ARGO : A SMART BLEND OF CLASSIC CAPER AND TRASHY SCI-FI GENRE

ARGO

Sutradara : Ben Affleck

Produksi : GK Pictures, Smokehouse Pictures, Warner Bros, 2012

Argo 1

            Oh, let go of that Oscar snubs to Ben Affleck. Dibalik sejuta teori dan prediksi, kita mungkin belum tahu sejauh mana 7 nominasi Oscar itu bisa membawa ‘Argo’ di Academy Awards tahun ini. Hanya ada dua kemungkinan, bahwa 50-an piala dari festival bergengsi lain yang dikumpulkannya akan merubah pandangan juri-juri Oscar, atau malah sebuah intimidasi yang akan berakibat sebaliknya. Tapi apapun itu, ‘Argo’, jelas sudah menciptakan fenomena. Never before, korban snubs dari Academy Awards meraih kemenangan lain sehebat ini.

Argo 5

            And no, tak usah sibuk mencari arti ‘Argo’ kemana-mana. ‘Argo’ disini bukanlah definisi astronomi ataupun istilah greek myth dari kisah ‘Jason And The Argonauts’. Bukan pula punya hubungan ke titel superhero dari sejumlah trashy fantastic European movie tahun ‘60 ke ’70-an seperti ‘Super Argo’ dan sekuelnya ataupun ‘The Fantastic Argoman’. Once you saw it you’ll get it. Bahwa ‘Argo’ adalah judul fiktif, se-fiktif nilai rasa kata dari proyek penyelamatan enam diplomat AS yang jadi sandera di Tehran oleh seorang CIA operative bernama Tony Mendez dalam Iran Hostage Crisis event yang dikenal luas sebagai ‘The Canadian Caper’. So yes, ‘Argois a movie based on that true story, tapi dikemas dengan kecerdasan berbeda oleh Affleck dan penulis skrip Chris Terrio. They said, Ar’go fuck yourself’, namun ini adalah pencapaian terbesar dalam karir Affleck dibalik layar, bukan sebagai aktor yang hanya bisa menjual tampangnya.

Argo 2

            Gejolak politik yang terjadi di Tehran, Iran, 4 November 1979 menempatkan 50 staf kedutaan dalam tindak penyanderaan kaum militan Iran. Enam diplomat (Tate Donovan, Rory Cochrane, Clea Duvall, Scott McNairy, Christopher Denham, & Kerry Bishé) yang berhasil melarikan diri bersembunyi di rumah duta besar Kanada, Ken Taylor (Victor Garber). Maka ahli strategi eksfiltrasi CIA, Tony Mendez (Ben Affleck) pun mencari jalan keluar untuk bisa membawa mereka keluar hidup-hidup dari Tehran. Sebuah film sci-fi yang ditontonnya lantas menginspirasi Mendez untuk merancang caper mission dibalik pembuatan film sci-fi berjudul ‘Argo’ disana. Dibantu atasannya, Jack O’Donnell (Bryan Cranston), make-up artist Hollywood John Chambers (John Goodman) dan produser Lester Siegel (Alan Arkin), misi ini pun dimulai. Namun menjelang keberangkatan mereka di saat-saat genting, pemerintah menghentikan misinya untuk operasi militer membebaskan seluruh sandera. Berpacu dengan waktu, Mendez harus bergerak lebih cepat, stick to his first plan terhadap keenam staf kedutaan ini, apapun resikonya.

Argo 9

            Oke. Di luar kontroversi yang timbul akibat ketidakakuratan historisnya, baik oleh para sandera dan orang-orang yang terlibat langsung dalam peristiwa itu termasuk juga oleh pihak Iran yang siap meng-counter adaptasi true story itu lewat film mereka, satu yang paling menonjol dalam penggarapan ‘Argo’ adalah production design-nya yang mampu menghadirkan detil-detil artistik era-nya, lengkap dengan excerpts pidato Presiden Jimmy Carter tentang peristiwa itu. Desain kostum, tata rias dan aspek-aspek sinematisnya juga sama bagusnya. Begitu juga scoring Alexandre Desplat, yang seperti biasa, selalu tampil proporsional dalam pengaturan feel ke emosi yang dibutuhkan dalam pengadeganan sebuah film. Dan kehadiran banyak cast yang cukup dikenal itu, tak sekalipun merusak struktur cerita dan karakterisasi mereka. Alan Arkin mungkin agak overrated dihadiahi nominee Oscar, but basically, semua tampil dengan bagus.

Argo 8

            Skrip dari Chris Terrio sendiri, dalam fungsi dramatisasinya, tak bisa dipungkiri memang sangat bernuansa Hollywood. I’d like to say this in that way ketimbang seperti banyak tuduhan klise orang-orang bahwa sebagai produk Hollywood yang maunya menonjolkan heroisme Amerika melulu. We have to understand anyway, salah satu tujuan Affleck, Terrio bersama George Clooney dan Grant Heslov sebagai produsernya adalah membahas tentang ‘forgotten hero’ dibalik kisah nyata ‘The Canadian Caper’ ini. Acts of heroism, yang mau tak mau, memang sah-sah saja dipoles disana-sini demi menyajikan sebuah ‘based on true story-suspense’ yang oh ya, ini memang masih bisa digolongkan cukup mainstream ketimbang segmental buat konsumsi festival. Apalagi, mereka bukan sembarangan meracik keseluruhan plot-nya, tapi merupakan gabungan dari adaptasi dua novel, ‘The Master Of Disguise’ dari Antonio J. (Tony) Mendez sendiri bersama ‘The Great Escape’ dari Joshua Bearman.

Argo 4

            Disitu juga letak keunggulan lain ‘Argo’ yang sangat mencuat ke permukaan. Bahwa dalam retelling true event itu, Terrio bersama pengarahan Affleck tak sekalipun membuatnya jadi linear bak film-film sejenisnya, termasuk juga sebuah Canadian’s made for TV movie tahun 1981 ‘Escape From Iran : The Canadian Caper’ dari source event yang sama. Dengan polesan luarbiasa, mereka mengemas ‘Argo’ menjadi another love letter to cinema, tanpa harus melulu bicara soal industrinya. Seperti ‘Hugo’ atau ‘The Artist’, mereka memuat referensi-referensi klasik terhadap trashy sci-fi yang lagi menjulang menjadi trend di akhir era ‘70an ke awal ‘80an dengan kesuksesan fenomenal ‘Star Wars’. If you happened to watch those movies in that era, dari sekuel ‘Battle For The Planet Of The Apes’ yang tak pernah jadi sebesar film pertamanya, fake designArgo’ yang sangat ‘Flash Gordon’, yang kenyataannya baru muncul tahun 1980, dan berbagai rip-offStar Wars’ macam ‘Star Crash’, ‘Battle Beyond The Starsand so on. Perhatikan juga poster-poster trashy sci-fi and fantasy genre yang terpampang di set studio-nya. Not a fake, it’s full of references. Sort of a meta, mereka mengkombinasikannya lagi dengan genre classic caper movies yang sedikit beda dalam detil-detilnya dengan ‘heist movies’. Walau karakter nyata Tony Mendez, yang juga lepas dari kekurangcocokan Affleck dengan set-up riasan rambut dan jambang brewokannya, adalah protagonis, but the whole mission was a heist. Dan ini juga digagas Affleck dengan penuh referensi ke elemen-elemen klasik genre-nya, tanpa melupakan sisi suspense-nya yang berlangsung begitu intens di klimaks ‘Argo’. Oh, dan masih ada lagi sebarisan soundtrack yang jadi bagian dari bible of rock’s artists dari The Rolling Stones, Led Zeppelin, Van Halen, Dire Straits dan tentunya Aerosmith’sDream On‘ yang muncul di trailer-nya. So don’t even ask sepantas apa skrip Terrio meraih nominasi Oscar tahun ini di kategori Best Adapted Screenplay. Bukan karena ketidakakuratan sejarahnya, tapi lebih pada kepiawaian mereka mengemas kronologinya secerdas itu.

Argo 7

            And yes, let’s look on the bright side. Bahwa penceritaan ulang sebuah true event tak pernah punya satu sisi, dan ini tetap adalah produk Hollywood. As one hostage said, ‘Hollywood likes happy endings. Our side of the story isn’t really that happy’, apalagi mengingat sisa sandera lain yang baru dilepaskan 14 bulan setelahnya. Yang jelas, sulit menyangkal bahwa ‘Argo’ sangat memenuhi syarat dari semua aspek penggarapannya, once we jumped into it dan merasakan suspense yang digelar memuncak di menit-menit terakhir klimaksnya. Oscar nanti mungkin lebih memilih kisah sejati yang punya unsur ‘saving a nationoverjust a few’. Might be. Tapi, menang atau tidak, ‘Argohas already had its heart winning, kesempatan memukul balik snubs Oscar, bahkan bukan hanya di satu festival, tapi lebih dari 50 penghargaan di festival-festival bergengsi lainnya. Now let’s cheer-up for that! (dan)

~ by danieldokter on February 24, 2013.

One Response to “ARGO : A SMART BLEND OF CLASSIC CAPER AND TRASHY SCI-FI GENRE”

  1. […] ARGO – Grant Heslov, Ben Affleck and George Clooney (WINNER) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: