SILVER LININGS PLAYBOOK : FINDING LOVE IN A HOPELESS PLACE

SILVER LININGS PLAYBOOK

Sutradara : David O. Russell

Produksi : The Weinstein Company, Mirage Enterprises, 2012

SLP7

            Even after Jennifer Lawrence won an Oscar for her leading role here, masih saja orang banyak bertanya-tanya, sebaik apa ‘Silver Linings Playbook’?. Oh ya, meski punya Bradley Cooper, Robert DeNiro, Jacki Weaver dan yup, Chris Tucker di deretan cast-nya dan mencetak box office jauh melebihi budget kecilnya, ‘Silver Linings Playbook’ yang juga jadi nominee Best Picture Oscar kemarin ini memang bukan romcom blockbuster yang dengan hype meriah langsung bisa menarik penonton awam, mostly di luar peredaran domestiknya. For some, ia boleh jadi sama mainstream-nya, namun nafas small indie ala The Weinstein Company-nya masih terasa di sana-sini untuk membuat daya tarik jual-nya tak segede romcom-romcom mainstream yang jauh lebih pop. But I’d say, don’t miss it.

SLP9

            And yes, ‘Silver Linings Playbook’, adalah sebuah film dengan premis unik dibalik genre romcom yang diusungnya. Berjalan jauh lebih halus dengan sisi dramatis yang juga jauh lebih menyeruak ke permukaan, dengan pendekatan ‘not too mainstream’ yang sama, ia bukan jadi film pertama dengan premis sejenis. About how love could heal the broken souls in the verge of insanity. Dari karakter-karakter traumatis hingga sakit jiwa, sebelumnya sudah ada ‘Benny And Joon’, atau yang sedikit lebih ekstrim mengarahkan template-nya ke mental disorders, ‘The Other Sister’, or else, dengan sudut pandang lebih ringan namun ada di absurditas berbeda, ‘The Perks Of Being A Wallflower’. Yang jauh lebih ringan memotret trauma-trauma itu pun sudah lebih banyak lagi termasuk ‘Frankie & Johnny’ dan ‘As Good As It Gets’, misalnya. Namun yang membuatnya jadi spesial, sebagai adaptasi novel ‘The Silver Linings Playbook’ karya Matthew Quick, adalah pendekatan berbeda dengan elemen ordinary family characters yang dengan cermat dipindahkan sutradara/penulis David O. Russell ke dalam naskahnya. Lengkap dengan detil-detil referensi ke musik, dance, sports dan literatures sebagai unsur-unsur sangat pintar membangun plot-nya. Tanpa sekalipun terasa bombastis atau kelewat mencoba menanamkan empati ke karakternya seperti ‘The Perks Of Being A Wallflower’, konflik-konflik klise dalam ‘Silver Linings Playbook’ bergulir sangat manusiawi, seperti film-film O. Russell lainnya.

SLP5

            And enters Pat Solitano, Jr. (Bradley Cooper), penderita gangguan bipolar sejak memergoki perselingkuhan istrinya, Nikki (Brea Bee). Sulit melepas pengalaman traumatiknya, ia kerap berhalusinasi mendengar lagu pernikahan mereka ‘My Cherie Amour’-nya Stevie Wonder (in the novel, it was Kenny G.’s ‘Songbird’ but originally ‘My Cherie Amour’ that failed to get a copyright license) yang juga diputar sang istri saat berselingkuh, berdengung di telinganya. Setelah 8 bulan perawatan dan diizinkan pulang bersama sahabatnya di fasilitas itu, Danny (Chris Tucker) yang memutuskan keluar tanpa izin terapisnya, dijemput ibunya (Jacki Weaver), Pat mencoba mengumpulkan kembali hidupnya, termasuk hubungannya dengan Nikki. Sementara sang ayah, Pat Sr. (Robert DeNiro) yang baru saja kehilangan pekerjaan dan mulai menulis buku sambil berkutat dengan pertaruhan pertandingan football bersama sahabatnya Randy (Paul Herman),  Pat yang masih harus menjalani terapi pada Dr. Patel (Anupam Kher), mendekati temannya Ronnie (John Ortiz) dan istrinya (Julia Stiles) yang masih sahabat dekat Nikki. Disanalah ia kemudian bertemu adik ipar Ronnie, Tiffany Maxwell (Jennifer Lawrence) yang berada di ambang kegilaan yang sama atas penyebab berbeda. Tiffany juga punya masalah kejiwaan setelah ditinggal mati suaminya dan terlibat skandal seks dengan rekan-rekan kantornya yang menyebabkan ia dipecat dari pekerjaannya. Pelan-pelan, hubungan ini berkembang hingga Tiffany memberi syarat pada Pat untuk jadi partner tarinya di sebuah perlombaan atas permintaan Pat menyampaikan surat pada Nikki lewat dirinya. Together, they try to find the silver linings in their dark clouds.

SLP4

            Being the deeply fucked up version dari film-film sejenis, ‘Silver Linings Playbook’ juga menemukan silver linings-nya dari semua unsur yang ada di film ini. Dari skrip luarbiasa yang ditulis David O. Russell, interaksi akting para pemerannya yang tak sekalipun tersia-sia, sampai aspek teknis lainnya. Storytelling O. Russell yang bersinergi dengan cantik bersama sinematografi Masanobu Takanayagi, scoring juara dari Danny Elfman berikut lagu-lagu dalam soundtrack-nya, berikut editing Jay Cassidy dan Crispin Struthers. Tak hanya bicara lantang tentang bagaimana cinta diantara kekasih, keluarga dan persahabatan bisa menyembuhkan sebuah hati, you’ll find every answer to a questionwhy’ semua elemen yang menyempil dalam plot, detil-detil adegan serta dialognya ada disana. Dari ‘My Cherie Amour’-nya Stevie Wonder, subplot dancing competition sebagai metafora kontrol yang mengantarkan klimaks sangat Hollywood tapi tak lantas jadi cemen, football themes hingga Ernest Hemingways classic novels.

JENNIFER LAWRENCE and BRADLEY COOPER star in SILVER LININGS PLAYBOOK

            Di departemen cast, tak perlu lagi ditanya. With a lovely chemistry, Bradley Cooper, meski tak pernah sehebat Jennifer Lawrence, menggambarkan karakter traumatik mereka dengan flow luarbiasa terjaga, manusiawi tanpa harus jadi kelewat komikal melanggar batasan-batasannya. Robert DeNiro sudah lama tak tampil sekuat ini menokohkan seorang ayah keras yang tak pernah sekalipun kehilangan pandangan penuh rasanya pada karakter Pat Jr., berikut Jacki Weaver as the real personification of a mother di tengah-tengah mereka. Bahkan Chris Tucker yang tetap mendapat porsi melucu bisa mencuri perhatian di scene-scene miliknya, bersama aktor senior Bollywood, Anupam Kher yang tampil dengan thrill-thrill menarik di penampilan singkatnya sebagai dr. Patel. Mereka tak kelihatan berusaha terlalu keras, but obviously, tanpa harus jadi hitam atau putih, they stole our hearts easily.

Still from Silver Linings Playbook

            So, inilah kehebatan ‘Silver Linings Playbook’ dalam membicarakan idenya. About love and madness, and how to find it in a hopeless place. Ada kegilaan, namun juga kehangatan sangat lovable yang tak pernah lepas di setiap menitnya. If you asked me again, how good isSilver Linings Playbook’, I’d say, tanpa tendensi terlalu muluk buat jadi juara, in every aspects, this has a brightly shining silver linings! (dan)

SLP10

~ by danieldokter on March 10, 2013.

One Response to “SILVER LININGS PLAYBOOK : FINDING LOVE IN A HOPELESS PLACE”

  1. Review ini semakin membuat saya untuk menontonnya, karena selama ini terjebak dengan romcom yang sangat biasa.

    Sudah lama menantikan romcom yang cerdas, tidak over dan cast yang bermain gemilang. So, I’ll wait for the original home video dan watch it, di bioskop sudah tidak tayang😦

    Thank you for the review.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: