TURBO : NO DREAM IS TOO BIG, BUT…

TURBO

Sutradara : David Soren

Produksi : Dreamworks Animation, 20th Century Fox, 2013

Turbo16

            There’s an old saying, no dream is too big. Seperti itulah David Soren menggagas idenya tentang ‘Turbo’. Known as an animator in DreamWorks setelah kiprahnya sebagai story artist di film-film animasi seperti ‘Shrek’, ‘Shark Tale’ dan ‘Over The Hedge’, Soren yang kemudian dipercaya membesut dua TV specialsMadagascar’ melihat garden snails ; escargots atau siput babi (yes, that’s the Indonesian term dari jenis siput atau keong ini) sebagai simbol underdog yang diproyeksikannya ke sebuah tema balapan mobil. Seperti kombinasi ‘Cars’ dan ‘Fast And Furious’, but with super-snail in the middle, lengkap dengan background ala plot film-film superhero. Not bitten by any creatures or injected powers, tapi kontaminasi NOS (Nitrous Oxide Systems) Supercharger. LOL.

Turbo14

            Ide Soren memikat eksekutif DreamWorks yang kemudian memberinya lampu hijau bukan saja buat pengembangan film untuk dilepas di tengah-tengah summer blockbuster tahun ini, bersaing dengan ‘Despicable Me 2’ dan ‘Monsters University’, bahkan jadi sebuah franchise, meskipun hingga saat ini tak ada pembicaraan tentang sekuel layar lebar melainkan TV series NetflixTurbo: F.A.S.T (Fast Action Stunt Team)’. Dan seperti biasa, DreamWorks selalu memberikan keleluasaan filmmaker mereka untuk menggaet nama-nama terkenal sebagai pengisi suaranya. Ada Ryan Reynolds, Paul Giamatti, Michelle Rodriguez, Samuel L. Jackson hingga rapper Snoop Dogg yang ikut menyumbangkan theme song-nya, ‘Let The Bass Go’.

Turbo2

            Di tengah pergerakan spesiesnya yang serba lamban, Theo (Ryan Reynolds), garden snail yang terobsesi jadi pembalap terkenal seperti idolanya Guy Gagne (Bill Hader), pemegang rekor 5 kali kejuaraan Indianapolis 500, sejak awal dianggap sebagai keanehan oleh habitatnya, termasuk kakaknya Chet (Paul Giamatti). Tekanan ini membuat Theo memberanikan diri bertualang keluar dan malah tak sengaja mendapat kekuatan super sejak terseret ke sebuah mesin turbo mobil balap jalanan. Not only as fast, tapi semua elemennya termasuk lampu dan musicplayer otomatis. LOL. Kekacauan berlanjut hingga Theo dan Chet ditawan oleh Tito (Michael Peña), adik pemilik driving Taco resto ‘Dos Bros’, Angelo (Luis Guzmán), yang ternyata memiliki snails race track dengan siput-siput pembalap lain dikepalai oleh Whiplash (Samuel L. Jackson). Menyadari kekuatan super Theo, now really known as Turbo, Tito melangkah lebih jauh melawan semua ketidakmungkinan untuk membawanya menembus sirkuit Indianapolis 500 sebagai kompetitor. Kalau perlu, jadi sensasi dunia dan berhadapan dengan Gagne yang ternyata melecehkan ‘Turbo’. And the race begins!

Turbo12

            See? How absurd was that idea? Balapan siput superhero berukuran mini dengan mobil-mobil balap di tengah sirkuit. Ah ya, mau se-kontroversi apapun melanggar aturan-aturan yang berlaku dalam balapan resmi dunia nyata, let’s realize, bahwa ‘Turbo’ senyata-nyatanya adalah sebuah film animasi yang diperuntukkan bagi penonton segala usia. Begitupun, DreamWorks bukan lantas asal jadi menggagas semuanya. Dibantu oleh Hulman & Company, perusahaan induk Indianapolis Motor Speedway dan Indy Racing League, bahkan menggamit Dario Franchitti, juara asli balapannya untuk jadi konsultan teknis, mereka bersama Soren merancang autentisitas tak main-main terhadap gagasan gila dibalik pesan-pesan, terserah mau menyebutnya moral atau apalah, tentang perjuangan mencapai mimpi tanpa peduli setinggi apapun tantangannya. As they said, no dream is too big, but…

Turbo4

            Yes, in terms of plot, apa yang dilakukan Soren dengan ‘Turbo’ memang kenyataannya sedikit absurd, kalau tak mau dibilang sinting. Meski memang Soren bersama Robert Siegel dan Darren Lemke yang menulis skripnya sudah terlihat berusaha sekali melengkapi logika fantasi mereka dengan pattern-pattern plot superhero plus sedikit machine sci-fi explanation yang kental. Again, not being bitten by any creatures nor given by any aliens, ‘Turbo’ mendapat kekuatannya lewat Nitrous Oxide dari sistem NOS yang lantas berfusi dengan DNA-nya. LOL. Semua jelas tak masalah bagi para pemirsa belia, tapi buat orang dewasa yang menemani mereka, mau penjelasan itu dipaparkan dengan style superhero movies untuk terlihat masuk akal, trust me, part garden snail balapan di tengah sirkuit manusia itu akan tetap sulit diterima oleh mereka.

Turbo11

            But then again, memang sulit untuk tak terpesona dengan penggarapan selebihnya. Just like any DreamWorksanimations yang tak pernah mencoba ber-pretensius ria membangun atmosfernya, kita tetap mendapat suguhan teknologi visual animasi 3D yang ceria, very entertaining dan cukup fantastis dibalik kerja sinematografer Chris Stover yang disupervisi Wally Pfister, DoP partner Christopher Nolan di film-filmnya. And let’s admit, akan tetap menyenangkan untuk mengenali voiceover bintang-bintang terkenal yang bertabur mengisi suara para karakter dalam sebuah animasi termasuk beberapa karakter latin dengan dialek kentalnya. Selain Ryan Reynolds, Samuel L. Jackson, Paul Giamatti dan duet keren Michael PeñaLuiz Guzmán serta seabrek yang sudah disebut tadi, masih ada Maya Rudolph, Richard Jenkins dan Ken Jeong yang rata-rata sangat mudah dikenali.

Turbo15

            Scoring dari Henry Jackman berikut lagu-lagu hiphop over generations hingga rock klasik dalam soundtrack-nya, dari Run DMC, House Of Pain ke Pharell Williams dan Pitbull hingga ‘Eye Of The Tiger’-nya Survivor dalam versi Sher Gunn Remix juga turut menambah feel entertaining dalam ‘Turbo’ dalam mengiringi klimaks balapan seru yang juga dipenuhi fun comedy itu. Tapi tak ada yang lebih baik dari ending scene-nya. One that already raised the bar to another snail race with more hi-tech, yang sayangnya mungkin hanya akan berlanjut ke serial TV, bukan lagi layar lebar.

Turbo9

            So they said, no dream is too big. Mungkin ada benarnya. Tapi kenyataan bahwa ‘Turbo’ dalam balutan keseluruhannya juga punya batu sandungan di gagasan terlalu absurd tadi, no matter how fun another part was, juga tanpa bisa dipungkiri tak akan bisa membuatnya punya resepsi kelewat universal melebihi franchise animasi jagoan DreamWorks lainnya. To some, ini akan sangat berhasil menghibur. Tapi buat sebagian yang lain, ‘Turbo’ bisa jadi akan mengecewakan. Apa boleh buat. No dream is too big, but in movies, sometimes, ideas have their limitations.  (dan)

Turbo5

~ by danieldokter on July 22, 2013.

One Response to “TURBO : NO DREAM IS TOO BIG, BUT…”

  1. hadir sob, jangan lupa kunjungan balik ke blog ku ya, makasih a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: