WORLD WAR Z : A BIT MORE SERIOUS SUMMER BANGS

WORLD WAR Z

Sutradara : Marc Forster

Produksi : Skydance Productions, GK Films, Plan B Entertainment, Paramount Pictures, 2013

WWZ11

            Sekilas, ‘World War Z’ yang merupakan adaptasi novel horor apokaliptik karya Max Brooks, memang terlihat hanya mengundang antusiasme bagi para zombie fans. Or else, Brad Pitts. Tapi mungkin tak banyak yang tahu proses panjang yang sudah ditempuh Brad Pitt dengan Plan B Entertainment-nya sejak merebut rights dari Appian Way-nya Leonardo DiCaprio di tahun 2007. Dari penundaan rilis, Damon Lindelof yang masuk untuk menyempurnakan skrip Matthew Michael Carnahan (‘Lions For Lambs’ dan ‘State Of Play’) sebelum akhirnya diganti lagi dengan Drew Goddard hingga proses reshoots yang memakan bujet produksi hampir dua kali lipat. Itu juga mungkin yang kabarnya membuat ‘World War Z’ jadi kehilangan fokus sampai banyak dinilai melenceng dari source-nya sebagai hanya sekedar loose adaptation saja. And no wonder. Novel Max Brooks itu memang bukan sekedar kisah dunia dilanda global zombie raids or outbreaks. Ada banyak aspek lain yang membuatnya jadi remarkable, dari reliji, medis, geological issues and mostly di muatan politisnya.

WWZ1

            Mantan investigator ahli PBB/UN Gerry Lane (Brad Pitt) yang tengah berada di tengah-tengah kemacetan Philadelphia bersama Karin (Mireille Enos), istri dan anak-anaknya, seketika mendapati diri mereka berada di tengah chaos akibat wabah zombie yang menyebar pesat. Membawa keluarganya berlindung menunggu jemputan heli US Navy atas prakarsa Thierry (Fana Mokoena), koleganya, Gerry lantas dibawa ke New York dimana perdebatan antara sekelompok analis dan militer untuk menaggulangi wabah ini tengah terjadi. Atas keahliannya, ia lantas diminta untuk menempuh tugas berat demi menemukan sumber wabah di sebuah basis militer, Camp Humphreys di Korea Selatan. Berdasarkan keterangan seorang mantan CIA terpidana, Gunter Haffner (David Morse) tentang informasi lebih yang diketahui intel-intel Mossad, Gerry melanjutkan investigasinya ke Jerusalem bersama serdadu wanita Israel, Segen (Daniella Kertesz) sambil bertahan dari serangan para zombie. Namun sebuah kecelakaan membuat mereka terdampar fasilitas riset WHO di Cardiff. Meyakinkan para dokter dengan hasil investigasinya sambil mempertaruhkan nyawa, sementara keluarganya diungsikan ke safe zone di Nova Scotia tanpa jaminan keselamatan.

WWZ4

            Skrip yang dikerjakan secara marathon oleh Carnahan, Lindelof dan Goddard atas ide Carnahan dan J.Michael Straczynski (‘Babylon 5’) itu memang jelas terlihat punya keinginan untuk membawa semua aspek-aspek yang ada dalam source asli novelnya. Namun fokus yang berubah-ubah bersama bujet yang ikut melebar, diantara menghasilkan film serius dengan sasaran award contender bersama sajian summer blockbuster yang seru membuat kombinasi akhirnya, unavoidably, jadi sedikit berantakan. Di tangan Marc Forster, ‘World War Z’ masih menyisakan unsur politik yang terasa cukup kuat walaupun cenderung dilibas sci-fi medical thriller yang terasa sangat kuat di third act-nya, which pictured a very serious attempt dari pendekatan zombie movies yang beda dari biasanya, namun yang paling parah, ia jadi terlihat jomplang dengan penokohan karakter utama dengan overheroism kelewat menonjol sebagai investigator PBB tanpa latar militer jelas berikut penekanan dramatisasinya sebagai seorang family man.

WWZ6

            Bukan Brad Pitt bermain jelek, namun bangunan karakternya memang sudah serba tak konsisten, dan Mireille Enos yang kelihatan sedikit terlalu tua bahkan ketika disandingkan dengan jenggot Pitt yang memutih pun tak mampu memberikan chemistry yang kuat untuk menekankan perjuangan seorang ayah dalam plot-nya. Untung nama-nama deretan pendukungnya yang cukup dikenal, walaupun sebagian bukan terlalu penting, dari Matthew Fox, James Badge Dale (yang baru saja kita saksikan sebagai algojo tangguh dalam ‘Iron Man 3’), David Morse, David Andrews dan aktor Jerman Moritz Bleibtreu, bisa memberi daya tarik lebih. Daniella Kertesz sebagai Segen juga bisa mencuri perhatian lewat karakternya.

WWZ8

           Tapi jangan tanya faktor excitement dibalik wujudnya sebagai sebuah summer blockbuster unggulan tahun ini. Meski trailer-nya nyaris sudah membuka semua highlight scenes dari pendekatan zombie movies yang tergolong lumayan ajaib sekaligus unik dibalik efek-efek CGI luarbiasa, suspense dan excitement itu tak pernah sekalipun gagal menghajar penontonnya. Dengan racikan yang berbeda pula sekali ini, tanpa gory-ness yang biasa jadi template wajib di genre-genre sejenis. Pace setelah satu adegan jagoan di third act-nya juga sedikit jadi menurun, tapi konklusi yang membuka peluangnya jadi franchise dengan satu atau lebih sekuel juga tak bisa dibilang jelek. Dan masih ada juga scoring keren dari Marco Beltrami dan Muse yang ikut mengisi beberapa score instrumental dalam ambisi Pitt menghasilkan main theme ala ‘Tubular Bells’-nya Mike Oldfield dalam ‘The Exorcist’.

WWZ9

           So yes, ‘World War Z’ memang bukan tak punya kekurangan, malah lumayan krusial dalam paket keseluruhannya. Kombinasi di tengah sebagian usaha membangun keseriusan lebih dengan boom-bang zombie raid ala summer blockbuster itu boleh jadi terlihat jomplang dan mungkin mengecewakan orang-orang yang menganggap novelnya begitu spesial membenturkan apocalyptic zombie war dengan banyak aspek tadi. Tapi zombie raid excitement yang di-set dengan gebrakan aksi dan efek yang serba baru, percayalah, belum pernah Anda temukan di film-film lainnya. This is a bit serious summer bangs, and just enjoy the ride! (dan)

WWZ10

~ by danieldokter on June 23, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: