MAN OF STEEL : AN ATTEMPT TO ACCOMPLISH WONDERS

MAN OF STEEL

Sutradara : Zack Snyder

Produksi : Legendary Pictures, Syncopy, DC Entertainment, Warner Bros, 2013

MOS16

            Believe it or not, more than its DC comics’ source, bahkan lebih dari superhero manapun, ‘Superman’ adalah salah satu franchise film yang punya paling banyak cerita menarik dibaliknya. Dari konflik-konflik development, perebutan rights hingga curse myth dibalik cast and crew yang terlibat, dan tentu saja, kisah nyata Christopher Reeve sebagai real-life Superman hingga akhir hayatnya. Silahkan ulik semua behind the scenes videos, books and other news about it, dan Anda akan menemukan banyak hal luarbiasa di dalamnya. But in the history of movies, meski sebelumnya ‘Superman’ sudah pernah difilmkan, ‘Superman The Movie’ (1978) karya Richard Donner dari produser Alexander dan Ilya Salkind, is the real wonder. Tak hanya melakukan sesuatu yang groundbreaking dalam genre superhero dibalik nama-nama besar yang ada di belakangnya, versi 1978 itu adalah sebuah titik penting dalam revolusi sinema. Dihujani berbagai macam perdebatan yang mungkin tak akan habis sampai sekarang, status klasik-nya memang dalam banyak hal, sulit tertandingi. Nama Superman sendiri merupakan ikon paling lekat untuk menggambarkan sesosok superhero dalam cakupan dunia.

kinopoisk.ru

            Then again, time flies. Zaman berkembang, dan franchise-nya, dari komik hingga ke film, menjadi produk yang seakan sulit sekali bertahan hidup di tengah ups and downs-nya. Dua film pertama yang sebenarnya dibesut Donner secara simultan sebelum konflik antara dia dan produser mulai merebak berujung pemecatannya, diakhiri dengan dua sekuel yang sangat campy. Tenggelam bersama ambruknya trend film superhero sebelum bangkit lagi di akhir ‘90an. Tapi mereka masih mencoba. Jauh setelah kegagalan dan jatuh bangun komiknya yang sempat meng-almarhum-kan superhero legendaris ini, ‘Superman Returns’ dari Bryan Singer muncul di tahun 2006. Kebangkitan yang menjanjikan dengan masuknya Brandon Routh yang banyak punya kesamaan image dengan Reeve, tapi gagal menyaingi kharismanya bersama skrip dan style ‘sok asyik’-nya Singer yang kadang suka keterusan. Meski bukan jelek, franchise itu pun kembali tenggelam dibalik ketidakpastian kelanjutannya, hingga akhirnya menyusul kesuksesan trilogi saudaranya dari DC, trilogi ‘Batman’ versi Christopher Nolan, ‘Man Of Steel’ kembali meneruskan legacy itu dari tangan orang-orang yang sama, namun dengan Zack Snyder di kursi penyutradaraannya.

MOS13MOS15

            Pro dan kontra pun muncul. Saat begitu banyak penonton menginginkan dark tone yang sama dengan ‘Batman’-nya Nolan menyeimbangi kemarahan fans yang tetap mengharapkan superhero franchise yang fun dan serba terang, sementara saingan terbesar mereka, Marvel, tetap melaju kencang dengan kekuatan konsep berlawanan,  DC dan Warner memilih jalan terus walau sebenarnya sudah jauh tertinggal dalam banyak hal, termasuk harus menghadapi tuntutan Jerry Siegel dan Joe Shuster sebagai kreatornya. Apalagi, beberapa elemen iconic dari sosoknya ikut mengalami perombakan. That red panties, S-haircurl, sayap tanpa logo S yang juga mendapat definisi berbeda dengan yang selama ini diketahui banyak orang sampai ke main theme klasik ‘Superman March’ dari John Williams. No more Jimmy Olsen, dan Perry White, kini berganti warna kulit. But no matter how dark and some elements has changed, konsep biru-merah-kuning ‘Superman‘ sebagai simbol Earth’s blue sky – Krypton’s red sun – Earth’s yellow sun, tak mereka obrak-abrik. Tak mengapa.

MOS18

        Teaser awal yang muncul bak film-film Terrence Malick yang puitis itu pun mengecewakan banyak orang meski pemilihan Henry Cavill punya gaung cukup positif bersama nama besar lain dalam cast-nya dari Russell Crowe, Kevin Costner, Diane Lane, Amy Adams, Laurence Fishburne dan Michael Shannon. It was not until a longer version of a teaser yang digelar di Comic Con tahun lalu menunjukkan sentuhan Snyder dalam adegan-adegan action gigantis dalam wujudnya sebagai summer blockbuster tahun ini. The bar is raised, dan gempuran-gempuran trailer berikutnya muncul begitu menjanjikan, termasuk scoring baru Hans Zimmer yang juga terdengar cukup epik mengantarkan adegan-adegan seru beserta quote-quote keren itu. Then we knew, mereka kelihatan tak main-main dengan reboot ini. This is an attempt to accomplish wonders.

MOS8

            Tak seperti ‘Superman Returns’ yang memilih kelanjutan timelineSuperman II’, ‘Man Of Steel’ membawa kita kembali ke origin Superman dengan eksplorasi yang sedikit berbeda. Di tengah ramalan kehancuran planet Krypton, Jor-El (Russell Crowe) dan istrinya, Lara (Ayelet Zurer) berniat menyelamatkan bayi mereka yang baru lahir sebagai bayi natural pertama setelah berabad-abad, Kal-El, ke bumi, dimana Kal-El akan mendapat kekuatan lebih di bawah mataharinya. Di saat yang sama, General Zod (Michael Shannon) mengobarkan kudeta dan mengajak Jor-El ikut serta. Jor-El yang menolak membuat Zod mengamuk dan mencoba menggagalkan penyelamatan ini. Kudeta itu berhasil digagalkan dengan Zod dan pasukannya dihukum terisolasi ke Phantom Zone, namun kehancuran Krypton tak bisa dihindari. Pesawat angkasa yang membawa Kal-El mendarat di Smallville, Kansas, and you knew the rest.

MOS2

         Kal-El dibesarkan oleh Jonathan dan Martha Kent (Kevin Costner & Diane Lane) menjadi seorang pemuda bernama Clark Kent (Henry Cavill). Bertahun-tahun, Clark mencoba menerima keadaannya sebagai makhluk terasing diantara manusia-manusia bumi, dengan pesan Jonathan yang selalu diingatnya untuk tak menunjukkan kekuatan itu walau apapun resikonya. Hingga sebuah kecelakaan di rig tempatnya bekerja membuat Clark mengambil tindakan, dirinya menjadi sorotan investigasi wartawati Daily Planet Lois Lane (Amy Adams) yang mengawal sekelompok ilmuwan meneliti sinyal misterius dari bongkahan es terpendam selama hampir 20 ribu tahun. Penemuan itu sekaligus membuat Zod dan pasukannya, termasuk Faora (Antje Traue) yang sudah lama terkatung-katung mencari keberadaan Kal-El atas dendam mereka setelah terbebas dari Phantom Zone, untuk menyerang bumi. Menemukan sebuah codex yang dulu dikirim Jor-El bersama Kal-El untuk membangun koloni baru bagi para Kryptonian. Mau tak mau, di tengah petunjuk-petunjuk berbeda dalam pencarian asal-usulnya, Clark harus memutuskan dimana ia akan berpijak dengan eksistensi super-nya. Menyerah pada Zod, atau menyelamatkan bumi dengan manusia-manusianya.

MOS17

             Hal terbaik dalam re-telling adaptasi dari skrip David S. Goyer berdasar ide Christopher Nolan ini adalah sebuah kekuatan eksplorasi dalam penerjemahan-penerjemahan barunya. Berbeda dari versi-versi film layar lebar sebelumnya, mereka memilih sebuah origin reboot yang dibangun dari sudut pandang Kal-El sebagai a Kryptonian on Earth. Bukan Clark Kent ataupun Superman. Nolan yang agaknya sudah belajar banyak tentang superhero universe tak lagi mencoba menampilkan realita semu yang membawanya terpeleset jauh mengkhianati real fans Batman dalam ‘The Dark Knight’, pun menghindari ‘Batman Begins’ yang juga berstatus reboot ke eksplorasi konflik batin lebih mirip ke reboot James Bond baru dalam reka ulang asal-usul dan pencarian identitas menyambung karakter klasiknya. Humanis, tanpa mencoba merealisasi template fantasinya kecuali memberinya sedikit sentuhan sci-fi secara lebih solid untuk kelihatan logis dengan tampilan spacecraft, Fortress Of Solitude baru atau elemen-elemen lain yang sangat detil.

MOS14

            Bersama usaha itu, mereka juga tampak mulai menyusun puzzle untuk pengembangan Justice League of America dari ketidakcermatan DC meng-assemble superhero-nya sebesar konsep ‘The Avengers’-nya Marvel dengan alegori mitologi kedewaan yang paling dekat dengan Thor. You’ll get a glimpse of fusions termasuk hint ke arch-enemy Superman yang belum ditampilkan disini, berikut karakter superhero lain dalam Superman’s universe yang tak kalah penting, yang sudah lama diramalkan bakal dibawa ke sekuel-sekuelnya nanti, that’s if you take a closer look atau membaca komik prekuelnya. Tak ada juga series komik khusus yang dijadikan dasarnya kecuali sedikit similaritas dengan ‘Superman : Birthright’ sebagai canonical origin story yang membawa kontinuitas berbeda ke komik-komik selanjutnya, dan sedikit tribute ke pro-kontra versi 1978 terhadap God’s allegory-nya. Disitu, Nolan dan Goyer jadi leluasa me-reka ulang origin Superman dengan back and forth storytelling, memuat banyak quote-quote dialog yang seakan belum pernah kita dapatkan di skrip-skrip Goyer sebelumnya, tanpa mengkhianati karakter Superman bagi fans sejatinya. Exploring a hero tested his limits and learn to make sacrifices. A little twist di penghujungnya juga cukup asyik meskipun gimmick 3D post conversion-nya kurang berarti.

MOS1

           However, pilihan yang jatuh ke Zack Snyder, entah mungkin dengan alasan untuk membuat adaptasi DC menjelang ‘Justice Leagueassemble ini bisa terasa punya gegap-gempita ala Marvel di tengah eksplorasi seriusnya, jadi terasa agak jomplang dengan style Nolan-Goyer. Di satu sisi, adegan-adegan action dan supermassive fights between Kryptonians penuh CGI effects yang luarbiasa seru itu memang menaikkan standar baru untuk genre-nya, sekaligus jadi satu yang ditunggu-tunggu banyak penonton selepas first act ala sci-fi yang lebih serius. Sinematografi Amir Mokri yang bekerja dengan baik di dua elemen bertolak-belakang itu juga sama, luarbiasa bagusnya. Namun di sisi lain, kombinasi ini tetap sedikit terasa tak menyatu dalam blend yang sempurna, selain juga saling mengkanibalisasi pace filmnya sendiri.

MOS7

             Henry Cavill, jelas bermain cukup baik sebagai Superman for this generation, dibalik trend masa kini yang tak lagi bisa akrab dengan paras-paras bak porselen seperti Christopher Reeve dan Brandon Routh. Meski agak lemah di chemistry dengan Adams berikut scene-scene interaksi Superman ke manusia-manusia bumi, one that Reeve was so good at with his charismatic smile, aktingnya memainkan emosi meledak-ledak dalam eksplorasi baru karakter Superman bisa dibilang sangat meyakinkan. Amy Adams pun tampil sebagai Lois Lane yang tangguh dan smart tanpa harus menyembunyikan kecantikannya, tak terlalu comically annoying seperti Margot Kidder ataupun sekalem Kate Bosworth di ‘Superman Returns’. Russell Crowe sebagai Jor-El dalam balutan mitologi lebih kental juga berfungsi penuh menaikkan excitement-nya. Hanya sayang, jangankan dibandingkan dengan Terence Stamp di ‘Superman II’, Michael Shannon sebagai General Zod tak pernah sekalipun tampak se-mengerikan karakternya. Ia sudah terlihat berusaha setengah mati dengan kepiawaian aktingnya, memang, tapi postur kurus, potongan rambut dan suaranya yang sama sekali tanpa wibawa itu terkadang jadi cukup mengganggu. In villain roles, Shannon benar-benar tenggelam oleh Antje Traue sebagai Faora yang sangat mencuri perhatian. But above all, penampilan paling luarbiasa dalam ‘Man Of Steel’ menjadi milik Kevin Costner dan Diane Lane sebagai Jonathan dan Martha Kent. Bagian-bagian interaksi Clark dengan orangtua bumi-nya ini benar-benar muncul begitu kuat di tengah dua adegan dramatis terbaik yang bahkan melebihi pameran hi-tech boom-bang ala Snyder.

MOS4

             One last thing, adalah scoring Hans Zimmer. Tak ada yang bakal menyangkal bahwa kiprah Zimmer melepaskan image scoring klasik John Williams dalam ‘Man Of Steel’ ini berhasil memberi emosi dengan orkestrasi modern yang megah dan juga perfectly blended ke nuansa mitologi-nya. But however, untuk bisa lepas berdiri sendiri, scoring itu tetap tak bisa terasa sama klasiknya seperti score John Williams. Pilihan untuk benar-benar meninggalkan semua instalmen-nya yang lama memang tak ada salahnya, tapi ‘Superman March’ yang kadung begitu melekat ke image film-filmnya, di satu sisi juga sangat susah buat dilepaskan. Coba bayangkan kalau saja classic theme itu muncul menutup filmnya di guliran end credits. Mungkin apapun kekurangan lain dalam ‘Man Of Steel’ bisa terlupakan dalam sekejap. Though forget it, mereka memang sudah menggagas sesuatu yang benar-benar baru, dan itu sekali lagi, jelas tak salah.

MOS3

           So, did they accomplish those wonders just like Donner’s 1978 version? Despite what many critics said dari persentase-persentase rating di situs tomat busuk yang diributkan banyak orang itu, that includes some haters, terus terang, sulit untuk tak mengakui kehebatan ‘Man Of Steel’. Mixed feelings bersama ‘tapi ini dan tapi itu’ tadi justru jadi satu hal paling menarik untuk menunjukkan kekuatan ‘Man Of Steel’ meninggalkan ambiguitas sangat dalam dari eksplorasi baru genre superhero yang bakal lama diperdebatkan orang jauh setelah filmnya selesai. Dan itu artinya hebat. Paling tidak, Nolan, Goyer dan Snyder sudah berhasil menelurkan instalmen baru sang manusia baja yang bisa membuat kita kembali yakin bahwa franchise-nya belum akan mati sampai disini. In many different ways,  I’d say yes. BothMan Of Steeland 1978’sSuperman The Moviehad accomplished their wonders. Bedanya hanya satu. Mungkin kita harus bersedia meminta maaf pada penonton anak-anak, bahwa orang-orang dewasa sekarang memang suka mencuri satu hal yang dulu menemani orangtua mereka tumbuh besar bersama superhero-superhero kesayangannya. Ain’t that a crime? (dan)

MOS19

~ by danieldokter on June 14, 2013.

2 Responses to “MAN OF STEEL : AN ATTEMPT TO ACCOMPLISH WONDERS”

  1. Suka dengan ulasan Pak dokter🙂 Rating di tomat busuk, munculnya haters yang belum memahami siapa Superman dan kepuasan para fans sejati Superman (atau salah satunya saya yang tergila-gila dengan JLA) membuat film ini semakin banyak dibicarakan.

  2. hehhe.. asli puas banget… tapi itu kalo kita yang nonton cowok,
    tapi kalo nanya ama cewek, mereka rata2 kecewa berat, karena dibilangnya superman yang ini nggak keren,karena: kurang ganteng, cemen, cengeng..terlalu banyak berantemnya ,terus musuhnya dibunuh.. hahaha

    Apalagi nih… kalo nonton bareng orang2 umuran 40-50 tahun, wahhh pada protessssss semua.. intinya SUperman mereka itu nggak kayak gitu, harus ada tanda S nya di jidatnya, hahah
    http://klikharry.com/2014/01/05/review-film-man-of-steel/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: