OPERATION WEDDING : ROM-COM POTENSIAL DENGAN SKRIP DAN KARAKTERISASI KACAU-BALAU

OPERATION WEDDING

Sutradara : Monty Tiwa

Produksi : Starvision Plus, 2013

OW11

            Here it is. Katanya, si pemilik PH tertarik dengan kisah seorang sahabatnya yang sebenarnya, maaf, sudah ada dalam ratusan bahkan mungkin ribuan film-film komedi di seluruh dunia. Mungkin dia menganggap scene orangtua mencoba menakut-nakuti cowok yang mendekati anak perempuannya itu spesial, entahlah. So then comesOperation Wedding’ dari skrip yang ditulis keroyokan oleh tiga orang penulis, Chairul Rijal, Vernawati Yunidar dan Raymond Lee. Nama terakhir ini pernah menulis skrip ‘Golden Goal!’, film joint venture dengan bintang Costas & Louis Mandylor, Tio Pakusadewo dan Nova Eliza yang dari tahun 2008 tak kunjung beredar disini dan tak jelas nasibnya. Kabarnya lagi, Iqbal Rais yang seharusnya menyutradarai film ini tiba-tiba batal karena kondisinya. Maka masuklah Monty Tiwa, yang oh, mungkin sulit menolak tawaran si big boss, biarpun resikonya mengorbankan kredibilitas mereka sebagai sutradara yang sudah menghasilkan banyak karya bagus. Masih ada pula nama sutradara pendamping, lagi-lagi katanya, entah benar atau tidak, Raymond Handaya, yang pernah membesut drama komedi ‘I Love You Masbro’ yang, maaf, juga kacau-balau itu.

OW4

            The thing is, genre komedi memang bisa menghapus banyak batasan realita dan logika, but unless you’re making a parody, komedi-komedi yang dibangun dengan plot dan dramatisasi, tetap perlu itu, bukan dalam kebutuhan slapstick, tapi karakter utamanya. Yang wajar dan logis, bukan lantas seenaknya merubah manusia jadi makhluk tanpa, maaf, otak, apalagi bila yang dibicarakan adalah keluarga. You’ll still need to build empathy buat karakter-karakter utama yang harusnya bisa dicintai dan disukai penonton itu, dalam pangsa pasar yang nyata, apalagi dalam sebuah rom-com. Membangun kekacauan dibalik kesalahpahaman juga tak bisa sekedar sembarangan. Or else, semua kelucuan yang dicoba untuk dihadirkan akan berbalik jadi garing. Disini, ‘Operation Wedding’, kehilangan semua itu. Padahal, premisnya potensial untuk dikembangkan jadi sesuatu yang bagus. Itu belum lagi menyebut barisan ensemble stars-nya yang rata-rata bukan ada di taraf film-film KKD serta cukup dan bahkan sangat dikenal. The result is all wasted.

OW10

            Empat gadis bersaudara, Tara (Sylvia Fully R.), Lira (Kimberly Ryder), Vera (Dahlia Poland) dan si bungsu Windi (Yuki Kato) sejak kecil dididik dengan cara militer oleh ayah mereka, Laksamana Angkatan Laut Kardi (Bucek Depp), sepeninggal sang ibu ketika melahirkan Windi. Didikan keras ini berlanjut hingga mereka dewasa dan masing-masing memasuki kehidupan cintanya, dengan kesempatan pacaran hanya bila Kardi sedang menonton pertandingan bola di TV. Tara dengan Feri (Nino Fernandez), seorang pengacara perkawinan yang jadi trauma terhadap pernikahan, Lira dengan Beni (Chris Laurent), Vera dengan Herman (Junior Liem), dan Windi yang baru bertemu kembali dengan cinta monyetnya Rendi (Adipati Dolken). Rendi yang memberanikan diri melamar Windi ditolak mentah-mentah dengan alasan kakak-kakaknya belum menikah. Maka mereka merancang sebuah rencana bagi pasangannya untuk melamar secara keroyokan. Kardi pun akhirnya siap menerima dengan sebuah ujian, namun semuanya bertambah kacau ketika Tara hamil dan Feri melarikan diri, sementara Kardi yang menemukan Rendi bersembunyi di kamar Tara mengira ia adalah pelakunya.

OW1

            See how absurd that was. Might be a spoiler, but here it is. Bukan hanya lagi-lagi terjebak ke tipikalisme konflik film kita yang tak jauh-jauh dari masalah hamil di luar nikah, tiga penulis skrip itu dengan seenak perutnya memaksa pemirsanya bisa mengerti logika-logika bodoh yang memenuhi skrip mereka. Dari karakter Rendi yang disalahpahami menghamili Tara hanya dengan bersembunyi di kamarnya, Tara yang without warning tiba-tiba cemburu membabi-buta dengan Windi hanya dengan sedikit penjelasan kalau Kardi paling menyayangi putri bungsunya yang sekaligus penyebab ibu mereka meninggal, dan lantas meminta kebahagiaan dengan ketulusan Windi membiarkannya menikah dengan Rendi karena kekasihnya lari, termasuk karakter Feri yang tak jelas apa maunya sebentar lari sebentar kembali sebagai penyelesaian konflik yang dipaksakan. Bukannya jadi funny chaos yang terbangun baik seperti di ‘Get Married‘ ataupun banyak film-film sejenis, terjemahan semua ini hanya ada satu. Kacau-balau.

OW12

            So, tak usah lagi dipanjang-panjangkan. Mau Joe P. Project seperti biasa tetap bisa membuat kita tergelak karena tingkah slapstick-nya bersama Inggrid Wijanarko, plus penampilan singkat yang lumayan dari Desta, Ence Bagus, Epy Kusnandar dan sebarisan pelawak, para pendukung utamanya mau dipaksa berakting sebaik apapun, termasuk Bucek Depp yang sudah lama tak muncul, tetap jadi sia-sia dengan bangunan karakternya. Yes, ‘Operation Wedding’ ini adalah contoh rom-com dengan premis potensial yang akhirnya jadi berantakan karena skrip dan karakterisasinya. A messed-up works yang mengorbankan kredibilitas banyak nama di dalamnya. Baik Iqbal Rais, Monty Tiwa dan semua ensemble cast-nya harusnya menolak untuk dijadikan korban oleh niat jelek PH-nya demi sekedar cari untung tanpa kualitas. (dan)

~ by danieldokter on February 24, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: