KILLING SEASON : A WORN-OUT COLLISION COURSE

KILLING SEASON

Sutradara : Mark Steven Johnson

Produksi : NuImage, Millennium Films, 2013

KS1

            Here’s the truth. If this is the ‘70s, ‘80s or even pre ‘90s, ‘Killing Season’ jelas jadi sebuah kekuatan besar dalam kolaborasi dua aktor utamanya. Siapa tak kenal Robert De Niro dan John Travolta? Tapi begitulah entertainment business. Seringkali, two or more mega stars, took a way too long to be collaborated together. Padahal, semua yang ada dibalik proyek ini tergolong menjanjikan. Biar NuImage dan Millennium bukanlah Hollywood’s A studios yang sejak lama berjuang untuk sampai ke kredibilitasnya sekarang yang cenderung dituding memanfaatkan nama-nama besar yang sudah memudar dibalik distribusi luas ke homevideos, skrip awal dari Evan Daugherty (‘Snow White And The Huntsmanand the upcomingTeenage Mutant Ninja Turtles’) yang berjudul ‘Shrapnel’ dan ber-setting ’70an ini punya predikat sebagai pemenang Script Pipeline Contest 2008 sekaligus termasuk salah satu ‘2008’s The Black List’, a highly potential list of unproduced scripts.

KS5

            Sempat dimaksudkan sebagai reunion vehicle John Travolta dan Nicolas Cage dari ‘Face/Off’, dibawah penyutradaraan John McTiernan, produser akhirnya mengalihkannya ke Mark Steven Johnson dari ‘Daredevil’, ‘Elektra’ dan ‘Ghost Rider’ atas visi Johnson memindahkannya ke template ala ‘Deliverance’-nya John Boorman. Robert De Niro akhirnya masuk menggantikan Cage, menjadikan ‘Killing Season’ sebuah kolaborasi yang seharusnya sejak lama ditunggu-tunggu. So you see. ‘Killing Season’ ini memang bertabur dengan potensi, biarpun plot tentang mano-a-mano single combat theme berlatar set alam bebas ini bukan lagi jadi sesuatu yang baru. Terakhir, ada ‘The Hunted’ (2003) –nya William Friedkin yang mempertemukan Tommy Lee Jones dengan Benicio Del Toro. Sayangnya, entah mengapa, ‘Killing Season’ merangsek pelan hampir tak terdengar di tengah pertarungan summer blockbusters dengan limited theatrical release, dibalik distribusi minor-nya.

KS11

            Atas konflik berkepanjangan dengan keluarga putranya, Chris dan Sarah (Milo Ventimiglia & Elizabeth Olin), yang juga dipicu oleh traumanya atas Perang Bosnia, veteran militer mantan tentara NATO, Kolonel Benjamin Ford (Robert De Niro) memilih hidup menyepi di sebuah kabin di kawasan pegunungan Appalachian. Benjamin tak pernah menyangka bahwa pertemuannya dengan Emil Kovac (John Travolta), mantan prajurit Serbia yang seketika muncul dalam kehidupannya bakal jadi perburuan panjang dimana keduanya harus menggunakan keahlian dan insting mereka untuk bisa keluar hidup-hidup menjadi pemenang.

KS7

            Oh ya. Jelas tak ada yang salah dengan plot singkat yang memang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai claustrophobic action yang seru antara hanya dua karakter utamanya. Set di alam bebas daerah pegunungan Appalachia yang terbentang dari Kanada ke Alabama juga jadi lokasi eksotik untuk menekankan hunting themes-nya. Perburuan satu lawan satu antara dua prajurit tangguh yang dipaksa menggunakan semua keahlian combat fights-nya. Kecuali di konklusi akhir yang terus terang akan berpotensi sebagai sebuah let-down bagi banyak orang, sedikit jomplang dengan goryness dan kesadisan verbal yang lumayan di-push Johnson ke action scenes-nya, skrip Daugherty sebenarnya bisa dibilang cukup efektif menggelar konfliknya. Introduksinya bisa jadi agak bertele-tele, tapi tak terlalu panjang juga membuat penonton menunggu ledakan-ledakannya yang digagas beruntun sebelum ending yang walau lumayan berbeda namun terasa basi itu.

KS9

            Robert De Niro juga seperti biasa, tak pernah benar-benar gagal menerjemahkan karakternya. Bahkan di film-film kacangan seperti ‘Freelancers’, harus diakui, penampilan De Niro tetap menunjukkan kelas keaktorannya. Benjamin Ford jelas bukan peran terbaiknya, ataupun juga yang bakal diingat jauh ke depan nanti, namun dalam film yang menempatkan kekuatannya pada hanya dua karakter inti, De Niro tetap tampil dengan bagus. Porsi lebih negatif justru ada pada John Travolta. Bukan ia tak bagus memanfaatkan style suave-nya yang over the top memerankan antihero sejenis Emil Kovac, apalagi dengan penampilan fisiknya sekarang. Namun ditambah dialek Serbia yang kelewat over, karakter ini jadi gagal menampilkan motivasi psikologis-nya dengan baik, lebih terlihat sebagai villain ketimbang prajurit yang memulai perangnya dengan motif jelas. While Milo Ventimiglia dan Elizabeth Olin, benar-benar hampir tak punya fungsi apa-apa dalam plot-nya, ‘Killing Season’ memang meletakkan fokusnya pada dua karakter war-exhausted yang saling berburu dengan sasaran satu sama lain.

KS6

            Kalaupun masih ada notable works yang layak dicatat, adalah sinematografi Peter Menzies, Jr. yang sudah teruji di banyak film-film terkenal termasuk ‘The Incredible Hulk’ dan ‘Clash Of The Titans’, bersama scoring Christopher Young yang terasa masuk dengan baik ke hunting thriller dalam plot-nya. End credit song-nya, ‘Letting Go’ yang dinyanyikan Ben Sollee yang juga ikut menyumbang permainan solo cello-nya di scoring Young, juga cukup bagus. Ambisi Mark Steven Johnson yang menyebut-nyebut ‘Deliverance’ sebagai referensinya bukan sama sekali tak berhasil, namun ketimbang jadi salah satu peran utama disamping karakter manusia-nya seperti ‘Deliverance’, set dan background cantik itu muncul hanya terbatas sebagai gimmick dan tak lebih dari itu.

KS4

            So yes, ini sayang sekali. Dalam ukuran kolaborasi yang sudah sekian lama ditunggu, antara status De Niro dan Travolta, masing-masing sebagai mega bintang sekaligus remarkable award class actors, ‘Killing Season’ harusnya bisa jauh lebih dari ini. Jelas bukan sama sekali jelek, tapi atas tanggung jawab dibalik nama-nama besar dan prestasi itu, ia jadi kelihatan biasa-biasa saja. They seem to be in good shape, but the movie is an exhausted,  worn-out collision course. Too bad. (dan)

The better posters :

J2705_KillingSeason_OneSheet_48F.indd

KS21

~ by danieldokter on August 1, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: