WARM BODIES : A LOVELY ZOMBIE ROMANTIC FANTASY

WARM BODIES

Sutradara : Jonathan Levine

Produksi : Mandeville Films, Summit Entertainment, 2013

WB12

            Even in apocalyptic sets, this is a teen love story. Di dalamnya? Ada teen zombie, teen soldiers and tough parent. Dipenuhi monolog karakter utama ala film-film John Hughes pula. Lantas, MTV’s rock generations OST untuk benang merah penyambung pemirsa muda dan berusia lebih. Template-nya? Seperti yang sudah dibicarakan banyak orang baik dari press release ataupun pembaca novel best seller berjudul sama sebagai source-nya karya Isaac Marion, yes, it’s William Shakespeare’sRomeo and Juliet’. So you could get the picture. Meski bertabur pakem remaja dengan latar supranatural, and might have some similarities, termasuk pemilihan Teresa Palmer yang parasnya serupa tapi tak sama dengan Kristen Stewart, ini bukan ‘Twilight’. Note that.

WB2

            And ok, bahwa penggabungan zombie genre dengan lovestory mungkin juga bukan yang pertama kita lihat, itu benar. Namun di tangan sutradara Jonathan Levine dari ‘50/50’, yang mampu mengambil esensi novelnya secara efektif, ‘Warm Bodies’ mampu jadi sesuatu yang sangat inovatif membagi porsinya, tanpa harus mengorbankan die hard zombie fans atau zombie-zombie enthusiasts lainnya. The cast, is also another something. Selain Teresa Palmer dan nama senior John Malkovich, ‘Warm Bodies’ sudah memulai tahun ini untuk seorang calon bintang bernama Nicholas Hoult, yang bakal cukup sering muncul dalam dua tahun ke depan. Versi kecilnya, sudah kita saksikan lewat ‘About A Boy’ bersama Hugh Grant, lantas ia mulai terlihat bersinar di ‘X-Men : First Class’ sebagai Beast muda. Hoult yang punya combined looks between Tom Cruise, Leonardo DiCaprio dan Ethan Hawke ini juga akan muncul dalam ‘Jack The Giant Slayer’-nya Bryan Singer dalam waktu berdekatan, and next, selain sekuel ‘X-Men : First Class’, juga ada ‘Mad Max : Fury Road’ yang sempat tertunda. Now let’s explore more details.

WB4

            In the near future, setelah wabah zombie menyerang, dunia dipenuhi zombie-zombie pemangsa manusia yang tak lagi dapat mengingat asal-usul mereka. Meski begitu, sebagian dari mereka masih bisa berkomunikasi dengan caranya sendiri, dan sama-sama menjadi rantai makanan di bawah zombie kronis yang berubah menjadi tengkorak hidup yang disebut Boneys. R (Nicholas Hoult), zombie muda yang tinggal di sebuah airport terbuang bersama zombie-zombie lainnya, bersahabat dengan M (Rob Cordry) yang dirasanya punya koneksi dengannya. Sebagai zombie baru, R masih galau dengan kondisinya. Ia mencoba mengingat asal-usulnya, namun yang tertinggal hanya inisial R dari namanya. Yang bisa dilakukannya hanyalah menyantap otak korbannya untuk merasakan memori mereka.

WB3

        Semuanya berubah saat ia bergabung bersama sekumpulan zombie untuk mencari mangsa, dan bertemu dengan sekumpulan remaja dari kubu survivor yang dipersenjatai oleh pemimpin mereka, Kolonel Grigio (John Malkovich) buat melenyapkan zombie-zombie ini. Bukan saja karena ia baru saja menikmati memori Perry (Dave Franco) terhadap kekasihnya, Julie (Teresa Palmer), putri Grigio, dari otak Perry yang dijadikannya santapan, namun sejak awal R sudah terpesona dengan Julie, dan malah menyelamatkannya ke sebuah pesawat tempat persembunyiannya di airport. Dengan memori Perry yang kini menempel pada R, hubungan aneh ini mulai berkembang menjadi rasa saling membutuhkan, meski Julie sempat meninggalkan R saat R mengaku ia yang menghabisi Perry. Then something strange happened. Melihat hubungan R dan Julie, M bersama sekumpulan zombie lainnya mulai menyadari ada sesuatu yang berubah dalam diri mereka. Bersama R yang juga merasa kehidupannya perlahan-lahan mulai kembali, mereka berusaha menemukan Julie ke tempat persembunyian manusia untuk meyakinkannya. Namun para Boneys yang tak tinggal diam siap menyerang, sementara Grigio yang tak percaya dengan penjelasan Julie bersama sahabatnya, Nora (Analeigh Tipton) juga memerintahkan pasukannya menghabisi semua zombie-zombie ini.

WB7

         So, disitulah keunggulan ‘Warm Bodies’ dalam kombinasi genre-nya. In Hollywood trends nowadays, dimana satu genre dengan referensi terbatas saja tak cukup, Levine yang juga menulis skripnya melengkapi zombie lovestory itu dengan bumbu-bumbu lebih. Referensi-referensi ke Romeo And Juliet di-tackle-nya dengan proporsional tapi tetap membuat siapapun yang mengikutinya sadar bahwa ‘Warm Bodies’ punya koneksi kesana. Lantas ada Rob Cordry, aktor plontos dan sama sekali tak punya kualitas leading role namun sudah berkali-kali mencuri perhatian di film-filmnya, if you remembered bagaimana ia menyelamatkan ‘What Happens In Vegas’ dari tontonan basi jadi luarbiasa hilarious, juga ‘Hot Tub Time Machine’,. Cordry bisa dimanfaatkan Levine dengan baik, bersama Analeigh Tipton untuk mewarnai part Teresa Palmer dan Nicholas Hoult dengan sentuhan komedi. John Malkovich pun masuk ke karakter Grigio dengan cukup berkesan bersama chemistry-chemistry antar cast yang bagus ini.

WB14

           Then the next reference pastinya adalah optimalitas skripnya membesut monolog-monolog yang hampir selalu muncul dalam gaya John Hughes di seabrek film-film remaja legendarisnya. At many times, ini bekerja dengan efektif sekali menjelaskan karakter utama R yang juga dimainkan dengan baik oleh Nicholas Hoult dengan kualitas rising star-nyayang kabarnya mengalami kesulitan untuk terus tak berkedip memerankan zombie di tengah kebingungan karakternya. Teen soldiers parts-nya juga sedikit mengingatkan kita pada ‘Red Dawn’ orisinil. Tapi tak ada yang lebih baik dari pemilihan soundtracknya dengan lagu-lagu yang seolah berbicara menjelaskan adegannya. Belum sampai 5 menit film berjalan, lagu rock klasik John Waite, ‘Missing You’ sudah menggempur feel romanticism plot-nya dalam dua scene terpisah se-keren sebuah klip musik. Lalu ada ‘Patience’-nya Guns N’ Roses, ‘Rock You Like A Hurricane’-nya Scorpions, ‘Hungry Heart’-nya Bruce Springsteen bahkan ‘Pretty Woman’-nya Roy Orbison, dalam penempatan pas yang sangat menambah feel hilarious filmnya.

WB15

         And the rest, tentulah sesuai dengan esensinya. Sebagai salah satu tontonan menyambut Valentine’s love month, sisi romance dalam ‘Warm Bodies’ tetap jadi menu yang paling muncul ke permukaan. Ada action, perang, ada komedi, dan ada segudang referensi zombie dan fantasi disana, lengkap dengan klise-klise-nya. Namun overall, again, this is a lovely tale of love. As their hearts starting to beat, it’ll beat yours too, ke adegan ending yang bisa-bisanya dibesut Levine dalam post apocalyptic’s hopeful ambience yang bakal membuat pemirsanya ingin menyaksikannya lagi dan lagi. This is a very wild and hilarious apocalyptic teen romance you don’t want to miss, dan bukan sekedar menye-menye ala ‘Twilight’ seperti disangka banyak orang. (dan)

WB6

~ by danieldokter on February 27, 2013.

3 Responses to “WARM BODIES : A LOVELY ZOMBIE ROMANTIC FANTASY”

  1. Saya yg termasuk mengira ini bakalan sama kayak Twilight Saga. My poor early judgement >_<"

  2. waaaah, pengen banget nonton film ini! Sangat penasaran.
    Btw, agan nonton ini dimana ya? Sudah ada unduhan yang mumpuni kah
    Lalu, jika berkenan, bolehkah kita tukeran link? Link gue http://review-luthfi.blogspot.com/ . Terima kasih🙂

  3. thank god this is not another twilight! you were so right about the john hughes style, although maybe it is the writer that got that kind of voice too. Referensi Shakespeare’s Romeo and Julietnya banget-banget dong! especially the balcony scene! (floored at my seat on that one!)

    exchange link yuk bang! http://karamelkinema.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: