adkins yang lebih dikenal sebagai bintang laga. In rarities, ia hanya punya satu leading role named Jessica Chastain, tapi bukan berarti semua karakter yang ada dalam skripnya tak punya tugas penting. Editing dari Dylan Tichenor dan William Goldenberg juga membuat chronological storytelling itu berjalan secara intens, dengan sisi teknis lain berikut skor dari Alexandre Desplat yang sama juaranya.

ZDT2

            But overall, ‘Zero Dark Thirty’ adalah kesuksesan Bigelow, Boal serta Chastain dalam membentuk keseluruhannya. Tak hanya membuka mata tentang aspek-aspek terorisme hingga metode-metode operasi intelijen dan militer, dengan kekuatan bentukan karakter, this is a great analytical thesis yang mampu membuat pemirsanya terhenyak dalam ambiguitas pertentangan moral penuh keabu-abuan dari titik awal ke titik akhirnya. A very gripping nearly 3 hours tale behind one of the greatest manhunt in history. Luarbiasa.

CODE NAME GERONIMO

Sutradara : John Stockwell

Produksi : Voltage Pictures & The Weinstein Company, 2012

CNG8

            Now, apa yang bisa kita harapkan dari sebuah ‘made for TV movie’ berbujet seadanya, dengan alasan politis pula dibalik pembuatannya? Sutradaranya, John Stockwell, better known as Cougar in ‘Top Gun’, sudah menyutradarai beberapa film kecil seperti ‘Blue Crush’, ‘Into The Sea’, ‘Turistas’ dan ‘Dark Tide’. Semuanya medioker. Skripnya ditulis Kendall Lampkin. Juga sebuah debut. Dan aktor-aktor pendukungnya, meski cukup dikenal seperti Cam Gigandet, Anson Mount (ah, ya, he’s the one deflowered Britney Spears in ‘Crossroads’), Freddy Rodriguez hingga Kathleen Robertson dan William Fichtner, plus rapper Xzibit, bukan aktor-aktor kelas satu. But wait. Ini mungkin memang statusnya sama seperti itu. Tapi nama Harvey Weinstein juga tak bisa dianggap sembarangan. Paling tidak, ada kontrol yang membuatnya bukan sekedar asal-asalan.

CNG2

            Tak berpanjang-panjang dalam prosesnya, ‘Code Name Geronimo’ hanya memulai flashback di Guantanamo Bay sebelum akhirnya memindahkan set-nya di saat-saat penentuan menjelang lampu merah eksekusi itu. Dua agen operatif lokal CIA (Rajesh Shringarpure & Maninder Singh ; keduanya tak dikredit di credit title-nya) di Abbottabad, Pakistan, memulai pengintaian di sekitar gedung yang mereka curigai sebagai tempat persembunyian Obama. Sementara di CIA headquarters, analis wanita Vivian Hollins (Kathleen Robertson) bersama asistennya yang tech-wiz, Christian (Eddie Kaye Thomas), berusaha meyakinkan atasan mereka, Guildry (William Fichtner) meloloskan rencana penyerbuan ke rumah target yang dijaga bagaikan benteng itu. Selebihnya adalah dramatisasi dibalik tim SEALs, antara pimpinan tim Stunner (Cam Gigandet) bersama anggotanya Cherry (Anson Mount), Trench (Freddy Rodriguez) dan Mule (Xzibit) dan mentor mereka (Robert Knepper), lengkap dengan konflik heroisme dan kepemimpinan antara Stunner dan Cherry yang berselingkuh dengan istri Stunner. Bah!

CNG4

            Dan ‘Code Name Geronimo’ yang juga punya judul lain ‘Seal Team 6 : The Raid On Osama Bin Laden’ secara lebih terus terang tanpa dayatarik ini, memang lebih merupakan sebuah doku-drama yang dipenuhi dramatisasi pasukan SEALs selayaknya banyak film-film aksi peperangan lainnya. Walau bukan jelek sama sekali dan sedikit masih lebih dari rata-rata film lain yang dibuat untuk konsumsi TV, namun begitu tipikal, hingga menenggelamkan info-info seputar usaha penemuan Osama yang sebenarnya cukup penting terbahas di filmnya. Apa boleh buat, selain aktor-aktris di luar pemeran tim SEALs ini tak cukup kuat menerjemahkan karakter mereka, skripnya juga sangat lemah membahas background krusial dari karakter-karakter penting seperti Hollins yang menempati porsi Maya di ‘Zero Dark Thirty’ tanpa bangunan empati yang jelas. Interaksi antara analis CIA dan atasannya itu cukup ditampilkan secara komikal apalagi dengan penampilan Eddie Kaye Thomas. Lampkin malah memilih konflik-konflik pribadi para prajurit yang klise ini. Hanya sisi dua agen operatif itu yang berkembang sedikit lebih menarik tanpa justifikasi kredit ke penampilan mereka. Jangan pula bandingkan klimaks penyerbuan SEALs ke Abbottabad’s safehouse itu dengan ‘Zero Dark Thirty’ yang jauh lebih intens. Overall, Weinstein ternyata lebih memilih aman demi tujuannya, kalau memang benar, adalah politisasi dan propaganda re-election Obama tahun lalu.

CNG5

            So begitulah. Jauh dari ‘Zero Dark Thirty’ yang dipenuhi kesempurnaan penggarapan, ‘Code Name Geronimo’ tampak seperti film kelas B yang menjual doku-drama rekonstruksi dari event aslinya. Padahal ia juga tak kalah punya unsur-unsur sama yang bisa lebih dieksplorasi dalam plot serta skripnya secara keseluruhan, tapi salah memilih fokus hingga mentok hanya dalam gambaran expository thesis yang hanya mengedepankan deskripsi superfisialnya saja, itu pun bukan benar-benar sempurna. Buat sebagian, bisa jadi lebih ringan dan gampang diikuti, tapi tak menyisakan apapun.

CNG6

          However, adalah suatu pengalaman asyik untuk membandingkan produk-produk seperti ini, memilah-milih mana yang lebih baik dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. And in this case, I’d suggested you to chooseZero Dark Thirty’ kalau ingin mendapat treatment yang komplit tentang apa yang ada dibalik seluk-beluk usaha penemuan Osama Bin Laden. (dan)

~ by danieldokter on February 22, 2013.

3 Responses to “ZERO DARK THIRTY VS CODE NAME GERONIMO : ANALYTICAL VS EXPOSITORY THESIS”

  1. hi dan!

    saya suka sekali membaca analisa anda yang mana memang saya butuhkan mengenai edua movie tersebut :code name:geronimo and zero dark thirty, tapi yang masih menjadi rasa penasaran saya, apakah antara vivian dan maya adalah orang yang sama? dan mengapa beda nama?, apakah memang semua karakter personil CIA di movie bukan nama yang nyata?

    saya akan berterima kasih sekali apabila anda memberikan sedikit pencerahan di rasa penasaran saya ini.

    terima kasih!

  2. yup. orang yang sama harusnya. tapi dua2nya disamarkan namanya. rahasia negara. classified🙂

  3. […] ZERO DARK THIRTY – Mark Boal, Kathryn Bigelow and Megan Ellison […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: