JURASSIC PARK 3D : RELIVE THE MAGIC!

JURASSIC PARK 3D

Sutradara : Steven Spielberg

Produksi : Amblin Entertainment & Universal Pictures, 1993, 2013 (3D)

JP3D1

            Film bagus, even noted as a classics, banyak. But ones who defined cinematic revolution in its era, hanya sedikit yang bisa. ‘Jurassic Park’-nya Steven Spielberg, yang diangkat dari novel Michael Crichton (1990), jelas adalah salah satunya. Ada begitu banyak cerita menarik dibalik pembuatannya yang terentang cukup panjang termasuk usaha Spielberg memperoleh copyrights-nya yang sempat jatuh ke banyak nama-nama terkenal, masih dibicarakan sampai sekarang, and stands through the test of time. Melewati kelahiran berbagai teknologi baru sinema dan homevideo, bahkan berbagai bentuk lain termasuk theme park ride Universal Studios yang tak pernah lekang ditelan zaman. Now celebrating its 20th anniversary, sekaligus menyambut sekuel yang kabarnya bakal tayang di tahun depan, Spielberg memolesnya dengan teknologi 3D. Through over a year post-production rendering dari tim StereoD, ini akan jadi satu momen penting yang membuat kita semua menyadari apa gunanya sebuah re-release baik bagi generasi yang dulu sudah merasakan kedigdayaannya, serta buat mengenalkannya lagi dan lagi pada generasi baru. Welcome back toJurassic Park’.

JP3D10

            Menurunkan tim ilmuwan untuk menghidupkan kembali kehidupan zaman purba ke sebuah theme park di Isla Nublar, pulau tropis kawasan Costa Rica lewat teknologi cloning, multimilyuner John Hammond (Richard Attenborough) terpaksa mengundang ahli matematika Ian Malcolm (Jeff Goldblum) bersama duo paleontologis-paleobotanis Dr. Alan Grant (Sam Neill) dan Ellie Sattler (Laura Dern) atas permintaan pengacara Donald Gennaro (Martin Ferrero). Donald yang mewakili para investornya setelah seorang pekerja tewas terbunuh oleh velociraptor, dinosaurus ganas hasil cloning, memerlukan persetujuan pakar-pakar ini untuk memastikan keselamatan pengunjungnya nanti. Ditemani cucu Hammond, Lex (Ariana Richards) dan Tim Murphy (Joseph Mazello), mereka memulai tour ini. Namun semua tak berjalan sesuai rencana akibat ulah Dennis Nedry (Wayne Knight), programmer komputer Hammond yang membelot demi perusahaan saingan Hammond. As nature will find its way, persis seperti yang ditakutkan Ian, menyadari mereka terperangkap dan terpencar di tengah-tengah dinosaurus yang terbebas tanpa proteksi, Alan beserta timnya berikut Lex dan Tim harus berusaha menemukan jalan untuk bisa keluar hidup-hidup dari amukan T-Rex dan velociraptor yang siap memangsa mereka kapan saja.

JP3D5

            As an era-defined groundbreaking masterpiece dengan tagline sangat ambisius, ‘an adventure 65 million years in the making’, ‘Jurassic Park’ tak hanya berhasil dalam rekor perolehan box office yang akhirnya baru bisa ditumbangkan oleh ‘Titanic’ 5 tahun sesudahnya, memenangkan tiga kategori teknis visual effect, sound mixing dan sound editing dalam Academy Awards 1994, juga menjadi salah satu franchise terbesar sepanjang sejarah sinema. Kita memang sudah menyaksikannya puluhan bahkan ratusan kali di layar kaca, boleh merasa sekuel-sekuelnya gagal menyamai film ini bahkan sudah menikmati versi 3D-nya lewat teknologi blu ray, tapi jangan lupa, hal terpenting dalam eksplorasi paling maksimal buat merasakan keajaiban itu adalah lewat sebuah cinematic experience. Merasakan kembali bagaimana ‘Jurassic Park’ membuat takjub para penontonnya lewat efek visual besutan tim ILM bersama Stan Winston (animatronic dinosaurs), Phil Tippett (go/stop motion techniques) – yang akhirnya disempurnakan Mark Dippe dan Steve Williams dengan computer-generated, Michael Lantieri dan Dennis Muren untuk digital compositing-nya, yang membuat seorang George Lucas meneteskan air mata kala melihat hasilnya. Lebih dari semua film tentang dinosaurus yang pernah ada sebelumnya, dengan teknologi computer-generated yang masih tergolong serba terbatas saat itu, mereka sudah melampaui batas yang ada dalam pembuatan efek visual. Menciptakan sebuah sejarah dalam perkembangan teknologi film making.

JP3D11

            Dan sekarang, datang dengan polesan teknologi 3D dan IMAX 3D yang bukan dikonversi asal-asalan, Spielberg dan timnya sudah membawa cinematic experience itu ke level lebih lagi tanpa harus merombak, menambah atau mengurangi orisinalitasnya. Tampil jauh lebih baik ketimbang re-released 3D lain termasuk ‘Titanic’ atau sederetan animasi klasik Disney, kedalaman 3D-nya muncul dengan solid. Walaupun sulit untuk mengharapkan hasil konversi 3D yang benar-benar memunculkan adegan-adegan pentingnya menyeruak secara popped-up tepat ke depan mata penonton, namun mereka bisa memanfaatkan beberapa highlight scenes-nya dengan maksimal, lengkap dengan remastered sound effects yang benar-benar terasa makin keren. Keunggulan efek visual, kekuatan classic scoring dari John Williams, storytelling ala Spielberg dari skrip David Koepp yang selalu bisa memanfaatkan talent-talent yang meski bukan aktor A-list pada zamannya (incl. Bob Peck, pemeran Muldoon si penjaga jagoan dan Samuel L. Jackson yang belum siapa-siapa) tetap bisa bersinar dan well-blended ke karakter-karakternya, kental dalam eksplorasi science tanpa harus mengorbankan blockbuster feel-nya, semua berpadu dengan sebuah keajaiban. Capturing the original thrills even more, you’ll hold your breath and feel amazed once again.

JP3D7

            So, inilah selebrasi 20 tahun kedigdayaan mereka mendobrak teknologi dalam sejarah sinema. A groundbreaking masterpiece. Sebuah cinematic experience yang akan selalu penting untuk terus disaksikan dan diperkenalkan ke generasi baru yang belum pernah merasakan keajaiban itu. WhileTitanic’ mungkin akan terasa kelewat lebay bagi sebagian orang yang tak menyukai dramatisasi over atau ‘Star Wars’ yang punya universe kelewat lebar hingga selalu jadi segmented hanya ke fans-nya, ‘Jurassic Park’ adalah sebuah mahakarya yang jauh lebih universal. And never forget, re-release seperti ini akan selalu membawa banyak kenangan ke masa kecil banyak orang dengan beragam kisah di era perilisannya tahun 1993 dulu. Now feel it all over again, and for parents, go see it with your little loved ones. Trust me, someday they will thank you, with lots of stories to tell to their next generations. Reliving the magic, because only a classic works like one! (dan)

JP3D9

~ by danieldokter on May 31, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: