STOKER : HITCHCOCK AND A SAVAGE BEAUTY

STOKER

Sutradara  : Park Chan-Wook

Produksi : Scott Free Productions, Indian Paintbrush, Fox Searchlight Pictures, 2013

ST12

            In movies, expectation kills. Apalagi terhadap nama-nama yang keburu mengukir prestasi fenomenal dalam karya mereka. Sineas Korsel, Park Chan-wook adalah salah satunya. Oh, c’mon. Cukup menyebut ‘Old Boy’ atau ‘The Vengeance Trilogy’-nya, semua moviegoers sudah tahu siapa dia. Jadi tak heran kalau ‘Stoker’, sebagai debut kiprahnya di Hollywood, sudah sejak lama memicu ekspektasi itu. Skripnya juga menyisakan rasa penasaran cukup besar karena ditulis oleh Wenworth Miller, that well-known actor fromPrison Break’ sebagai karya pertamanya. Dan tentu, nama-nama cast-nya. Nicole Kidman dan Mia Wasikowska yang kian bersinar belakangan ini. Sejak pre-produksinya, semua orang, mostly thriller genre lovers, sudah mengharapkan ini akan jadi sesuatu yang beda, walaupun premisnya bukan lagi hal yang baru dalam template film-film sejenis. But beware. In movies, expectation kills.

STK-9478-1.NEF

            Now ask yourself. Sudah seberapa sering Anda menyaksikan sebuah coming of age thriller tentang anak perempuan yang baru kehilangan ayahnya dan mencurigai ada sesuatu diantara ibu dan kerabat si ayah yang datang dari jauh? Hundreds of movies, dari berbagai belahan dunia, sudah pernah melangkah kesana. And if you do read some news, Chan-wook dari awal sudah mengatakan bahwa ia akan membawa love letter-nya buat Alfred Hitchcock, dedengkot genre ini, ke dalam ‘Stoker’. Tribute-tribute yang kedengaran bakal sangat jelas, bukan menjiplak, tapi lebih ke impersonating, bahkan sampai ke nama sebagian karakternya, and a lot ofShadow Of A Doubtelements. So, sekarang tinggal bagaimana set-up ekpektasi itu buat penontonnya. Tapi satu yang jelas, tanpa juga semua filmnya selain ‘The Vengeance Trilogy’ menawarkan signature absurd, kekuatan utama Chan-wook ada di visual.

STK-7222.NEF

            Kehilangan ayahnya, Richard (Dermot Mulroney) di ultahnya yang ke -18, India Stoker (Mia Wasikowska) yang introvert semakin tenggelam dalam kegalauannya. Paman yang tak pernah dikenalnya selama ini, Charlie (Matthew Goode), tiba-tiba masuk ke kehidupan India bersama ibunya, Evelyn (Nicole Kidman) yang juga tak stabil. Curiga melihat keintiman Charlie dan Evelyn, India mulai menelusuri siapa sebenarnya Charlie, apalagi setelah Mrs McGarrick (Phyllis Somerville), pengurus rumah mereka hilang s-ecara misterius dan Gwendolyn (Jacki Weaver), bibi ayahnya, ikut menyambangi mereka dengan sebuah maksud.

ST2

            Ditambah plot school bullies di seputar karakter India, dari Chris (Lucas Till) dan Whip (Alden Ehrenreich) yang bersimpati padanya, lengkap sudah. Betapa template plotStoker’ itu, kalaupun tak mau dibilang basi, memang penuh dengan elemen-elemen tipikal dalam subgenre thriller sejenis. So, bisa se-sempurna apa sebenarnya skrip Wenworth Miller mengeksplorasi karakter dan kegilaan mereka dalam membangun thriller yang di tangan Chan-wook diarahkan lebih ke psychological dengan storytelling yang lumayan absurd? A friend of mine, @AdiWriter, yes, he’s a scriptwriter yang cukup dikenal di film kita, bilang bahwa ada kecenderungan Chan-wook memang merombak habis-habisan skrip asli hingga merusak struktur penceritaannya.

ST11

            Tak tahu sejauh mana baiknya skrip Miller mensiasati template klise ini, I could easily believe that, too, tapi bagaimanapun, mengkombinasikannya dengan gaya Hitchcock dibalik sebuah penggambaran absurd yang mengutamakan visual, walaupun terasa sekali ‘style over substance’-nya, membuat petualangan mengikuti template klise itu jadi terasa baru, dan bertabur signature Chan-wook di sana-sini. Jadi tak mengapa juga. Secara dalam film-film seperti ini, plothole doesn’t mean shit, but intentionally made. Apalagi, scoring Clint Mansell ditambah sebuah komposisi piano duet dari Philip Glass di salah satu adegan paling juara disini, berikut pilihan soundtrack-nya, mostly the end credits song, ‘Becomes The Color’ dari Emily Wells, sudah menyatu dengan baik, blended very well ke visual dari sinematografi Chung Chung-hoon , DoP  langganan yang ikut diboyong Chan-wook ke Holywood.

ST4

      Dalam visual yang mengiringi storytelling absurd itu, Chan-wook dan Chung-hoon menerjemahkan sisi kekejaman dalam plotnya menjadi sesuatu yang sangat cantik, tanpa pernah sekalipun jauh-jauh melepas style Hitchcock dalam kombinasi unsur lain termasuk editing Nicolas DeToth. Desain produksi dari Thérèse DePrez mencakup gothic sets, nuansa warna, asesoris-asesoris dari art director Wing Lee, kostum dari Kurt and Bart, ekspresi para pemeran yang juga sama absurd dan misteriusnya (dibawakan dengan baik oleh Nicole Kidman, Matthew Goode and mostly Mia Wasikowska) hingga darah seakan ikut berbicara bak sebuah lukisan cantik yang penuh makna di dalamnya. Scene-scene-nya juga sama juaranya, representing hidden lust and orgasms in very wild intensity.  Sutradara lain boleh jadi bisa menangani struktur penceritaannya dengan lebih baik, tapi ini adalah racikan spesial yang dipilih oleh Chan-wook.

ST14

          So, suka atau tidak, kecewa atau malah exceed your expectations, inilah Chan-wook dengan ‘Stoker’-nya. Banyak mungkin sutradara ternama yang sudah menghadirkan love letter mereka pada Hitchcock jauh sebelum ini, sama-sama luarbiasa bagusnya, tapi dengan atmosfer se-artsy ini, itu sangat tak biasa.  ‘Stokeris still a very wild coming of age gothic thriller. This is Park Chan-wook impersonating Hitchcock with all the savage beauty. Luarbiasa cantiknya! (dan)

ST9

ST13

 

 

 

~ by danieldokter on April 7, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: