THE CONJURING : SCREAM YOUR LUNGS OUT

THE CONJURING

Sutradara : James Wan

Produksi : The Safran Company, Evergreen Media Group, New Line Cinema, Warner Bros Picture, 2013

246460id1c_Conjuring_INTL_27x40_1Sheet.indd

            Here it is. The most anticipated horror this year, yang sudah mengundang antusiasme dari rentetan trailer-nya beberapa bulan lalu. Nama James Wan, sineas Chinese Australia kelahiran Malaysia ini jelas juga merupakan jaminan dalam genre-nya. Setelah kesuksesan franchiseSaw’ dan ‘Insidious’, plus ‘Dead Silence’ dan non-horrorDeath Sentence’ di tengah-tengahnya, keunggulan Wan selalu ada pada ide-ide inovatif-nya dalam racikan yang penuh homage variatif ke genre kegemarannya. Background-nya dari keluarga Asia dengan kepercayaan kental ke hal-hal berbau supranatural juga membuat film-film horor-nya memiliki sedikit asian taste hingga lebih unggul dalam urusan menakut-nakuti penontonnya. In horror genre, there are many ways to scare your audience. But the most important thing, adalah signature filmmaker-nya. James Wan, jelas punya itu.

Conjuring2

            Diinspirasi dari kisah nyata investigasi The Warrens, Ed and Lorraine, paranormal investigators legendaris yang keterlibatannya dalam berbagai kasus supranatural terkenal juga sudah beberapa kali diangkat ke film, antara lain ‘The Amityville Horror’ (meski karakter mereka tak pernah muncul dalam seabrek deretan franchise-nya), 1991’s made for TVThe Haunted’ dan ‘The Haunting In Connecticut’. Tapi sedikit beda dengan film-film tadi, biarpun tetap berupa produk loosely based, ‘The Conjuring’ punya fokus lebih menempatkan The Warrens sebagai karakter utamanya berikut Lorraine yang terlibat sebagai konsultan langsung dan ikut muncul sebagai cameo (malah, judul awal yang sempat diusulkan Wan adalah ‘The Warren Files‘). Kasus yang diangkat adalah sebuah disturbing events yang menimpa Perron family di Harrisville, Rhode Island, tahun 1971. Inspirasi terhadap kisah nyata yang sejak lama didengar James Wan ini sudah meletakkan dasar yang lebih menakutkan dari apa yang dimunculkannya dalam ‘Insidious’, dan itu juga yang membuat ia tertarik untuk menggarapnya.

Conjuring10

            Keluarga Perron, Carolyn (Lili Taylor) dan Roger (Ron Livingston) beserta lima anak perempuannya ; Andrea, Nancy, Christine, Cindy dan April (Shanley Casswell, Hayley McFarland, Joey King, Mackenzie Foy & Kyla Deaver), pindah ke sebuah rumah tua di kawasan peternakan Harrisville, Rhode Island di tahun 1971. Sejak hari pertama, mereka sudah mengalami keanehan yang berlanjut semakin parah seiring dengan ditemukannya ruang-ruang rahasia di rumah itu. Mereka pun meminta pertolongan pada Ed dan Lorraine Warren (Vera Farmiga & Patrick Wilson), paranormal investigator terkenal, yang lantas meminta persetujuan, walaupun tak mudah, terhadap sebuah act of exorcism ke Father Gordan (Steve Coulter) setelah menginvestigasi rumahnya. Namun ketika latar keanehan itu mulai terbuka satu-persatu, nyawa mereka, termasuk putri Ed & Lorraine, Judy (Sterling Jerins), juga semakin berada dalam bahaya besar.

Conjuring1

            Oke, kasus itu memang terdengar cukup menyeramkan, tapi apa yang membuat ‘The Conjuring’ muncul dengan hype begitu besar, menyamai bahkan mungkin lebih dari ‘Insidious’ tempo hari? The answer is simple. Bahwa James Wan, memang hadir dengan resep racikan yang pas dalam usaha menakut-nakuti penontonnya. Storytelling dan camera movement yang terasa se-realistik film-film found footage dibalik ‘70s claustrophobic feel, namun tetap menyisakan scare games dengan a little taste of Asian horror ala Wan biasanya, terutama dalam ‘Insidious’ yang punya banyak similaritas di sisi ini. There was also many glimpse of  ‘Sinister’-nya Scott Derrickson dalam level-level berbeda.

Conjuring4

                Sesuai dengan timeline set-nya, lewat skrip yang ditulis oleh saudara kembar Chad Hayes & Carey Hayes dari remakeHouse Of Wax’ (2005), Wan membangun sebuah homage ke film-film horor klasik di era keemasannya di tahun ’70-an ke awal ’80-an. Dari ‘The Exorcist’, ‘The Omen’, ‘The Amityville Horror’, ke ‘Poltergeist’ dalam momen-momen yang meski klise di ranah ini namun harus diakui sangat memorable hingga sekarang. Keluarga dengan anak-anak kecil, haunted house, hidden basement, secret passage, hide and seek game, priest, clocks, musicbox, hanging rope, imaginary friend, creepy lake, old witchcraft, demonic possession, exorcism hingga that famous Annabelle haunted doll yang jadi distraksi sangat kuat mengiringi inspired plot serta sins symbols dari gereja Katolik dan Alkitab yang muncul dalam sosok demonic bernama Bathsheba (diperankan dengan mock-up dan gestur menyeramkan oleh komposer score-nya Joseph Bishara).

Conjuring3

            Tim production design Julie Berghoff, art direction dari Geoffrey S. Grimsman, set décor dari Sophie Neudorfer, desain kostum dari Kristin M. Burke berikut makeup effects department-nya, juga bersinergi dengan sangat baik dalam bangunan atmosfer old fashioned horror-nya bersama score Bishara dan lagu jadul ‘Sleep Walk‘ (here sang by Betsy Brye). Scary scenes-nya kerap kali tampil dengan menyentak, clasically cliché tapi juga jadi terasa sangat berkelas dibalik production values jempolan itu. Benar-benar tak main-main untuk sebuah produksi horor.

THE CONJURING

         Dan masih ada kekuatan cast yang sangat membantu membuat keseluruhan penggarapannya jadi benar-benar terasa solid. Lili Taylor dan Vera Farmiga tampil paling juara menokohkan Carolyn Perron dan Lorraine Warren, diikuti Ron Livingston, Patrick Wilson serta Joey King dan Mackenzie Foy in their remarkable role, dan dua sosok tambahan yang lumayan mencuri perhatian, aktor berdarah Asia Shannon Kook dan John Brotherton sebagai officer Brad di sempalan komedi yang cukup menyegarkan di tengah-tengah pameran keseraman dalam ‘The Conjuring’. Ending-nya yang digagas sedikit berbeda dengan additional theme dari komposer senior Mark Isham pun memberikan sentuhan sangat  fresh untuk ukuran horror Hollywood.

Conjuring7

            So get yourself ready to ride this ultimate horror rollercoaster and scream your lungs out! With James Wans scary nods to his favorite old fashioned horrors dibalik penggarapan serba cermatnya, this is way more furious thanInsidious’. Resepsi-resepsi yang menobatkannya sebagai ‘the scariest horror of all timemight also be relatively debatable, tapi satu yang pasti, if you’re that much into classic horrors, ‘The Conjuringis absolutely one of its finest. In years. (dan)

Conjuring9

~ by danieldokter on July 25, 2013.

2 Responses to “THE CONJURING : SCREAM YOUR LUNGS OUT”

  1. hadir sob, jangan lupa kunjungan balik ke blog ku ya, makasih bnyk

  2. Mungkin kebawa hype di review ini dan bisik-bisik di social media bahwa ini “film horor terseram sejak waktu cukup lama”, ekpektasi akan luar biasa takut muncul tinggi, jadi sayang sekali waktu menonton –di bioskop yang penuh dan di samping pasangan yang terus menerus menjerit di adegan seram– tidak mendapat keseraman yang digembar-gembor kan. Mungkin hanya 2 atau 3 kali saja terasa kaget, itupun bukan lewat cara yang orisinil. Menurut saya, remake The Evil Dead dan The Collection masih terasa lebih seram dari film ini. Dan karya terbaik James Wan, masih Insidious.

    Menurut saya ya… Selera untuk genre horor pun bisa beda kan ?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: