BEAUTIFUL CREATURES : A FAILED ROMANCE FANTASY ADAPTATION

BEAUTIFUL CREATURES

Sutradara : Richard LaGravanese

Produksi : Alcon Entertainment, 2013

BEC1

            Oh yes. ‘Beautiful Creatures’, apapun alasannya, masih tetap merupakan bagian dari trend adaptasi ‘young adult novel’ dengan fantasy tone yang jelas belum akan dihentikan Hollywood dalam waktu dekat. Trilogy, chronicles, saga, atau apalah sebutannya, film-film dengan genre ini sudah terbukti mampu membawa penonton-penonton belia memenuhi bioskop demi kepentingan box office-nya. Tapi latah-latah trend itu juga belum tentu bisa sama berhasil dengan ‘Twilight’ sebagai salah satu pionirnya. ‘Beautiful Creatures’ yang diadaptasi dari novel pertama dari ‘The Caster Chronicles’ karya Kami Garcia dan Margaret Stohl ini adalah salah satu contohnya, walaupun bertabur nama-nama besar dibaliknya, dari screenwriter/director terkenal Richard LaGravanese (penulis skrip ‘The Fisher King’, ‘The Mirror Has Two Faces’, ‘The Bridges Of Madison County’, ‘The Horse Whisperer’, serta sutradara ‘P.S. I Love You’, diantaranya), komposer Danny Elfman hingga ke barisan cast dengan  nama-nama seperti Emmy Rossum, Viola Davis, Emma Thompson dan Jeremy Irons.

BEC8

            Di kota kecil fiktif Gatlin, South Carolina, sekolah Ethan Wade (Alden Ehrenreich) kedatangan murid baru bernama Lena Duchannes (Alice Englert) yang selama ini dilihatnya melalui mimpi-mimpinya. Kemunculan Lena memicu gosip-gosip tak enak atas keberadaan pamannya, Macon Ravenwood (Jeremy Irons), bangsawan misterius yang dianggap sebagai pemuja setan. Ia pun dicap sebagai tukang sihir yang dibenci semua orang, kecuali Ethan. Terus mencoba mendekati Lena, ia akhirnya mendapati bahwa keluarga misterius itu adalah ‘Casters’, sejenis orang-orang yang memiliki kemampuan sihir, dan Lena, di ulang tahun ke-16-nya bakal menghadapi takdirnya untuk menjadi salah satu dari mereka, Dark Casters yang jahat atau sebaliknya. Apalagi dua dark casters, sepupunya Ridley (Emmy Rossum) dan arwah ibunya Sarafine yang mengambil fisik ibu sahabat Ethan, Mrs Lincoln (Emma Thompson) ikut menyambangi Lena buat mendorong takdir itu melalui sebuah ramalan bahwa Lena akan jadi Dark Caster terkuat yang bisa mereka manfaatkan untuk menguasai dunia. Hubungan Ethan dengan Lena pun ternyata juga bukan kebetulan, tapi merupakan bagian dari rahasia kutukan leluhur mereka di masa lalu. Sekarang, hanya Amma (Viola Davis), penjaga Ethan, yang memiliki akses buat menyelamatkan mereka dibalik sebuah pengorbanan yang mau tak mau harus ditempuh keduanya.

BEC5

            Apapun itu, tentu tak ada yang salah dari plot novel-novel romance fantasy sejenis. Walau tak jauh-jauh dari creatures, witches atau aliens dibalik lovestory romantis sekali pun, ini adalah pakem terhadap trend-nya. Toh masing-masing tetap bisa membangun universe unik mereka sendiri dengan penggunaan istilah-istilah yang tak kalah menarik buat membedakan satu dengan yang lain, tak peduli berapa banyak kadar dialog-dialog dan storytelling cheesy di dalamnya. Beda-beda karakternya dibalik similaritas template itu pun begitu juga. Sah-sah saja. Namun yang jadi permasalahan adalah seberapa menarik adaptasinya bisa dihadirkan ke layar lebar, dan ‘Beautiful Creatures’ agaknya harus terbentur pada satu kesalahan fatal.

BEC2

            Tak mungkin di sederet nama-nama terkenal yang rata-rata bermain cukup bagus itu, pastinya, dan bukan juga di skrip yang juga ditulis oleh Richard LaGravanese secara keseluruhan, yang sudah menempatkan deretan nama-nama tadi di karakterisasi yang bisa memberi dukungan sangat kuat. Scoring Danny Elfman bersama nafas romance fantasy-nya dari beberapa penanganan efek yang memang tak perlu kelewat dahsyat juga sudah cukup baik dalam kelasnya masing-masing. Flaws terbesar ‘Beautiful Creatures’, sayangnya justru ada faktor terpentingnya. Dua karakter utamanya yang diperankan oleh dua artis muda Alice Englert dan Alden Ehrenreich.

BEC4

            While Alice adalah putri sutradara Australia Jane Campion, Alden yang ditemukan Steven Spielberg lewat sebuah short comedy-nya juga sebenarnya punya fisik yang sangat menjanjikan sebagai lead dalam generasi terbaru Hollywood. Alice sebelumnya sudah muncul sebagai lawan main Elle Fanning di ‘Ginger & Rosa’, sementara Alden baru saja kita saksikan aktingnya dalam ‘Twixt’-nya Francis Ford Coppola dan ‘Stoker’ barusan. Masalahnya, pendalaman karakter yang mereka lakukan gagal menciptakan chemistry yang sebenarnya mutlak diperlukan dalam genre sejenis sebagai jualan utamanya. Alice tak terlalu salah sebagai Lena yang misterius sekaligus punya turnover karakter yang tangguh, namun karakter Wade, di tangan Alden, malah jatuh pada tampilan good-boy dengan gestur yang cenderung kemayu, gemulai dan melambai ketimbang gentle atau sensitif. Satu saja kesalahan yang akibatnya sangat mengganggu serta merusak struktur keseluruhannya. And by that, ‘Beautiful Creatures’ sudah gagal membangun faktor romance-nya sebagai porsi terbesar buat mengimbangi fantasinya. Apa boleh buat. (dan)

BEC3

~ by danieldokter on April 21, 2013.

2 Responses to “BEAUTIFUL CREATURES : A FAILED ROMANCE FANTASY ADAPTATION”

  1. dapet banget romantisnya di film ini kayanya

  2. Kayaknya diperhatikan dengan seksama, lebih seru baca ulasan bang daniel ya, hhehehee,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: