FAST & FURIOUS 6 : NOT AS FAST, BUT FIERCELY FURIOUS

FAST & FURIOUS 6

Sutradara : Justin Lin

Produksi : Original Film, One Race Films, Universal Pictures, 2013

FF63

            Here’s the Hollywood rules. You don’t put an end to the high selling franchise that fast. Tiga, empat, lima sekali pun, belum berarti cukup, kalau angka box office-nya masih tergolong sakti. Repetitif atau tidak, itu soal lain. Tapi yang jelas, almost everybody wanted it. So here comes the next installment ofFast & Furious’. Diawali dari ‘The Fast And The Furious’ (2001), usaha Universal untuk meracik sebuah cult movie ala drive-ins dulu, bersama produser Neal H. Moritz, mereka tak pernah menyangka franchise-nya akan berkembang sebesar ini. Berlanjut ke sekuel walau kehilangan satu-persatu bintang utama yang baru bersedia kembali lagi di instalmen keempat, jadi titik balik pengembangannya ke sebuah show of heist team yang solid, dengan karakter yang terus bertambah dan bertambah lagi, kini yang ada hanya lampu hijau bagi mereka untuk terus melaju. Vrooooooommmmm….!

FF7

            And you already knew, dari clue di post credit sceneFast Five’, instalmen kelima yang, well, memang semakin menaikkan levelnya dengan kehadiran Dwayne Johnson a.k.a. The Rock, satu tokoh penting akan kembali disini. Bahwa lantas pengembangan franchise-nya akan tak jauh-jauh dari trik-trik soap opera, memutar balik, penuh twist and turn and also brought back the dead sesuka hati mereka dengan penjelasan belakangan, takkan ada lagi yang peduli. Bagi penonton Indonesia sendiri, ada nilai tambah cukup besar dari penampilan Joe Taslim yang dibawa oleh agensi baru Gareth Evans sejak kesuksesan ‘The Raid’ ke perfilman internasional. Masih kurang? Tunggu sejenak ‘stinger gagright after the ending tanpa harus berlama-lama menunggu kreditnya bergulir, ada bonus sangat menarik untuk membuat kita semakin menanti instalmen selanjutnya. Dibandrol judul alternatif tak kalah keren dengan instalmen sebelumnya, ‘Furious Six’, inilah kedigdayaan Hollywood meracik inovasi jualannya. Find the bold lines, and make it bolder. A bigger crash, boom and bang at any aspects.

FF613

            Menuju kelahiran putra Brian O’Conner (Paul Walker) bersama Mia (Jordana Brewster), adiknya, Dominic ‘Dom’ Toretto (Vin Diesel) yang juga sudah hidup tenang bersama Elena (Elsa Pataky) memutuskan untuk pensiun dari dunia kriminal. Namun agen DSS (Diplomatic Security Service) Luke Hobbs (Dwayne Johnson) bersama partner barunya Riley (Gina Carano) yang tengah menginvestigasi ex British Special Forces turns criminal, Owen Shaw (Luke Evans) bersama timnya, tak punya pilihan selain mengajak Dom bekerjasama. Hobbs tahu bahwa ia memegang kartu as terhadap kesediaan Dom dengan penemuannya pada Letty Ortiz (Michelle Rodriguez) yang kini bekerja bersama Shaw. Dom dan Paul pun terpaksa mengumpulkan kembali anggotanya, Gisele (Gal Gadot) dan Han (Sung Kang) serta Roman Pearce (Tyrese Gibson) dan Tej (Chris ‘Ludacris’ Bridges) untuk masuk ke dalam investigasi Hobbs-Riley dengan iming-iming kebebasan, bertolak ke markas Shaw di London demi membawa Letty kembali. Tanpa peduli Shaw dan pasukannya, termasuk bodyguard tangguh Jah (Joe Taslim), yang masih menyimpan koneksi ke gembong kartel mantan musuh mereka, Arturo Braga (John Ortiz), tak akan semudah itu bisa dikalahkan.

FF65

            Oh yeah. ‘Furious Six’ ini jelas masih dipenuhi dengan car chasing and street racing scenes, pameran stunts dan crash, boom, bang yang senada dengan instalmen-instalmen sebelumnya. Malah, buat membawanya ke tingkatan level lebih lagi, klimaks yang disiapkan Justin Lin, yang bakal memberikan estafet penyutradaraannya di instalmen ke-7 nanti pada James Wan dari ‘Saw’ dan ‘Insidious’, benar-benar terasa eksplosif. Masih ada juga highlight street trapeze scene antara Diesel dan Rodriguez, tank showdown, catfight Gina CaranoRodriguez bersama kick-ass fighting scene Joe Taslim yang diadu dengan sebagian karakter pentingnya. Surprisingly, never before to any of our actors in international blockbusters, porsi Joe Taslim yang cukup menonjol dan di-handle-nya dengan kualitas scene stealer itu memang sangat membanggakan buat penonton Indonesia. Resep lainnya yang memuat intrik-intrik dan turnover diantara karakternya masih muncul, dan tampilan Luke Evans sebagai villain barunya, juga cukup keren.

FF610

         But wait, penambahan karakter yang membuat interaksi mereka kian penuh sesak, termasuk sempalan romance, komedi dari Tyrese dan Ludacris berikut clue-clue penghubung ke instalmen-instalmen sebelumnya, mungkin membuat scriptwriter Chris Morgan yang masuk sejak ‘Tokyo Drift’ jadi sedikit kepayahan membangun pace sama kencang, walaupun sudah berdurasi sama panjang dengan ‘Fast Five’ yang paling unggul dalam aspek itu. Morgan mungkin tetap berhasil membangun sambungan-sambungan ke benang merah yang sudah ada di instalmen-instalmen sebelumnya, membuka banyak kemungkinan pengembangannya dengan tricky,  juga dengan penekanan emosi ke konflik-konflik yang membuatnya terasa jauh lebih furious, namun tak begitu dengan sempalan romance-nya yang agak dipaksakan. Komedinya cukup fresh, namun juga sedikit tergelincir jadi faktor self cannibalism terhadap kepentingan pace-nya. And umm, yes, this installment has many Bollywood moments dalam bangunannya. Satu dua yang mungkin sudah pernah kita saksikan dalam ripoff-ripoff BollywoodFast And Furious‘, seperti ‘Dhoom‘ dan ‘Race‘ yang juga terus terang, sama sekali bukan jelek.

FF618aFF618

            However, apapun kekurangan dalam pace-nya, terlebih dalam soal-soal akting, itu jelas bukan fokus utama franchise ini sejak instalmen awalnya lahir. Let’s admit, bahwa satu-satunya alasan untuk mendorong kita ingin datang ke bioskop lagi dan lagi buat menyaksikan franchise ini adalah adegan aksi, dengan star-studded factor yang terus membawa nama-nama terkenal bergabung ke tengah-tengah arena perpaduan maskulinitas dibalik gumpalan otot gede, kepala botak, beautiful faces and sexy bods ini. So we may call it even. Toh penekanan judul ‘Fast’ dalam instalmen kelima yang berganti menjadi ‘Furious’ di film keenam ini sudah menjelaskan semuanya. Dan tetap menarik untuk menyusun puzzle dalam deretan instalmen yang terpaksa meloncat di ‘Tokyo Drift‘ sambil mereka-reka siapa lagi yang akan muncul di sekuel berikutnya. Seperti tagline-nya, ‘All Roads Lead To This’, skrip ‘Furious Six’ memang semakin membangun benang merahnya dengan lebih inovatif. Not as fast, but sure, furious. Fiercely furious! (dan)

FF62

~ by danieldokter on May 24, 2013.

One Response to “FAST & FURIOUS 6 : NOT AS FAST, BUT FIERCELY FURIOUS”

  1. ternyata peran Joe Taslim gak sekedar numpang lewat yah, hebat banget si Joe!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: