SAVING GENERAL YANG (忠烈杨家将) : A GOOD RETELLING OF A CHINESE CLASSIC TALE

SAVING GENERAL YANG (忠烈杨家将)

Sutradara : Ronny Yu

Produksi : Pegasus Motion Pictures, Distribution Limited, Huayi Brothers, 2013

SGY8

            Kisah klasik terkenalnya, ‘Generals Of The Yang Family’. Tapi orang-orang akan lebih tahu kalau disebut ‘The Yang’s Saga’. Melebihi semua versi media apapun yang pernah dirilis, begitu populernya versi miniseri TVB produksi 1985 itu sekaligus mengukir sejarah sebagai serial TVB dengan paling banyak ensemble cast terkenal di masanya. Aktor-aktor yang digelari ‘5 Macan TVB / Five Tiger Generals of TVB’ consists of Andy Lau, Tony Leung, Michael Mui, Felix Wong dan Kent Tong, semua ikut ambil bagian bersama seabrek nama-nama terkenal Maggie Cheung, Karina Lau, Alex Man, Francis Ng hingga Chow Yun-Fat yang belum sebesar belakangan.

SGY7

           Seperti banyak folklor klasik Cina, ‘Generals Of The Yang Family’ yang berkisah tentang heroisme keluarga Yang, Sang Jendral dan tujuh putranya (oh ya, ini jauh sebelum template 7 jagoan yang nantinya populer lewat ‘Seven SamuraiAkira Kurosawa,  ‘The Magnificent Seven’, and many more) di masa Dinasti Song ini juga penuh dengan filosofi-filosofi berharga yang tak pernah lekang ditelan zaman. Bagi sebagian orang, ini memang mirip kisah ‘Troy’ dalam mitologi kultur berbeda. Jadi agaknya tak percuma sutradara Ronny Yu, sineas Cina yang sejak lama sudah berkiprah juga di Hollywood (‘The Bride With White Hair’, ‘Bride Of Chucky’, ‘Freddy Vs Jason’, dan ‘Fearless’, diantaranya) bersama produser Raymond Wong (that man fromHappy Ghostfranchise), mempersiapkan pembuatannya sampai bertahun-tahun.

SGY4

            Jendral Yang Ye (Adam Cheng) dari kerajaan Han Utara memilih untuk mengabdi pada Kaisar Taizong dari Dinasti Song yang menggunakannya sebagai kekuatan militer terbesar melawan musuh terberat mereka, suku Khitan dari Dinasti Liao. Namun konflik cinta putra keenam-nya, Yang Liulang (Wu Chun) dengan putri Jendral Song – Pan Renmei (Bryan Leung / Leung Ka Yan), Princess Chai (Ady An) yang membuat putra ketujuh, Yang Qilang (Fu Xin Bo) menewaskan kakak Chai secara tak sengaja, membuat kemarahan Jendral Pan memuncak. Bersamaan dengan insiden itu, suku Khitan kembali menyerang dengan sebuah dendam dari putra pemimpin mereka yang tewas di tangan Jendral Yang dulu, Yelü Yuan (Shao Bing). Pan yang sudah lama merasa iri dengan Yang pun menggunakan kesempatan ini untuk meminta pada Kaisar mengambil alih pimpinan perang dengan maksud jelek di belakangnya. Jendral Yang pun terjebak di tengah kekalahan pasukannya yang ditinggalkan begitu saja oleh Pan, sementara Yelü Yuan menyiapkan perangkap untuk membalaskan dendamnya, menjebak Yang dan sisa pasukannya dalam keadaan luka parah di sebuah benteng terbuang di Wolf Mountain. Mengetahui hal ini, dibalik sebuah ramalan buruk dan penolakan bantuan dari Pan, istri Yang, She Saihua (Xu Fan) pun tak punya pilihan lain selain memerintahkan ketujuh putranya ; Yang Dalang (Ekin Cheng), Yang Erlang (Yu Bo), Yang Sanlang (Vic Zhou), Yang Silang (Li Chen), dan Yang Wulang (Raymond Lam) termasuk Liulang dan Qitlang yang paling merasa menyesal namun belum punya pengalaman militer, membawa segelintir pasukan Han yang tersisa menjemput ayahnya, hidup atau mati.

SGY1

            Father to sons, brother to brother, code of family. Oh yes, sekonyol apapun motif-motif pengkhianatan serta pengorbanan yang dipicu oleh sosok wanita dan cinta, just like ‘Troy‘ tapi dalam pengembangan yang berbeda, that tale ofGenerals Of The Yang Family’ memang berisi pembelajaran penting tentang keluarga, jauh dibalik sisi historikal tentang kebesaran keluarga Yang di era dinastinya. Ronny Yu yang juga menulis skripnya bersama Edmond Wong dan Liu Shija tampaknya tahu sekali komposisi dramatikal yang bisa dibangun dari poin-poin ini. Di tangan Ronny Yu yang memang lebih dikenal punya spesialisasi lebih dalam genre action, keseluruhan kisah klasik aslinya dituangkan ke dalam sebuah pameran penuh aksi yang berfokus seputar konflik keluarga ini ketimbang menggali kelewat banyak sisi historikal, tentunya tanpa menyampingkan potensi untuk menyempalkan dramatisasi ke tengah-tengahnya, dan tak juga jadi tak setia dengan kisah asli berikut filosofi-filosofinya tentang hubungan keluarga. Fokus utamanya, Bring  Dad Back Dead Or Alive. Tapi skrip itu dengan seimbang bahkan masih mencoba memberikan empati pada gambaran tokoh antagonis dibalik tone tragis historical battlecry-nya.

SGY5

            Dan seperti chinese historical epic lainnya, mereka tak pernah main-main dengan production values-nya. Masa pembuatan yang memakan waktu (kabarnya) tujuh tahun itu berhasil menggaet nama-nama yang sudah dikenal baik kredibilitasnya dalam sinema baik lokal dan internasional, sama seperti Ronny Yu sendiri. Ada Kenneth Mak dari ‘Ip Man’, ‘Fearless’, ‘Bodyguards And Assassins’ di desain produksinya, DoP Chi Ying Chan yang karya terbaiknya sudah kita saksikan di ‘Detective Dee’, juga ‘The Man With The Iron Fists’ dan ‘The Bullet Vanishes’, action director mantan aktor TVB, Stephen Tung Wai dari ‘Hero’ (bersama Tony Ching Siu-tung), ‘Seven Swords’ dan ‘Bodyguards And Assassins’, hingga komposer Kenji Kawai dari ‘Ghost In A Shell’, ‘Ringu’ sampai dua instalmen ‘Ip Man’ versi Donnie Yen. Di tangan orang-orang penuh bakat ini, adegan-adegan aksinya dibangun secara kolosal sekaligus sangat cantik. Dari medan perang terbuka hingga duel panah diantara semak tinggi yang dibesut tak kalah seru dari ‘War Of The Arrows’-nya Korea tempo hari.

SGY2

            Ensemble cast-nya pun tak kalah menarik. Selain mencatat kembalinya aktor legendaris Adam Cheng setelah 10 tahun tak muncul di layar lebar, ada aktor senior Bryan Leung serta di cast ketujuh putera Jenderal diantaranya adalah Ekin Cheng, Vic Zhou, Raymond Lam, Wu Chun hingga Fu Xin Bo dari boyband BoBo yang sedang naik daun disana. Walau Ronny Yu mentengahkan background masing-masing karakternya cukup hanya sekilas, porsi mereka terbagi secara cukup efektif sesuai tipikalisme akting masing-masing diantara aura maskulinitas sekaligus brotherhood themes yang terjaga. Karakter-karakter wanitanya memang tampil hanya sebatas asesoris, tapi cukup tertuang dengan baik sebagai motif-motif konfliknya. Selagi Ekin Cheng kebagian peran putra sulung yang paling bijaksana, aura melankolis Wu Chun dan Fu Xin Bo dihadirkan dengan pas, namun yang muncul paling menarik adalah Vic Zhou yang beraksi sebagai pemanah ulung dalam highlight adegan-adegan aksinya.

SGY3

            So, ‘Saving General Yang’ mungkin tak tampil se-solid miniseri TVB-nya yang jauh lebih menggambarkan detil-detil historikalnya, tapi ini adalah sebuah pilihan dalam durasinya sebagai film layar lebar. Ronny Yu memilih aksi, dan ia luarbiasa konsisten membangun selling factor bersama dramatisasi yang masih bisa dihadirkan dengan cukup baik. Being a good retelling of this ancient classic chinese tale, ‘Saving General Yang’ adalah blockbuster Asia yang sangat menarik buat disaksikan. (dan)

SGY9

~ by danieldokter on April 14, 2013.

One Response to “SAVING GENERAL YANG (忠烈杨家将) : A GOOD RETELLING OF A CHINESE CLASSIC TALE”

  1. ada lanjutannya Legendary Fighter Yang’s Heroine keluaran tahun 2001.
    Itu aksi para istri 7 jendral diatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: