OZ : THE GREAT AND POWERFUL ; RELIVING FANTASIES WITH AN INSTANT CLASSIC

OZ : THE GREAT AND POWERFUL

Sutradara : Sam Raimi

Produksi : Roth Films, Curtis-Donen Productions, Walt Disney Pictures, 2013

oz24

            Takkan ada yang menyangkal bahwa ‘The Wizard Of Oz’ adalah sebuah karya klasik. Biar butuh waktu lama mendapatkan status yang tak sejalan dengan box office saat peredarannya tahun 1939, bahkan dikalahkan oleh ‘Gone With The Wind’ di Best Picture Oscar, adaptasi novel L. Frank BaumThe Wonderful Wizard Of Oz’ (1900) ini, gaungnya masih terdengar hingga sekarang. Dari banyak kelanjutan novelnya, mostly about Dorothy’s adventure in The Land Of Oz, homevideos dalam berbagai format yang masih terus di-remastered bahkan merchandises. Now in the long history of Oz, termasuk berpindahnya rights dari MGM ke Walt Disney hingga akhirnya sempat berstatus public domains, Mitchell Kapner, penulis ‘The Whole Nine Yards’ bersama produser Joe Roth datang dengan sebuah ide menghidupkan legenda ini kembali, dengan Sam Raimi dan penulis naskah drama panggung terkenal David Lindsay-Abaire (‘Rabbit Hole’ versi play dan film, ‘Inkheart’ dan ‘Robotsscreenplay) bergabung belakangan. Tak terlalu pas juga menyebutnya fairytale meskipun nafasnya masih tak jauh dari sana, but mostly, this mythical fantasy, menurut L. Baum sendiri, can be called a modernized fairytale.

oz22

         And no. Ini bukan sebuah remake, meski lebih berupa cinematic allusions dengan referensi dan homage ke karakter-karakter hingga multi-presentasi visualnya (WhileThe Wizard Of Ozchanged into technicolors as Dorothy arrived at the land of Oz, and so isOz : The Great And Powerful’, has 4:3 aspect ratio with B&W presentation to 2:35:1 widescreen color transition), nor a straight prequel biarpun punya timeline masa muda ‘The Wizard Of Oz’. No ‘Over The Rainbow’, Toto or ruby slippers, but Dorothy Gale, Scarecrow, Tin Men, and The Cowardly Lion got each references in it. Sementara memorable characters lainnya seperti The Wizard, The Three Witches, The Munchkins, dan Flying Monkey tetap hadir dengan tambahan beberapa karakter yang tak kalah menarik. Being a big tribute ke kultur panjang sejarah ‘Oz’, ini jelas sebuah film yang sangat menarik. Apalagi kisah pembuatannya yang cukup panjang sempat diramaikan oleh Robert Downey, Jr. dan Johnny Depp sebagai kandidat pemeran The Wizard, yang akhirnya digantikan oleh James Franco. Theme song barunya, meskipun hanya beredar dalam versi single, ‘Almost Home’ dari Mariah Carey, juga cukup bagus.

oz11

         So it’s long before Dorothy and Toto began their adventure in The Land Of Oz, di Kansas, awal 1900, con magician Oscar Diggs (James Franco) yang berkarir di sebuah sirkus melarikan diri lewat balon udara dan terseret ke tornado yang membawanya ke Oz. Ditemukan oleh penyihir wanita (The Witch) Theodora (Mila Kunis) yang sedang menanti ramalan datangnya seorang penyihir (The Wizard) untuk menyelamatkan Oz dari saudarinya, penyihir jahat (The Wicked Witch) Glinda (Michelle Williams) yang telah membunuh sang raja, ayah mereka. Oscar yang playboy dan aji mumpung langsung memanfaatkan keadaan ini apalagi setelah Theodora membawanya ke Emerald City dan memperkenalkannya pada kakaknya, Evanora (Rachel Weisz), yang menjanjikan satu ruangan penuh harta karun sebagai milik The Wizard sesuai ramalan itu. Didampingi Finley (voiced by Zach Braff), seekor monyet terbang yang berjanji mengabdi pada Oscar setelah diselamatkan dari serangan singa serta China Girl (voiced by Joey King) mereka temukan dalam perjalanan ke Dark Forest untuk misi mencari Glinda dan menghancurkan tongkat sihirnya. Oscar sama sekali tak menyangka bahwa Glinda ternyata adalah seorang penyihir baik, jauh dari yang dituduhkan Evanora yang menyimpan niat buruk atas rencananya selama ini. Oscar bahkan jatuh cinta pada Glinda dan bergabung dengan pasukan rakyat ; The Farmers, Munchkins dan Tinkers, para pendeta ilmuwan untuk memenuhi ramalan penyelamatan tersebut. Namun Theodora yang terlanjur jatuh cinta pada Oscar berhasil dipengaruhi Evanora yang memberinya apel pengobat sakit hati hingga Theodora berubah menjadi monster hijau mengerikan yang diperalat Evanora bersama pasukannya ; army of Winkies dan sekawanan flying baboons buat menggagalkan perjuangan Oscar. And there goes the war in the land of Oz.

oz25

            Oke. Ini bagus, tapi bukan berarti ‘Oz : The Great And Powerful’ sama sekali tanpa cacat. James Franco yang menokohkan karakter utamanya memang terlihat berusaha keras termasuk menimba ilmu dari Lance Burton yang pesulap asli untuk menghadirkan karakter berikut gesturnya, namun sayangnya, Franco punya tampang yang kelewat modern walau sudah dipoles dengan kostum-kostum era 1900-an. Proyeksi wajah raksasanya sebagai penyihir dalam adegan-adegan klimaks masih lebih baik ketimbang scene yang menghadirkan keseluruhan fisiknya. Not bad at all, tapi masih kurang meyakinkan. Mila Kunis yang sedikit menggendut pun tak bisa memainkan turnover karakternya dengan baik, sementara Michelle Williams hanya mengandalkan kostum putihnya buat penekanan karakternya sebagai The Good Witch. Hanya Rachel Weisz yang tampil sangat meyakinkan sebagai tokoh antagonis Evanora.

oz14

          Then comes the foolish parts yang bertabur di sepanjang plot-nya untuk membangun twist who’s bad and who’s good itu. Meski cukup beralasan, I would refuse to consider this as flaws, secara source dari Frank L. Baum sendiri pun pada dasarnya adalah sebuah fairytale yang tak perlu twist-twist kelewat dewasa atau pintar buat membangun kisahnya.  Let’s say, sama seperti rata-rata fairytale lain, they’re all the foolishness we need in fairytales. At least, ‘Oz : The Great And Powerful’ yang dipenuhi signature classic Disney berikut Sam Raimi ini memang tak pernah berusaha jadi tendensius di setiap sisinya, and for fairytales, conventional or modernized, itu sah-sah saja. Karakter-karakter tambahannya, dari CG characters Finley the flying monkey (yang disuarakan Zach Braff dalam double role-nya sebagai Frank, asisten Oscar), China Girl yang sangat, sangat lovable, flying baboons yang cukup mengerikan hingga Bill Cobbs sebagai Master Tinker memberikan touch yang sangat fresh bersama skrip Lindsay-Abaire dan Kapner yang dengan cerdas menutupi klise-klise fairytales dengan referensi karakter-karakter asli serta sentuhan teknologi sinematis kuno ala ‘Hugo’ ke dalam kisahnya. Masih ada lagi scoring asyik dari Danny Elfman yang selalu bersinergi dengan baik dengan Raimi. Ketegangan pertarungan di scene-scene klimaksnya berlangsung seru dan fantastis seperti ‘The Witches Of Eastwick’ pula.

oz6

       And here comes the most powerful thing of all. Bahwa keunggulan terbesar ‘Oz : The Great And Powerful’ sebagai companion ke film klasik Victor Fleming itu, sekaligus satu-satunya yang sangat layak dan berhak untuk disandingkan bersama, tak seperti banyak unofficial sequel or re-telling lain yang rata-rata sangat payah, adalah keberhasilan tim teknisnya menghadirkan atmosfer The Land Of Oz dengan keindahan visual luarbiasa dan polesan CGI effects dari Sony Pictures Imageworks, art director Robert Stromberg dari ‘Avatar’ dan ‘Alice In Wonderland’ se-monumental ‘The Wizard Of Oz’ dengan teknologi di zamannya. Dari desain kostum oleh Gary Jones, set-set art deco ke outdoor panoramic dan the famous Oz’s Yellow Brick Road-nya yang penuh dengan kombinasi referensi ke animasi-animasi klasik Disney, transisi aspect ratio, warna hingga gimmick 3D-nya juga bekerja luarbiasa baiknya mengantarkan kita ke petualangan penuh fantasi ini. You might hate some of its flaws, but I tell you what. This is the perfect way of reliving fantasies. Dazzling visuals that flew you into an amazing cinematic adventure. AndOz : The Great And Powerful is an instant classic! (dan)

oz19

~ by danieldokter on March 11, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: