EVIL DEAD : A BLOODBATH REMAKE MADE WITH RESPECT

EVIL DEAD

Sutradara : Fede Alvarez

Produksi : Ghost House Pictures, TriStar Pictures, Film District, 2013

ED9

            Karya klasik mungkin seharusnya tak dilupakan begitu saja. Bagi Sam Raimi, trilogi ‘Evil Dead’ yang mengangkat karakter Ashley J. ‘Ash’ Williams yang diperankan oleh Bruce Campbell (later became his cameo muse)  jelas merupakan masterpiece-nya, sekaligus jadi salah satu judul wajib dalam kitab suci para penggemar film horor. Walau sebelumnya elemen-elemen yang dibawa Raimi ke ‘Evil Dead’ sudah bertabur di pakem film horor klasik lain, ‘Evil Dead’ tetap jadi sebuah karya groundbreaking yang banyak menginspirasi genre-nya, termasuk ‘Cabin In The Woods’ kemarin. Karena itu juga, Raimi yang kali ini duduk di kursi produser bersama Campbell dan Rob Tapert (produser trilogi aslinya) menghidupkan kembali franchise yang sekaligus jadi ‘loose continuation’ (ini menurutnya), dan tiga instalmen lain ke depan, termasuk ‘Army Of Darkness 2’ yang bakal langsung disutradarainya, masih dengan Campbell melanjutkan peran sebagai Ash nantinya. So, helmed by the creator himself, ‘Evil Deadremake ini jelas akan sangat ditunggu-tunggu penggemarnya.

ED3

            Now enter Fede Alvarez. Sutradara asal Uruguay yang dikenal sejak film pendek tahun 2009-nya ‘Ataque de Pánico! (Panic Attack!)’ jadi populer di Youtube, Alvarez langsung dipercaya menggarap remake ‘Evil Dead’ berikut sekuelnya setelah Raimi membaca skrip yang ditulisnya bersama Rodo Sayagues, dibantu Diablo Cody (‘Juno’). Alvarez yang memang dead-fanEvil Dead’ ini berhasil membuat Raimi dan Campbell begitu tertarik meneruskan proyek yang sejak lama tertunda itu. Dual concept sebagai remake sekaligus loose sequel walaupun diwarnai banyak pengulangan event itu memang sangat bergantung pada persepsi masing-masing, terutama real fans-nya, namun yang menjadi excitement terpenting, dengan respek besar ke franchise orisinilnya, Alvarez dan Raimi dkk merancang remake ini dalam style klasik source aslinya, dengan se-minimal mungkin penggunaan CGI dibalik bloodbath gorefest yang kian ditonjolkan dengan prostethic make up and performance artists. Tagline di posternya saja sudah memuat janji itu ; ‘The Most Terrifying Film You Will Ever Experience’. Jelas mereka tak main-main dengan itu.

ED2

            There’s still a cabin deep in the woods. A group of friends. A devil book. And other elements. Lima sahabat, dua pasangan ; Olivia (Jessica Lucas) – Eric (Lou Taylor Pucci), Natalie (Elizabeth Blackmore) – David (Shiloh Fernandez) dan adik David, Mia (Jane Levy), bertemu di kabin yang menyimpan kenangan atas ibu David dan Mia, untuk menyembuhkan kecanduan Mia terhadap obat-obatan yang sudah sering mengancam nyawanya. Disanalah mereka mulai menemukan keanehan-keanehan yang mengarah pada sebuah buku misterius berjudul ‘Naturom Demonto’. And the result is a deadly terror, through hell and back.

ED5

            Okay. The best horror might be the ones terrified you the most. Tapi ada banyak juga horor klasik yang bisa mengkombinasikan violent and fun in the right mixed. Berpegang cukup setia ke pakem ‘Evil Dead’ dan pakem-pakem horor vintage lainnya, meskipun sekali ini tanpa humor-humor absurd yang sesungguhnya baru berkembang kian jauh di sekuel-sekuelnya, Alvarez menggempur remake ini ke level lebih gila. Lewat sebuah body horror penuh pameran kesadisan, tanpa terlalu banyak CGI yang membuat feel-nya jadi semakin klasik. Through the gristle of our nerves, Alvarez pushed it to the limit. Melampaui film-film gorefest dengan ukuran litres of blood and goryness, ia hanya menyisakan sedikit plot di awal untuk mengantarkan teror yang seakan tak berujung itu, yang akan membagi banyak reaksi penonton mulai dari tutup mata, mual, berteriak-teriak bahkan tertawa bagai berada dalam rollercoaster ride yang panjang. Beruntung juga sensor kita tak membiarkannya lepas kecuali di beberapa bagian kecil yang tak juga begitu terasa.

ED

             Dan Alvarez juga tak perlu mencoba terlalu pintar memutar-mutar naskahnya. Cukup  hanya dengan menampilkan homage-homage penting ke source aslinya, termasuk post credit scene yang sebaiknya tak membuat Anda meninggalkan bioskop cepat-cepat, ‘Evil Dead’ baru ini menemukan jalan dengan sendirinya. Seperti meta ke franchise-nya sendiri, termasuk ke fun factor yang tak pernah jadi hilang, look a little closer, and you’ll find many minor to major elements yang digunakan Raimi dalam versi aslinya, termasuk beberapa elemen yang wajib ada tanpa sekalipun mengecewakan para fans-nya. Walau selebihnya adalah darah, darah dan darah lagi, intensitas terror pace-nya terjaga dengan cukup baik dan semakin meningkat menuju klimaks dengan postmodern twist yang benar-benar seru. Mengulang apa yang ada di source-nya secara kreatif. Pemilihan cast-nya mungkin bukan jadi faktor yang terlalu penting, namun Jane Levy, and mostly Randal Wilson, performance artist yang memerankan Mia, adalah bintang paling bersinar disini.

ED1

            So yes, dari segelintir remake horor yang bisa tampil sama, lebih baik dari bahkan membawa kita semakin ingat kembali kedigdayaan versi aslinya dengan respek yang sama, ‘Evil Dead’ versi Alvarez ini jelas termasuk dalam salah satunya. Both were groundbreaking in each era, this is a bloodbath made with full respect. A groovy gorefest rollercoaster that will drown you in large amount of blood. Large amount of blood! Now that’s a real WHOA! (dan)

ED8

~ by danieldokter on May 7, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: