BELENGGU : A STYLISH INDONESIAN PSYCHOLOGICAL NOIR THRILLER

BELENGGU

Sutradara : Upi

Produksi : Falcon Pictures, 2013

B1

            So, kabarnya, walau dari sederet film-film sebelumnya, yang notabene bukan sembarangan, sama seperti kredibilitasnya sebagai sutradara, Upi tak pernah menyentuh genre thriller, ini adalah impiannya sejak dulu. Yang jelas, film-film itu memang menunjukkan dia punya visi dalam variasi genre di film kita. ‘Realita, Cinta Dan Rock N’Roll’, misalnya, menyenggol road movie absurd ala Hollywood, ‘Serigala Terakhir’ berdiri di genre gangster action movie, atau ‘Radit Dan Jani’, meskipun gagal jadi sebuah violent lovestory karena kelewat terlena dengan plot dramatis yang repetitif, dan rata-rata dibesut dengan referensi. Atas pendekatan-pendekatan berbeda itu, sebagian menganggap orisinalitas karya-karya Upi patut dipertanyakan. But it’s obviously alright. Ia tak pernah menjiplak, tapi mengadopsi sebuah pendekatan sinematis, which is, sah-sah saja dan jarang-jarang ada di perfilman kita.

B7

            Now enter Falcon Pictures. Not that i’m a racist, tapi dibanding seabrek nama-nama PH dan produser India yang sumbangsihnya ke sinema kita seringkali berada di kelas amburadul, Falcon dengan nama HB Naveen, sangat patut diapresiasi lebih. Meski bukan semuanya bagus, ia juga kurang lebih punya visi variatif itu dalam memproduksi film-filmnya. So, ‘Belenggu’ yang sejak jauh-jauh hari terus tertunda dan akhirnya sedikit berkompromi dengan poster bernuansa horor yang, oh ya, agak mengkhianati genre-nya sendiri, meski tak terlalu jauh, juga hadir sebagai sebuah variasi dalam genre perfilman kita yang itu-itu saja. A thriller, dalam gaya noir dan pendekatan twist psikologis, yang selama ini masih bisa dihitung dengan jari. Masih ada kompromi-kompromi dalam keseluruhannya, tapi okelah. Usaha Upi dan rekan-rekannya menghadirkan perbedaan itu, di sebagian sisi, hadir dengan kualitas tak main-main.

B6

            Since this is a twisting psychological thriller, let’s not spoil it. Lewat mimpi-mimpi anehnya yang penuh darah dengan sosok pembunuh berkostum kelinci dan seorang wanita misterius, Elang (Abhimana Aryasatya), seorang bartender yang hidup bertetangga dengan pasangan suami istri Djenar (Laudya Chintya Bella) – Guntur (Verdi Soelaiman) dan putrinya Senja (Avrilla) merasakan hal ini punya hubungan dengan serangkaian pembunuhan berantai yang terjadi di kotanya. Batas impian dan realita ini jadi semakin menyeruak kala ia bertemu dengan seorang pelacur bernama Jingga (Imelda Therinne) yang punya hubungan erat ke mimpi-mimpinya.

B4

            Dengan susunan cast dari Abimana Aryasatya yang kali ini bisa keluar dari comfort zone karakternya di beberapa film sebelumnya, Imelda Therinne, Laudya Chintya Bella, Verdi Soelaiman, Jajang C. Noer, Bella Esperance and mostly Arswendi Nasution dan T. Rifnu Wikana yang sangat mencuri perhatian menjadi partnering cops di tengah genre noir-nya, ‘Belenggu’ jelas punya star factor yang kuat. Plot-nya pun bertabur psychological puzzle yang berujung pada sebuah twist, namun sungguh, bukan itu keunggulan utamanya.

B8

            ‘Belenggu’ jadi terlihat sangat luarbiasa justru dari kerja art department Iqbal Rayya bersama atmosfer noir yang dibesut Upi bersama DoP Ical Tanjung dengan penggarapan cantik dan production values lain di tengah konsep absurditas menyusun teka-tekinya. Stylishly made, ambience noir di keseluruhannya, dari set apartemen menyeramkan, bar-bar temaram dengan red neon lights and a whole lot of dark cities, mashed-up costume dari Andhika Dharmapermana, convincing makeup dari Kumalasari Tanara, scoring dari Aksan Sjuman hingga gory visuals ke karakter-karakternya yang juga sangat noir, lengkap pula dengan sejumlah referensi ke berbagai genre termasuk sosok kelinci sebagai cerminan kengerian yang sudah jadi hal lazim (no, it’s not ‘Donnie Darko seperti yang dipikirkan banyak orang) berikut sedikit sentuhan ‘nunsploitation’ genre  yang belum pernah ada di film kita, benar-benar tampil remarkable. Bagi penonton yang sudah pernah menyaksikan sebuah serial TV ‘90an berikut satu film bioskopnya, ‘Twin Peaks’ karya David Lynch, catat, bukan di plot, tapi di atmosfernya, pasti bisa merasakan banyak similaritas dalam pendekatan Upi. Dan semua ini bekerja dengan sinergisme yang bagus menggelar puzzle penuh teka-teki-nya sejak opening scene yang sangat menjanjikan itu dimulai, sekaligus menutupi sebagian dialog-nya yang terasa mubazir dan kelewat klise untuk genre-genre sejenis.

B5

            Sayangnya, menuju ke konklusi twist-nya dari potongan-potongan puzzle yang sebenarnya sudah sangat baik dan sulit ditebak, entah mungkin mau menghindari feelmindfuck movies’ yang mungkin akan kurang akrab dengan kebanyakan penonton, lewat skrip yang ditulisnya sendiri, Upi jadi sedikit berpanjang-panjang mendikte penonton terhadap apa yang terjadi pada karakter-karakternya. Overly detailed, Upi bahkan tak membiarkan penonton yang suka dengan pendekatan twist bisa mencerna sendiri konklusinya dengan perdebatan yang harusnya akan jadi sangat asyik. But however, ini adalah pilihan yang juga harus dihargai, dan lagi, dalam menghadirkan variasi-variasi dari genre-nya, kekurangan ini tak sampai merusak keseluruhan filmnya.

B3

            So, inilah usaha Upi membawa kiprahnya ke genre thriller, yang sangat layak buat mendapat pujian. Ia bukan hanya sekedar masuk ke genre itu, namun memikirkan detil-detil penggarapan atmosfer noir-nya dengan kecermatan tinggi. Skripnya mungkin tak sempurna, tapi sisi penggarapan ini adalah kebalikannya. And for those achievements, ‘Belenggu’ tetap adalah sebuah stylish psychological noir thriller yang sangat layak buat disimak. Laku atau tidak, itu masalah lain. Tapi paling tidak, orang-orang ini sudah mencoba menghadirkan sebuah variasi ke genre-genre yang ada di perfilman kita, bahkan sesuatu yang berbeda dari genre yang diusungnya dengan berani. Now let’s cheer to them for that! (dan)

The better poster :

B10

~ by danieldokter on March 7, 2013.

3 Responses to “BELENGGU : A STYLISH INDONESIAN PSYCHOLOGICAL NOIR THRILLER”

  1. A lovey review by Dr. Daniel Irawan.
    Setuju 100%. Let’s cheer for them.
    Hip Hip Hurrraaayy!

  2. Belenggu top abiz men..film indo wajib nonton!!

  3. […]  7.      BELENGGU […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: