KISAH 3 TITIK : WOMEN BEYOND LABOR ISSUES

KISAH 3 TITIK

Sutradara : Bobby Prabowo

Produksi : Lola Amaria Production, 2013

K3T12

            Genre dan tema yang dipilih film kita boleh saja belum bergerak jauh. But at least, kita juga butuh lebih banyak film yang merayakan tiap momen penting yang jadi peringatan, locally or internationally, baik hari besar ataupun hari-hari lain dengan mark besar di kalender. Disitulah ‘Kisah 3 Titik’ menyeruak menghadirkan tema yang diusungnya, tentang dunia perburuhan dengan segala permasalahan yang tak kunjung habis dimanapun, berikut semua kepentingan-kepentingan dibaliknya. Di saat film-film luar punya film-film seperti ‘Norma Rae’ atau ‘North Country’, kita belum punya film yang betul-betul pas untuk momen peringatan May Day. Dari kacamata tiga karakter wanita bernama sama, ini memang datang dari Lola Amaria, sutradara yang kerap menyuguhkan kita tema-tema feminisme. And movies with labor issues, juga akan punya dua sisi koin berbeda. Based or inspired on true stories or not, satunya menawarkan harapan, dan satunya akan lebih penuh dengan nada kritik sosial yang terkesan pesimistis, namun bukan berarti tak bisa lantang menyampaikan pesan-pesannya. Miris memang, saat di satu sisi mungkin Anda sering menutup mata terhadap ekses demo-demo menyangkut masalah ini, mostly if you’re into it, tapi di sisi lain, kita tak akan pernah bisa menyingkirkan hati melihat penderitaan banyak manusia dibaliknya.

K3T7

            Titik pertama adalah Titik Sulastri atau Titik Janda (Ririn Ekawati) yang ditinggal mati suaminya saat baru mengandung anak keduanya. Berjuang hidup, ia memaksakan bekerja sebagai pegawai kontrakan di sebuah pabrik garmen sambil menyembunyikan kehamilannya. Titik kedua, Titik Dewanti Sari atau Titik Manager (Lola Amaria) adalah seorang wanita karir yang baru diangkat sebagai manager SDM membawahi pabrik garmen tempat Titik Sulastri bekerja. Idealisme kemanusiaannya berjuang demi kesejahteraan buruh  dibayarnya dengan apapun yang bisa ia lakukan, termasuk resiko karirnya sendiri, namun kepentingan perusahaan tetap memunculkan tekanan yang tak akan pernah bisa dilawannya. Titik ketiga adalah Kartika atau Titik Tomboy (Maryam Supraba), wanita maskulin yang tumbuh dari lingkungan keras. Ia melawan ketidakadilan di home industry sandal dan sepatu tempatnya bekerja atas tindak ilegal mempekerjakan anak-anak dibawah umur demi menghemat biaya produksi, hingga harus melawan sekumpulan preman makelar yang mengeksploitasi anak-anak itu. Bahkan nasehat dari rekan kerja yang diam-diam menyukainya, Anto (Donny Alamsyah), tak lagi bisa menahannya.

K3T10

            Dirajut secara interwoven dalam semi-crossover para karakternya, skrip yang ditulis oleh Charmantha Adjie dengan efektif menyajikan satu demi satu isu-isu mendasar tentang perburuhan berikut isu sosial lain dibalik konflik-konflik emosional karakternya. Tapi bukan berarti mereka hanya bermain dengan dramatisasi penuh penderitaan yang meski cukup klise banyak kita jumpai di film-film bernada feminis lainnya, ‘Kisah 3 Titik‘ hadir dengan dialog-dialog dan pengadeganan yang juga dibesut sutradara Bobby Prabowo dengan banyak kekuatan informasi cukup kuat. Dari masalah perburuhan ke banyak isu sosial, gender bahkan medis yang tertata cukup rapi. Membuka mata, menyentuh hati, juga bergulir dengan sangat komunikatif. Masing-masing karakternya dibangun dengan motivasi-motivasi serta pilihan berbeda tanpa sekalipun keluar jalur dari gambaran manusiawinya, bersama rata-rata karakter sampingan yang tetap dimunculkan dengan konsistensi terjaga terhadap rajutan interwoven itu.

K3T3

            Ririn Ekawati bersama Maryam Supraba yang tahun lalu kita saksikan dalam ‘Sinema Purnama’ tampil paling unggul dengan akting yang sangat kuat menokohkan karakter mereka di tengah ketangguhan dan fragilitas yang sangat manusiawi. Lola Amaria sendiri bukan tak bagus. Bermain dengan akting emosional dan kadang meledak-ledak dengan relevansi cukup terjaga, namun ada sedikit distraksi dalam bangunan karakternya dengan turnover karakter yang terasa kelewat drastis. Para pemeran pendukungnya juga tampil memberikan daya tarik masing-masing untuk menjaga sentilan serta dramatisasi dibalik rajutan itu jadi tetap mengalir enak buat disaksikan. Ada Arswendi Nasution, Donny Alamsyah, Inggrid Widjanarko, Rangga Djoned, Gary Iskak, Gesata Stella, Miea Kusuma, Richa Novisha, Dimas Hary, Ence Bagus, Gia Partawinata, Joshua Pandelaki berikut penampilan singkat Lukman Sardi dan Edward Gunawan.

K3T6

         Sisi teknis lain pun ter-handle dengan baik terutama tata kamera dari Nur Hidayat dan scoring menyayat dari Thoersi Ageswara yang memberi penekanan terhadap nuansa kelam di tone keseluruhannya. Tapi memang tak ada yang lebih baik dari gagasan Lola bersama timnya dalam ending yang mengoyak-ngoyak emosi itu, which no, I won’t tell you in details. Walau ini adalah pilihan yang mungkin bisa jadi tak akrab kepada sebagian penonton, mereka sudah menggaris batas tegas terhadap konklusinya tanpa juga berusaha memihak dibalik banyak realitas yang ada. Bahwa salah satu tujuan paling penting dari ‘Kisah 3 Titik’ adalah juga sebuah penekanan terhadap kenyataan-kenyataan getir yang hadir setiap hari di depan mata kita. Picturing a different will to live, this is an emotionally moving story of life struggle beyond many choices and labor issues. Bagus! (dan)

 

 

~ by danieldokter on May 5, 2013.

2 Responses to “KISAH 3 TITIK : WOMEN BEYOND LABOR ISSUES”

  1. halo!
    boleh tukar link blog?
    saya baru di movie review blog
    lessthan2000.blogspot.com
    salam kenal dan terima kasih🙂

  2. […] 2. KISAH 3 TITIK […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: