FINDING SRIMULAT : SURAT CINTA UNTUK ROMANSA BUDAYA INDONESIA

FINDING SRIMULAT

Sutradara : Charles Gozali

Produksi : Magma Entertainment, 2013

Finding Srimulat 1

            Silahkan googling atau baca buku-buku tentang Srimulat dan sejarahnya. Sejarah yang sudah terbentang sangat panjang sebagai bagian penting dari budaya seni tradisional kita. Bahwa meski memulainya sebagai hiburan masyarakat pinggiran, dibalik gelak tawa yang mereka tawarkan, Srimulat, adalah sebuah perjuangan dari generasi ke generasi. And it’s also been too long, sinema kita tak lagi diwarnai oleh komedi yang punya nuansa budaya itu. Dulu ada begitu banyak grup lawak yang silih berganti muncul di layar lebar. Ada Kwartet Jaya, Surya Group, Jayakarta Group, Warkop, PSP, Sersan Prambors, Pelita Group, Bagito, Kadir-Doyok, Lenong Rumpi and many others. But in their history, if you did know it well, tak ada yang sebesar Srimulat dengan konsep-konsepnya. Kini terkikis oleh zaman, yang tersisa hanya Padhyangan Project dan Project Pop, itupun lebih ke lawakan-lawakan modern yang diwarnai dengan kepentingan mereka sebagai band parodi. Beberapa sosok potensial lainnya malah mentok membawa nama pribadi dan kerap muncul di film-film, maaf, menjual lawakan-lawakan jorok belaka. Masih ada juga The Changcuters dan SKJ, memang, tapi lawakan klasik sekali-sekali juga bisa menyiratkan kerinduan, dan selalu ada saat tepat untuk membangkitkan mereka kembali.

Finding Srimulat 4

            Now meet Charles Gozali, legacy dari Garuda Film dan produsernya, Hendrick Gozali, yang dulu pernah mewarnai perfilman kita dengan karya-karya besarnya. Memulai karirnya, mostly di sinetron-sinetron laga seperti ‘Jacky’, ‘Jacklyn’, ‘Buce Li’ dan ‘Elang’, dari asisten sutradara, co-writer, penata laga, editor sampai sutradara, sempat juga menjadi stuntman, Charles juga sudah menghasilkan dua film layar lebar dengan percampuran genre yang berbeda. ‘Rasa’ dan ‘Demi Dewi’, yang sayangnya tak begitu besar gaungnya. ‘Finding Srimulat’ yang dipersiapkannya selama kurang lebih tiga tahun, adalah sebuah mimpi yang sejak lama ingin diwujudkannya. Mengapa Srimulat? Karena ia adalah satu dari sekian banyak kita-kita yang sempat merasakan jadi bagian dari budaya itu. Nonton panggung-panggung komedi mereka, dengan memori yang masih begitu lekat sebagai seorang dead fan. Dan ia tahu benar bahwa Srimulat adalah budaya yang tak lantas harus dibangkitkan hanya dengan sekedar melucu. Ada begitu banyak kepahitan dalam sejarah panjang mereka, dan usaha membawa mereka kembali ke layar lebar, trust me, adalah sebuah perjuangan cukup berat yang diwarnai begitu banyak proses.

Finding Srimulat 3

            And whyFinding’? Walau sebenarnya tak ada salahnya dengan penggunaan kata sebagai judul, secara sebelumnya juga sudah ada ’Finding Mr. Destiny’, film Korea tahun 2010 atau ‘Finding Mrs. Claus’ (Lifetime channel, 2012), penggunaan kata yang memunculkan tudingan mengekor ‘Finding Nemo’ ini adalah alternatif dari judul awal yang memuat jargon yang sangat lekat dengan Srimulat (dari film mereka ‘Untung Ada Saya’) ; ‘Untung Ada Srimulat’. Begitu juga dengan template reunion movie yang memunculkan tudingan mirip ‘The Muppets’ padahal banyak film yang sudah menggunakan template yang sama bahkan jauh sebelumnya, dari ‘The Blues Brothers’, ‘Still Crazy’, hingga ‘D’Bijis’. Pertimbangannya adalah untuk menjembatani gap generasi yang mungkin akan membuat penonton belia lebih dekat dengan judul itu, dan tentang template, bahwa legenda berbeda, jelas akan menyuguhkan banyak sisi yang berbeda. Lagipula, skrip ‘Finding Srimulat’ sudah dimulai sebelum ‘The Muppets’ memasuki masa produksinya, you can trust me on that. Mendekati perilisannya, yang sebenarnya sempat tertunda dari perempat akhir tahun lalu, muncul pula tudingan lain mendongkrak publikasi lewat kasus Eyang Subur sebagai orang yang dikenal dekat dengan Srimulat. Banyaknya film dan selebritis kita yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan itu mungkin membuat ‘Finding Srimulat’ kejatuhan tuduhan sama. Hanya trend. Namun apapun itu, Charles dan timnya memang hanya punya satu tujuan sebagai perwujudan mimpinya membawa Srimulat kembali ke layar lebar. Bukan hanya untuk membuat film komedi sekedar menjual lucu-lucuan, but more beyond that, sebuah romansa budaya Indonesia yang terus akan mengingatkan kita kembali ke eksistensi Srimulat sebagai bagian dari budaya bangsa ini. Tagline-nya pun jelas, ‘Selamatkan Indonesia Dengan Tawa!

Finding Srimulat 7

         Adi (Reza Rahadian) yang baru saja menikah dengan pujaan hatinya, Astrid (Rianti Cartwright) tak pernah menyangka bahwa pengkhianatan rekan kerjanya, Jolim (Fauzi Baadilla), yang menempatkan EO milik om Hilman (Butet Kertaradjasa) tempatnya bekerja di ambang kebangkrutan justru jadi awal pertemuannya dengan idolanya sejak kecil, kelompok lawak Srimulat. Tak sengaja bertemu dengan Kadir (Kadir Mubarak) yang kini mengelola restoran, Adi berhasil meyakinkan Kadir untuk manggung lagi. Walau penuh tantangan, mereka mulai mendatangi anggota Srimulat yang masih tersisa ; Mamiek (Mamiek Prakosa), Tessy (Kabul Basuki), Gogon (Gogon Margono) dan Nunung (Nunung Srimulat/OVJ), serta datang ke Solo menyambangi Djudjuk (Djudjuk Djuariah) buat meminta restu. Trik ke pementasan comeback itu pun dimulai dari sebuah candid show di Stasiun Balapan, Solo, namun perjuangan mereka tak semudah yang diperkirakan. Adi yang menyimpan rencananya dari Astrid dibalik masalah kehamilannya, berikut mantan rekan kerjanya, Icha (Nadila Ernesta) yang mengikuti Adi ke Solo dengan sebuah maksud, membuat semua hampir berantakan. Namun sebuah niat mulia, pasti akan menemukan jalannya.

Finding Srimulat 10

            Banyak yang bilang, komedi terbaik adalah komedi yang dapat membuat kita tertawa sambil meneteskan air mata. Konsep komedi yang dari dulu sudah diusung Charlie Chaplin sebagai salah satu komedian dunia paling legendaris. Disitu justru ’Finding Srimulat’ menyeruak masuk dengan skrip yang juga ditulis oleh Charles Gozali sendiri. Muncul bak kisah nyata dibalik perjuangan dalam pembuatannya, tentang mimpi seorang pemuda membawa kembali legenda kesayangannya di tengah segudang rintangan, semua yang ada dalam ’Finding Srimulat’ hanya punya satu terjemahan. Bahwa film ini, memang bertabur dengan hati. Membagi porsi tribute dan plot masa kini-nya dengan keseimbangan luarbiasa, komedinya tergelar dengan kecermatan tinggi kepada para karakternya, termasuk Reza Rahadian yang makin menunjukkan keaktorannya tampil dalam peran apapun dengan sebuah kualitas lebih, bahkan ketika harus melawak, tanpa sekalipun merubah karakter-karakter asli lawakan anggota Srimulat termasuk Dion Kardiono dan Tohir yang dikenal dengan lakonnya sebagai Drakula selain alm. Paul dan Paimo. Sosok Kadir, Mamiek, Tessy dan Gogon, bukan seperti yang kita lihat saat mereka berperan solo sebagai karakter beda di film-film lain, tapi murni sebagai bagian dari panggung Srimulat asli yang ditambah pula dengan sentilan-sentilan ke kehidupan pribadi mereka sebagai pelawak. Dan jauh diatas lapisan karakterisasi mereka, skrip itu tak menempatkan hanya Reza sebagai superhero dibalik simbol S (yang dulu juga pernah digunakan Srimulat ; tanpa maksud copy paste, perlu dicatat) yang dijadikan metafora terhadap Superman, tapi juga berbagi bersama Srimulat. Truly a bittersweet characterizations that easily melt your heart out while laughing at their funny jokes. Siap-siap untuk terSepona!

Finding Srimulat 9

         Konflik-konfliknya, sekalipun klise dalam template film-film sejenis, dibesut dengan dramatisasi yang tak pernah terseret jadi berlebih, dengan dialog-dialog yang sesekali menyempalkan sejarah Srimulat, juga dengan cermat. Selagi generasi masa kini mendapatkan kesempatan buat mengenal lebih jauh tentang siapa dan apa itu Srimulat, mereka juga bisa menikmati penampilan Reza Rahadian, Rianti Cartwright, Nadila Ernesta dan Fauzi Baadila yang membaur dengan baik ke aktor-aktor senior seperti Ray Sahetapy, Nungki Kusumastuti, Adi Kurdi, Butet Kertaradjasa dan Srimulat sebagai pelepas rindu ke penonton berusia lebih. Jangan lupakan juga penampilan khusus Jokowi.

Finding Srimulat 2

             Dari sisi teknis, ‘Finding Srimulat’ juga punya keunggulan lain. Sinematografi yang cantik dari Rollie Markiano, merekam semua tingkah polah para pelawak sejati yang sudah teruji oleh zaman ini dengan sempurna, departemen suara dari Satrio Budiono dan Suhadi, tata artistik penuh nostalgia dari Ario Anindito, tata kostum/rias dari Akbar Barbarell serta scoring dari Pongky Prasetyo yang bekerja begitu baik ke tiap emosi dalam adegannya termasuk memasukkan theme song legendaris ‘Whiskey And Soda’-nya Roberto Delgado ke beberapa part-nya, dengan melodius tanpa harus jadi cemen, dan juga editing Ilham Adinatha dan Charles terutama di scene-scene pamungkas-nya yang terasa luarbiasa liar memotong dan menyambung penggalan-penggalan klimaks panggung yang dibesut Charles bersama co-director Imron Ayikayu nyaris tanpa skrip dibalik improvisasi kocak Srimulat bersama Reza dan Rianti. Bahkan dengan salah satu scene jagoan yang sudah kita saksikan sebagai penutup trailer-nya, yang terasa sangat nasionalis tanpa simbol-simbol dangkal biasanya, this whole part, is dead hilarious!

Finding Srimulat 6

             Namun diatas semuanya, kekuatan terbesar ‘Finding Srimulat’ adalah keberhasilannya memunculkan sebuah feel nostalgic tepat ke tengah-tengahnya, as a love letter, surat cinta yang luarbiasa cantik buat romansa budaya Indonesia, dengan begitu banyak adegan highlight dibalik theme songLenggang Puspita’ ciptaan Guruh Soekarno Putra yang dinyanyikan Ahmad Albar dalam dua versi ; versi klasik di adegan flashmob stasiun balapan dan versi remix oleh DJ Winky & Mahesa yang mengantarkan kita ke end credits dengan gelaran penuh tribute (termasuk penampilan Pepeng Soebardi yang memberikan pandangannya terhadap Srimulat) dan bloopers reel-nya. Ain’t nothing like a movie that make you laugh and wet your eyes at the same time, dan ‘Finding Srimulat’ berhasil melakukan itu. So there goes a joy and thankful handshake buat Charles dan tim Magma yang mengingatkan kita untuk terus melestarikan Srimulat sebagai bagian penting dari budaya Indonesia. Kita mungkin punya banyak film bagus, but never with hearts as big as this. With those laughs, tears and tributes, I promise you, ini akan jadi salah satu momen terbaik dalam sejarah film komedi kita. Sekarang, tegakkan kepala, tarik nafas dalam-dalam, busungkan dada dan berdiri tegak. Karena ada pentas Srimulat yang harus digelar minggu-minggu ini, dan mudah-mudahan terus ke depannya nanti! (dan)

~ by danieldokter on April 10, 2013.

3 Responses to “FINDING SRIMULAT : SURAT CINTA UNTUK ROMANSA BUDAYA INDONESIA”

  1. Hai bro…

    boleh tukeran link gak? ini link saya http://insanmahaputra.blogspot.com/

    link kamu udah saya pasang di blog saya.🙂

    Thank you

  2. […] Yusuf walau berselang lumayan lama setelah ‘Romeo Juliet’ di tahun 2009. Bersama ‘Finding Srimulat’-nya Charles Gozali yang hadir di minggu ini, all I can say, #KamisKeBioskop minggu lalu punya […]

  3. […]  1.      FINDING SRIMULAT […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: