THE CROODS : A HILARIOUS JOURNEY TO TOMORROW

THE CROODS

Sutradara  : Kirk DeMicco & Chris Sanders

Produksi : DreamWorks Animations & 20th Century Fox, 2013

CR9

            Dengan banyaknya divisi dari tiap studio yang berkembang untuk produksinya, bahkan di seluruh dunia, trend film animasi, agaknya tak akan pernah lagi mati. Namun dua yang terkuat di Hollywood masih tetap dipegang oleh Pixar dan DreamWorks, yang masing-masing punya style tersendiri dalam animasi mereka. Perkembangan teknik animasinya, bersama trend 3D yang kini juga seakan jadi patokan wajib, boleh saja beriringan, but while Pixar goes with story explorations tanpa harus menjual nama-nama pengisi suara terkenal sebagaimana mereka mengikuti jejak Walt Disney Studios dengan animasi klasik mereka, DreamWorks bermain di wilayah paling dasar. Bahwa animasi punya arti hiburan sebenar-benarnya. For all ages, tanpa sekalipun mencoba-coba menyentuh pendewasaan tema.

CR10

            Dan ‘The Croods’ yang sudah dikembangkan sejak lama sebagai proyek kerjasama dengan Aardman Animations dengan DreamWorks akhirnya resmi menjadi produksi DreamWorks setelah Aardman hengkang di tahun 2007. Rencana awal berupa animasi stop motion ala Aardman pun berganti menjadi animasi 3D DreamWorks biasanya.  Sutradara Chris Sanders yang awalnya memulai karir sebagai storyboard artist di Walt Disney Animation Studios dengan sejumlah film-film mereka seperti ‘Beauty And The Beast’, ‘Aladdin’, dan ‘The Lion King’ termasuk menyutradarai ‘Lilo & Stitch’ tapi lebih dikenal kemudian sebagai orang dibalik kesuksesan ‘How To Train Your Dragon’, one of DreamWorks’ finest franchise, masuk untuk menangani proyek ini bersama Kirk DeMicco dari ‘Quest For Camelot’ (penulis) dan the underratedSpace Chimps’(sutradara). Sebagaimana DreamWorks biasanya, nama-nama pengisi suara menjadi faktor yang sangat penting buat jualannya. Ada Nicolas Cage, Emma Stone dan Ryan Reynolds di jejeran utamanya. Hasilnya tak main-main. Dari 10 menit adegan awalnya, you’ll know, kiprah mereka sudah membuat ‘The Croods’ penuh janji sebagai salah satu pengalaman terbaik dalam sinema animasi.

CR8

            Dari narasi Eep (Emma Stone), putri tertua dari keluarga Croods yang merupakan manusia-manusia gua (cavemen) terakhir di era prehistorik menjelang kepunahan zamannya, kita pun dibawa ke petualangan mereka. Grug (Nicolas Cage), ayahnya sekaligus pemimpin keluarga tangguh itu memang strict sekali menerapkan aturan keselamatan bagi anggota keluarganya ; sang istri, Ugga (Catherine Keener), putranya Thunk (Clark Duke), bayi Sandy (Randy Thom), mertua yang dibencinya setengah mati, Gran (Cloris Leachman) berikut Eep sendiri. Larangan ketat ini membuat Eep merasa terkekang dan nekat meninggalkan gua di tengah malam yang penuh dengan ancaman. Disanalah Eep bertemu dengan Guy (Ryan Reynolds), bocah gua sebatang kara yang penuh dengan ide di kepalanya dan tengah bertualang bersama Belt (Chris Sanders), kukang purba peliharaannya, mencari surga aman yang disebutnya sebagai hari esok (tomorrow) . Dari Guy pula ia tahu bahwa akhir zaman mereka akan berlangsung tak lama lagi. Saat semua terjadi, keluarga Croods pun mencoba bertahan hidup, terdampar dari tanah satu ke tanah lainnya yang tak pernah mereka jamah. Grug yang mengandalkan kekuatannya tak juga menyadari bahwa di tengah ancaman binatang-binatang buas hanya Guy yang jatuh cinta pada Eep yang bisa menjadi penyelamat dengan akalnya, dan disinilah konflik antara mereka makin menyeruak. Beyond their journey to a distant mountain in the search for salvation. Tomorrow.

CR7

            Dengan hilariousness signatures dari DreamWorks Animation yang bertabur sepanjang filmnya, skrip besutan Sanders dan DeMicco dari draft awal yang ditulis John Cleese, komedian/aktor Inggris terkenal sekaligus pentolan Monty Phyton (juga bersama DeMicco sebagai penulis awalnya) menjadi animasi keluarga yang sangat hidup dibalik sisi komedi sekaligus dramatisasinya. Komedinya serba nyeleneh seperti feel di film-film Monty Phyton, kadang slapstick-slapstick-nya bisa terasa kelewat kasar, tak habis-habisnya memancing tawa, namun tak pernah meninggalkan heart factor yang dibangun dalam koridor interaksi karakter-karakternya meliputi hubungan-hubungan keluarga terutama di klimaks jagoan which will made you wet your 3D glasses. Dan tak kalah pintarnya, meski dipenuhi fantasi fiktif yang mungkin lari dari latar timeline kisahnya, mereka juga menyempalkan informasi-informasi menarik di pengenalan era prehistorik itu. Dari referensi flora dan fauna ke fenomena alam termasuk prehistoric foodchains and a quest for fire yang diracik dengan sempurna ke sebuah petualangan yang luarbiasa serunya. Tim animasinya termasuk sinematografer Yong Duk Jhun juga seakan tak henti-hentinya menghadirkan highlight demi highlight ke tiap tampilan adegannya. It has many breathtaking moments, laugh-out-louds comedy, popped-up 3D highlights, multi-climax dan juga dramatisasi yang sangat menyentuh.

CR2

            Kekuatan lain tentu ada di pengembangan karakter-karakternya. Fokus utamanya mungkin ada pada Grug – Eep dan Guy yang disuarakan Nicolas Cage, Emma Stone dan Ryan Reynolds dalam chemistry voiceover yang sangat memikat, namun bukan berarti karakter lain tak mendapat kesempatan sama buat mencuri hati penontonnya. Bagaimanapun absurd-nya, dari Ugga, Thunk, Sandy and mostly Gran sampai ke karakter-karakter hewan jinak dan buas yang dibangun dengan penekanan-penekanan tak kalah penting bersama komedi dan dramatisasi itu, semuanya punya potensi buat jadi lovable characters. Ask any audience, dan mereka pasti punya karakter favorit yang sangat beragam dari ‘The Croods’.  Scoring Alan Silvestri juga berhasil menjadi highlight yang sangat menarik mengiringi turnover-turnover dari template set-nya. Dari kemegahan sinematis ala Silvestri hingga sentuhan-sentuhan flamenco dan marching band yang secara variatif memberi emosi ke tiap adegannya, berikut theme songFind Your Way’ dari Owl City feat Yuna yang dikomposisi bersama komposer legendaris Glen Ballard serta Sanders dan DeMicco di liriknya.

CR4

            So was it ‘that’ good? The answer is yes. Unlike Pixar with their stories and themes exploration, DreamWorks sekali lagi menunjukkan mengapa mereka bisa berdiri sebagai saingan terberatnya dalam penekanan berbeda. Tanpa berusaha kelihatan terlalu pintar sampai kecemplung jadi kelewat absurd buat dinikmati penonton belia, mereka membidik hal paling simpel dari kebutuhan segala umur menikmati sebuah tontonan animasi. A stress relaxing treat for the whole family tanpa harus berpikir ini dan itu, tapi tetap bisa membuat semua penontonnya masuk sepenuhnya bertualang bersama para karakter di dunia fantasi yang mereka ciptakan tanpa jarak. DreamWorks always sell hilariousness, but never this fun, and never with hearts as big as this. AndThe Croodsis simply DreamWorksbest! (dan)

CR5

~ by danieldokter on March 21, 2013.

3 Responses to “THE CROODS : A HILARIOUS JOURNEY TO TOMORROW”

  1. […]  4. THE CROODS […]

  2. […] THE CROODS – Chris Sanders, Kirk DeMicco and Kristine Belson […]

  3. […] THE CROODS – Chris Sanders, Kirk DeMicco and Kristine Belson […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: