GET M4RRIED : THE BETTER FOLLOW-UP TO THE FRANCHISE

GET M4RRIED

Sutradara : Monty Tiwa

Produksi : Starvision, 2013

GM41 

            Ok. All’s fair in movie business. Jadi tak usah heran dengan sesuatu yang sudah Anda pikir akan berakhir sebagai trilogi, tapi masih berlanjut di instalmen keempat. Dalam film kita, ini masih tergolong jarang, bahkan hampir tak ada dalam genre komedi. ‘Get Married’ adalah salah satu contohnya, bahkan sampai merambah televisi sebagai ‘Get Married : The Series’. Film pertamanya yang disutradarai Hanung Bramantyo dengan skrip besutan Musfar Yasin, memang harus diakui, sangat baik. Tak hanya punya identitas film komedi yang sangat Indonesia sebagai social satire dalam balutan chaos comedy-nya, seperti yang dulu jadi trademark di film-film Nya’ Abbas Akup, hampir semua unsurnya termasuk satu yang paling krusial, chemistry, terbangun dengan baik. Critics loved it, dan box office-nya ikut bicara.

GM44

            Then comes the second one. Masih di tangan Hanung Bramantyo, namun skrip-nya berpindah ke Cassandra Massardi, sekuel ini masih bisa menunjukkan kekuatannya mengeksplorasi premis kuat yang ada di film pertama. Tapi yang ketiga, masih dengan skrip Cassandra dan sutradara yang berpindah ke tangan Monty Tiwa, semuanya jadi berantakan. Tak hanya semakin lari dari fokusnya serta penuh sesak dengan karakter yang semakin bertambah, yang bagai lomba lari unjuk gigi di satu arena sempit, semua kekuatannya pupus seketika. Tapi inilah bisnisnya. Mungkin semua setuju mereka punya formula baru yang menjual, ‘Get M4rried’, instalmen keempatnya pun lagi-lagi dilepas sebagai ‘Lebaran Blockbusters’ kita. Monty Tiwa dan Cassandra masih berada di posisi yang sama, dan dua karakternya berganti. Rendy kembali diperankan oleh Nino Fernandez dari instalmen kedua menerima tongkat estafet dari Fedi Nuril yang gagal total di film ketiga, dan premis yang kini terbagi ke tokoh adiknya yang di film ketiga diperankan Kimberly Ryder, sekarang digantikan oleh Tatjana Saphira, bakat baru yang dalam waktu dekat akan kembali muncul dalam ‘Crazy Love’.

GM49

            Atas niat Sophie (Tatjana Saphira), adik Rendy (Nino Fernandez), yang hendak menikah di usianya yang ke-16 dengan seorang lelaki asal Korea, Kim (Math Wang Kie), Mae (Nirina Zubir) berusaha untuk menggagalkannya. Tak seperti Mama Rendy (Ira Wibowo) yang silau dengan kekayaan ayah Kim dan tak masalah dengan pernikahan usia dini, Mae dan Rendy menganggap usia Sophie belum pantas untuk menikah. Caranya adalah dengan mencari jodoh ideal untuk menunda pernikahan itu, dan tentu saja Mae meminta pertolongan tiga sahabatnya Benny (Ringgo Agus Rahman) yang sedang meniti karir menjadi seorang Ustad, Guntoro (Deddy Mahendra Desta) dan Eman (Amink) yang sekarang sudah memiliki EO sendiri. Mae pun menantang Sophie untuk tinggal sementara di rumah Babe (Jaja Mihardja) dan Bu Mardi (Meriam Bellina) sambil menjalankan rencana ini. Pilihan mereka akhirnya jatuh pada Jali (Ricky Harun), anak betawi pegawai magang di kantor Babe yang kini sudah jadi lurah. Hanya saja, Mae tak menyadari, bahwa keinginan terpendamnya yang muncul tanpa diduga atas sebuah kejadian penting,  justru berpotensi jadi bumerang buat hubungannya dengan Rendy. Jadi siapa yang sekarang harus diselamatkan?

GM410

            Oh, tentu saja plot yang kini harus terbagi ke fokus baru karakter Sophie dan Jali, yang sudah kita lihat dari trailer-nya, terasa cukup dipaksakan dan hanya jadi inverted projection Mae dan Rendy buat pengembangan instalmen baru. Bukannya tak sah dalam kepentingan-kepentingan bisnis itu, namun skrip itu akhirnya jadi beresiko terbentur pada dua pilihan. Mengulang kesalahan ‘Get Married 3’ atau bisa membaginya dengan seimbang. Di beberapa bagian, pengembangan plot ini memang terlihat mencoba memunculkan konflik baru yang akhirnya hilang begitu saja dari bahasan selanjutnya, namun untungnya, karakter-karakter baru ini tak sampai menghilangkan benang merah utama hubungan naik turun Mae dan Rendy, tiga sahabat Mae serta juga Babe dan Bu Mardi yang selalu jadi highlight yang ditunggu sebagai bayang-bayang konflik utamanya, kali ini pas dan tak jadi over seperti di instalmen ketiga. Monty Tiwa ternyata bisa menjaga balance antara subplot-subplot nya untuk tetap memunculkan kekuatan-kekuatan utama di franchise ini. Masih ada pula sempalan dramatisasi klise tentang penyakit ala film kita yang bukan juga seratus persen benar, namun baiknya, entah mereka sadar atau tidak, kesalahan pemaparan itu bisa sekaligus mengisi part social satire-nya. Klimaks yang kembali membangun chaos comedy-nya dengan satir sosial hingga reliji seperti film pertamanya juga sedikit too much, tapi ternyata bisa ter-handle dengan cukup jenaka. Cara Monty dan Cassandra menyorot over-antusiasme masyarakat kita ke Korean wave, fenomena Ustad celeb, weddings EO serta banyak isu lain paling tidak masih cukup fresh. Dan jelas, worked or not, there’s a wedding going on.

GM48

            Dalam cast department, Nirina Zubir masih memainkan karakter Mae dengan baik sebagai Cinderella modern dalam pakem satirnya. Nino Fernandez juga berhasil menghidupkan kembali Rendy yang sudah hampir tak bernyawa di tangan Fedi Nuril tempo hari akibat terlalu banyak mencoba melucu. Chemistry antara Ringgo – Desta dan Amink yang kian redup menuju instalmen ketiganya kembali meningkat. One liners punch mereka di sebagian adegan masih terasa hit and miss, tapi cukup banyak yang berhasil kembali memancing tawa. Ira Wibowo masih diberi kesempatan kecil, dan Jaja Mihardja – Meriam Bellina tetap bagus seperti biasanya di tengah pembatasan penampilan mereka. Malah, di satu scene penting, Meriam yang seharusnya sudah bisa membuat penonton bosan dengan tipikal aktingnya sekarang justru berhasil membawa dramatisasi luarbiasa kuat di tengah bangunan chaos comedy -nya. Arie Dagienkz yang kembali tampil sebagai narator juga mendapat porsi komedi lebih menggelitik. Selain amunisi wajib franchise-nya berupa cameos, kali ini ada Tora Sudiro, Donny Alamsyah, Renata Kusmanto, Epy Kusnandar dan Oon Project Pop yang balik di-crossover-kan dengan film Monty – StarvisionTest Pack’, terakhir tentu saja bintang-bintang mudanya. Bangunan karakternya memang terasa lemah, tapi Tatjana Saphira dan Ricky Harun, surprisingly bisa memerankannya cukup wajar bersama Ajun Perwira dan Math Wang Kie yang cukup proporsional dan tak sampai dicoba-coba buat mendapat sorotan lebih.

GM45

            The other thing adalah Slank serta lagu-lagu pengisi soundtrack-nya yang seakan sudah menyatu dengan franchise ini. Bagusnya, tak seperti ‘Get Married 3’ yang menyempalkannya dengan asal-asalan, meski lagi-lagi penuh pengulangan, penampilan Slank dan lagu-lagu itu cukup mendukung tiap adegannya dan memberikan comedic touch yang berhasil. And in other technical terms, sinematografi Rollie Markiano bersama editing Cesa David Luckmansyah, Oliver Sitompul dan Ryan Purwoko juga bekerja dengan baik menyusun bangunan chaos comedy yang berhasil.

GM43

            So you see. ‘Get M4rried’ memang tetap tak akan bisa sebaik film pertamanya yang cukup fenomenal dalam sejarah film komedi kita. Tapi satu hal yang membuatnya bisa berdiri cukup kokoh sebagai follow-up yang lebih baik sekaligus melebihi kesulitan sebuah sekuel film bagus dan laku dalam ‘Get Married 2’ adalah keberhasilan membenahi kekacauan yang sudah sedemikian besar dalam instalmen ketiga-nya. Monty Tiwa cukup sukses meracik formula tanpa lagi melupakan elemen-elemen kuat yang ada dalam ‘Get Married’. Romantic comedy, social satire dan chaos comedy yang berpadu dengan baik menjadi satu. Dalam parade blockbuster lebaran kita tahun ini, tanpa melihat perolehan jumlah penonton tentunya, ‘Get M4rried’, jelas adalah pemenangnya. (dan)

~ by danieldokter on August 6, 2013.

One Response to “GET M4RRIED : THE BETTER FOLLOW-UP TO THE FRANCHISE”

  1. Get Married 1 memang paling OK. Sequel 2 masih lumayan, walau sudah berkurang. Sekuel 3-4 ancur semua. Dua terakhir itu seperti film yg sudah sangat beda. Saya menuduh penulis skenario Cassandra Massardi sebagai biang keroknya – yg menurut saya ciri khasnya adalah: ABSURD. Contoh nyata karyanya yg absurd: Kawin laris. Memang Get M4rried masih menyisakan banyak lelucon tapi seolah2 lepas saja, bukan integral dalam cerita, kesan suasananya sudah seperti sinetron saja – I don’t know why “vivid color tone” dipakai begitu brutal untuk nada gambarnya. Paling pol hanya bisa bikin nyengir, bukan terbahak-bahak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: