JOKOWI : JUST ANOTHER MORAL STORY

JOKOWI

Sutradara : Azhar Kinoi Lubis

Produksi : K2K Pictures, 2013

JOKOWI10 JOKOWI11

            Let me ask you. Apa sih gunanya sebuah biopik itu dibuat? Jawabannya pasti beda-beda. Tapi jelas, bukan hanya sekedar pengenalan sosok. Apalagi, sebagian besar, meski tak semua biopik, mengangkat sosok yang sudah dikenal luas. Protagonis atau antagonis, mengangkat sisi yang belum pernah diketahui orang atau tidak, itu urusan belakangan. Tapi rata-rata orang akan memandangnya dengan nilai lebih, memang, secara gagasan itu menyangkut detil-detil penggarapan yang sering lebih dari genre lain.

JOKOWI3

            ‘Jokowi’ sekaligus (katanya) menandakan banting stir-nya salah satu PH yang, maaf, paling memalukan perfilman kita selama ini, K2K Production, ke usaha yang lebih serius dengan tak lagi menggarap film-film horor berbau seks atau berjudul sangat picisan lainnya. Usaha buat berubah, tentu harus dihargai, walaupun frontman PH itu, sineas KK Dheeraj, masih menyisakan beberapa sensasi-sensasi nyeleneh-nya dalam urusan peredaran film. Sempat diributkan tanpa izin Jokowi berikut bantahan-bantahan, sampai isu-isu pelanggaran hak cipta source novel dari beberapa penulis, salah satunya Gatotkoco Suroso, penulis novel ‘Jokowi Si Tukang Kayu’, yang merasa skrip akhir Joko Nugroho bersama Azhar Kinoi Lubis diilhami dari novelnya yang sama-sama menyorot kehidupan biasa Jokowi ketimbang karir politiknya. Atau juga mengambil momen rilis tepat pada ulang tahun Jokowi. Tapi sudahlah. Kita toh tak akan pernah tahu kenyataannya seperti apa.

JOKOWI7

            Yang jelas, usaha mereka membuat film lebih serius dengan bujet (katanya lagi) sampai 15 M memang terlihat dari trailer-nya. Nanti dulu soal kekurangan-kekurangan yang ada, tapi bahwa orang-orang yang ada dibalik pembuatannya bukan sembarangan seperti film-film K2K yang lain, itu sudah sedikit menjawab keraguan yang ada. T. Rifnu Wikana sebagai Jokowi, lantas ada Prisia Nasution dan beberapa aktor teater yang serius dan biasa berseliweran di film-film berkualitas termasuk karya-karya Garin Nugroho. Sutradara Azhar Kinoi Lubis sendiri juga punya kredibilitas cukup bagus dalam karirnya sebagai asisten sutradara, terakhir lewat ‘Laura & Marsha’, berikut satu segmen dalam ‘Belkibolang’. Dan masih ada beberapa nama lain yang cukup senior seperti editor Wawan I. Wibowo. So, how’s the result?

JOKOWI6

            ‘Jokowi’ membawa kita ke awal kisah kelahirannya. Dari keluarga kecil seorang tukang kayu yang hidup di pinggiran sungai dan terpaksa berpindah-pindah karena kesulitan finansial. Tapi walau hidup miskin, Joko Widodo (later played by T. Rifnu Wikana), nama biasa yang diberikan ke anak itu, tak pernah mau berhenti untuk belajar. Meneruskan pendidikannya lebih tinggi, menikahi Iriana (Prisia Nasution), sekaligus menyambung usaha ayahnya sampai akhirnya populer dengan sebutan Jokowi yang diberikan oleh seorang customer-nya dari Perancis, Jokowi terus berjuang untuk hidup lebih baik bagi dirinya dan banyak orang-orang di sekitarnya.

JOKOWI4

            Oke. Jokowi adalah sebuah fenomena, dan bagi sebagian orang jadi harapan buat bangsa yang masih terus diwarnai carut-marut ini, mau dibilang berlebihan, itu juga kenyataan. Even felt too early to be made into a biopic or called a living legend, seperti yang diakui Jokowi sendiri, tentu tak ada salahnya buat mengenal lebih dekat sejarah hidupnya lewat film. Ada benarnya. Apalagi, secara artistik dan production values lainnya, mau masih dibantai oleh sebagian orang yang memperhatikan detil-detil set-nya lebih jauh, usaha lebih untuk itu cukup terlihat. Tak sempurna memang, terutama di departemen tata rias yang gagal menampilkan detil sejalan dengan perjalanan timeline plot-nya. But overall, tak sampai terlalu mengganggu dan masih terbantu oleh sinematografi yang cukup baik dari Muhammad Firdaus.

JOKOWI1

            Teuku Rifnu Wikana mungkin tak pernah jadi sebaik Reza Rahadian di ‘Habibie & Ainun’ dalam meniru gestur tokoh yang diperankannya. Sama seperti Reza dengan Habibie, wajah hingga postur Rifnu mungkin punya similaritas cukup jauh dari Jokowi, tapi keseriusan Rifnu dalam menirukan suara hingga intonasi Jokowi, itu cukup luarbiasa. Salahnya hanya satu, tata riasnya tak mendukung pergerakan usia dari tampilan Rifnu dan yang paling parah adalah that ridiculous wig yang malah membuat penonton menertawainya. Prisia Nasution berikut tiga sosok penting yang jadi panutan Jokowi, ayah (Susilo Badar), ibu (Ayu Dyah Pasha) dan kakeknya (Landung Simatupang), juga tampil dengan akting kuat. Masih ada pendukung lain seperti Rukman Rosadi, Ratna Riantiarno dan Annisa Hertami yang cukup baik lewat penampilan singkat mereka, berikut tiga pemeran Jokowi kecil.

JOKOWI5

            Kekurangan paling besar dari ‘Jokowi’ justru terletak di skripnya. Selain gagal memanusiakan sosok Jokowi yang kerap dibangun se-mulia malaikat sejak usia dini bersama orang-orang dekatnya tanpa sedikitpun punya cacat, dialog-dialog yang cenderung berisi penanaman moral kelewat preachy pun tak habis-habisnya membombardir telinga penontonnya mengiringi penceritaan itu. Okelah, mungkin seperti kata KK Dheeraj, mereka tak ingin menampilkan sisi politik dalam biopik ini. Beberapa penekanan dayatarik sosoknya seperti kesukaan Jokowi terhadap musik rock juga hadir dengan detil pengadeganan yang asyik, tapi terlalu berlama-lama mengulur waktu di usia muda Jokowi dengan durasi sepanjang 117 menit tanpa menyinggung sedikitpun soal karir politiknya yang lantas dengan terburu-buru meloncat ke sebuah scene siaran televisi pengangkatannya sebagai Gubernur DKI juga jadi terasa sangat tak seimbang selain merusak feel yang seharusnya bisa tampil lebih baik mengantarkan ending-nya. Apalagi disini, scoring dari Tri Purnomo Yovial Virgi (‘Kita Vs. Korupsi’) secara tak segan-segan mencomot (lagi-lagi) scoring ‘Taegukgi’ dengan sangat obvious, walaupun dimainkan ulang dengan hanya membedakan beberapa notasinya.

JOKOWI2

            So let me ask you again. Untuk apa sebuah biopik dibuat? Meski niat KK Dheeraj dengan K2K Production-nya mungkin masih memerlukan satu-dua film lagi untuk benar-benar layak dihargai lebih, paling tidak ‘Jokowi’ memang sudah memulainya lewat beberapa sisi yang secara kontras berbeda dengan produksi mereka biasanya. But then again, kalaulah alasannya hanya buat sekedar memberikan pesan moral secara preachy, itu juga tak akan jadi biopik yang betul-betul baik. Skrip itu sayangnya tak memberikan landasan lebih dibalik usaha-usaha yang ada dalam penggarapan keseluruhannya. Quite well made and well acted, but ended up more like another moral story instead a great biopic. Apa boleh buat. (dan)

~ by danieldokter on June 25, 2013.

3 Responses to “JOKOWI : JUST ANOTHER MORAL STORY”

  1. As usual, another honest and nice review by Bang Daniel🙂 Ekspektasi saya thd film ini memang sgt rendah, krn KK Dheeraj factor, saya nontonnya pun hanya kebetulan krn pas saya mau ngabisin waktu saja. Tidak dinyana, benarkah KK Dheeraj telah bertobat? heheheh… Jokowi tentu saja bukan film yg hebat, tapi bagi seorang KK, ini adalah giant leap😀 Tidak tahu seberapa akuratnya masa lalu Jokowi difilmkan, tapi surprisingly dgn plot yg masih bau2 sinetron (apes kok bertubi2😀 ) dgn dialog yg juga seadanya, spt yg abang bilang too preachy… tapi T Rifnu Wikana dan Susilo Badar benar2 tetap total… saya saja sempat mewek juga, walau itu mungkin lbh krn personal matter … Malah say abilang Bapak Jokowi peranannya di sini cukup gede dibanding Iriana.. walau promosinya seolah2 maudibikin spt Jokowi & iriana ….anyway, yg paling saya salut adalah Rifnu Wikana yg entah bagaimana… scr fisik jadi bener2 mirip Jokowi. He’s just great. Dan memang sih, entah krn duit sdh abis atau apa, setelah adegan si bapak wafat, tiba2 plot meloncat dan abis… hmmm… drpd main putus gitu, kenapa ga dibikin teks saja… mis nunjukin bhw Jokowi terus berkembang usahanya krn mngikuti petuah bapaknya, tahun sekian masuk ke politik jadi walikota… dan tahun 2012 menjadi gubernur… 3-4 screen cukup… ah, anyway, moga2 KK bener2 tobat biar tidak dimaki2 terus 🙂

  2. […] File Name : Jokowi : just another moral story | dan at the movies Source : danieldokter.wordpress.com Download : Jokowi : just another moral story | dan at the movies […]

  3. […] File Name : Jokowi : just another moral story | dan at the movies Source : danieldokter.wordpress.com Download : Jokowi : just another moral story | dan at the movies […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: